Premanisme Dibiarkan, Potensi Wisata Sumber Krawak Tuban Mati Suri

- Reporter

Jumat, 12 September 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Tuban – Kawasan wisata Sumber Krawak di Desa Guo Terus, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, seharusnya bisa menjadi destinasi unggulan berbasis alam. Namun hingga kini, kawasan tersebut justru identik dengan pemalakan, intimidasi, dan aksi premanisme yang seakan dibiarkan.
Alih-alih menghadirkan kenyamanan bagi wisatawan, Sumber Krawak kini menjadi momok. Warganet di media sosial sudah berkali-kali melontarkan keluhan, bahkan terang-terangan menyebut lokasi itu rawan pungli dan preman.
“Akeh pungli, ambe preman ne,” tulis akun @yohan_andika.
“Banyak premannya jadi takut mau kesana lagi,” tambah akun @nurma_yudii.
Keluhan serupa terus bermunculan, namun kondisi tak kunjung berubah.

Warga Enggan Datang, Potensi Ekonomi Hilang

Yanto, warga setempat, mengaku sudah jarang mengunjungi kawasan tersebut meski dekat dengan rumahnya.
“Sering di sana terjadi pemalakan. Biasanya bukan warga sini, tapi dari desa lain yang datang. Jadinya males ke sana mas,” ungkapnya.
Praktik semacam ini membuat potensi wisata desa terhambat. Padahal, jika dikelola dengan baik, Sumber Krawak bisa menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat setempat.

Aparat Janjikan Patroli

Kapolsek Montong, IPTU Komari, menyebut pihaknya akan menggencarkan patroli dan memasang banner imbauan. Namun, banyak warga menilai langkah tersebut terlalu normatif dan belum menjawab kebutuhan nyata: penindakan tegas terhadap para pelaku.
“Patroli sifatnya hanya sementara, begitu aparat pergi, preman muncul lagi. Butuh langkah lebih serius, bukan sekadar spanduk,” ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya.

Disbudporapar: Potensi Ada, Tapi Tak Tergarap

Kepala Disbudporapar Tuban, Mohammad Emawan Putra, mengakui Sumber Krawak punya potensi besar, namun belum ada pengelolaan resmi sejak pandemi.
“Ke depan mungkin akan kami dorong desa setempat membentuk Pokdarwis,” katanya.
Pernyataan itu dinilai sebagian warga hanya wacana lama yang berulang, tanpa ada langkah konkret yang membuat kawasan benar-benar aman untuk dikembangkan.

Perhutani Diam

Sumber Krawak berada di bawah administratif Perhutani KPH Parengan. Namun, hingga berita ini diturunkan, pihak Perhutani melalui Humas Aat belum memberikan keterangan resmi. Diamnya Perhutani makin mempertegas kesan bahwa persoalan ini seolah bukan prioritas, meski kawasan milik negara tersebut terus dikuasai preman. (Az)

Editor : Kief

Berita Terkait

Harga Beton Diprediksi Naik 20 Persen , Kontraktor Hitung Ulang Anggaran Proyek
Puluhan Hektare Jagung Terancam Gagal Panen, UPTD Kerek Siapkan Langkah Pengendalian
Pria di Tuban Dianiaya Brutal hingga Kritis, Pelaku Kabur dan Diburu Polisi
Ditarget Rampung 20 Juni 2026, Progres Fisik Sekolah Rakyat Tuban Jadi Sorotan
Hari Kelima Pencarian, Nelayan Tuban yang Hilang Belum Ditemukan
Pasar Sukabangun Ketapang Jadi Andalan Warga Penuhi Kebutuhan Pokok dan Hasil Laut Segar
Dinamika Politik Kian Sentral, Ketum SMSI Firdaus Minta Media Siber Daerah Jaga Independensi
Bukan Hanya APBD Rp8,1 Miliar, Bisakah Industri Dilibatkan Menguatkan Jalan Jenu–Merakurak?

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:31 WIB

Harga Beton Diprediksi Naik 20 Persen , Kontraktor Hitung Ulang Anggaran Proyek

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:13 WIB

Puluhan Hektare Jagung Terancam Gagal Panen, UPTD Kerek Siapkan Langkah Pengendalian

Senin, 15 Juni 2026 - 19:31 WIB

Pria di Tuban Dianiaya Brutal hingga Kritis, Pelaku Kabur dan Diburu Polisi

Senin, 15 Juni 2026 - 19:00 WIB

Ditarget Rampung 20 Juni 2026, Progres Fisik Sekolah Rakyat Tuban Jadi Sorotan

Minggu, 14 Juni 2026 - 14:52 WIB

Pasar Sukabangun Ketapang Jadi Andalan Warga Penuhi Kebutuhan Pokok dan Hasil Laut Segar

Berita Terbaru

Advertisement
Exit mobile version