Situbondo – Kabupaten Situbondo bersiap menorehkan sejarah baru dalam bidang pertahanan dan keamanan nasional. Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Banongan yang berada di Kecamatan Asembagus diproyeksikan menjadi lokasi latihan militer internasional satu-satunya di Indonesia.
Kabar ini menguat setelah kunjungan Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) V/Brawijaya, Mayor Jenderal TNI Rudy Saladin, MA, ke Pendopo Bupati Situbondo, Rabu (27/08/2025). Kedatangan Pangdam disambut langsung oleh Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo, yang akrab disapa Mas Rio.
Turut hadir dalam penyambutan itu, Dandim 0823/Situbondo Letkol Inf. Tri Wiratno, Kapolres Situbondo AKBP Rezi Dharmawan, Wakil Ketua DPRD Hambali, serta perwakilan Pengadilan Negeri dan Kejaksaan Negeri Situbondo. Kehadiran jajaran pejabat ini menandakan bahwa rencana tersebut mendapat dukungan lintas sektor di tingkat daerah.
Puslatpur Banongan Jadi Sorotan Nasional
Dalam kunjungannya, Pangdam Rudy Saladin dijadwalkan meninjau langsung Puslatpur Banongan. Lokasi ini disebut sangat strategis untuk dijadikan arena latihan tempur skala internasional. Selain luas dan berada di jalur pantura, kawasan ini memiliki bentang alam yang mendukung simulasi perang darat maupun laut.
Bupati Mas Rio menyampaikan bahwa pengembangan Banongan bukan sekadar agenda TNI, melainkan sudah masuk dalam radar pemerintah pusat.
“Kita bicara banyak hal, termasuk soal potensi investasi latihan militer internasional di Situbondo. Dan ini satu-satunya di Indonesia,” ujarnya.
Mas Rio menegaskan, proyek ini bahkan dipilih langsung oleh Presiden, sehingga menunjukkan perhatian serius negara terhadap Situbondo.
Dukungan Penuh Pemerintah Daerah
Sebagai tuan rumah, Pemkab Situbondo memastikan akan mendukung penuh realisasi pusat latihan tempur internasional tersebut. Berbagai komunikasi telah dilakukan oleh Mas Rio dengan pihak terkait, baik di tingkat pusat maupun daerah, agar perencanaan berjalan tanpa hambatan.
“Mohon doanya. Mudah-mudahan semua berjalan lancar dan menjadi jalan kebaikan untuk Situbondo. Apalagi ini dipilih langsung oleh Presiden,” ungkapnya.
Lebih jauh, Mas Rio menambahkan bahwa sejumlah komitmen strategis antara pemerintah pusat dan daerah sudah dibicarakan serta disepakati. Termasuk pembahasan mengenai kebutuhan infrastruktur pendukung yang nantinya akan dibangun di sekitar kawasan Puslatpur Banongan.
“Komitmen-komitmennya juga sudah dibicarakan ya, dan kita sepakati juga pembangunan di lokasi tersebut,” tambahnya.
Multiplier Effect: Dari
Pertahanan hingga Ekonomi Daerah
Jika proyek pusat latihan militer internasional ini terealisasi, manfaat yang dirasakan Situbondo tidak hanya pada sektor pertahanan. Kehadiran fasilitas tersebut diperkirakan akan membawa multiplier effect pada berbagai aspek, mulai dari pembangunan infrastruktur, peluang kerja, hingga meningkatnya perputaran ekonomi lokal.
Puslatpur Banongan yang akan dikunjungi oleh pasukan internasional juga membuka peluang bagi Situbondo untuk dikenal lebih luas di dunia. Potensi pariwisata dan investasi daerah pun diyakini akan ikut terdongkrak.
“Ini bukan hanya soal latihan militer, tapi juga soal masa depan Situbondo. Jika berhasil, Situbondo akan dikenal sebagai tuan rumah pusat latihan militer internasional, dan ini bisa mendongkrak ekonomi masyarakat,” ungkap salah satu pejabat Pemkab yang hadir.
Tantangan dan Harapan
Meski demikian, Pemkab Situbondo menyadari ada sejumlah tantangan yang harus diselesaikan. Mulai dari kesiapan infrastruktur jalan, sarana pendukung, hingga kesiapan masyarakat untuk menerima perubahan besar ini.
Namun Bupati Mas Rio optimistis dengan dukungan penuh pemerintah pusat serta keterlibatan semua pihak, Situbondo siap mewujudkan amanah besar ini.
“Harapan kami, Situbondo bisa menjadi contoh bahwa daerah dengan potensi besar dapat dipercaya untuk program nasional bahkan internasional,” tegasnya.
Situbondo Menuju Panggung Internasional
Jika benar-benar terwujud, Situbondo akan masuk dalam catatan sejarah nasional sebagai daerah yang pertama kali memiliki pusat latihan militer berstandar internasional di Indonesia. Selain menjadi kebanggaan masyarakat, hal ini juga menegaskan bahwa daerah kecil seperti Situbondo mampu berkontribusi besar bagi keamanan dan nama baik bangsa.
Dengan dukungan penuh DPRD, aparat penegak hukum, TNI, Polri, serta pemerintah pusat, Situbondo kini menatap masa depan baru: dari kota pesisir menjadi pusat perhatian dunia militer internasional.(Fia)
Editor : Kief












