Tuban – Warga Desa Temayang, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, dikejutkan oleh peristiwa tragis seorang pria ditemukan meninggal dengan cara gantung diri di rumahnya pada Rabu pagi (02/04/25).
Artikel ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan serupa. Jika Anda atau orang di sekitar Anda mengalami depresi dengan pikiran untuk mengakhiri hidup, segera cari bantuan profesional seperti psikolog, psikiater, atau layanan kesehatan mental terdekat.
Kapolsek Kerek, Iptu Kastur, mengungkapkan bahwa korban adalah J (50), seorang petani setempat. Insiden ini pertama kali diketahui sekitar pukul 08.00 WIB, saat ayah tirinya datang berkunjung untuk membahas rencana pengobatan korban ke daerah Borokembang, Kecamatan Grabagan.
Sebelum kejadian, korban sempat meminta anak perempuannya membelikan air kelapa. Namun, permintaan tersebut belum sempat dipenuhi karena sang anak sedang mencuci pakaian. Beberapa saat kemudian, ayah tirinya yang mencari keberadaan Junaedi justru menemukan korban sudah tergantung di dapur rumah.
“Korban menggunakan tali tampar biru sepanjang 1,3 meter yang diikatkan ke kuda-kuda dapur,” ujar Iptu Kastur.
Hasil pemeriksaan medis menunjukkan bahwa korban meninggal dengan tanda-tanda khas gantung diri, seperti patah tulang leher, lidah tergigit, serta pendarahan akibat ambien akut yang dideritanya. Tidak ditemukan adanya tanda kekerasan lain pada tubuh korban.
Menurut pihak keluarga, Korban telah mengalami sesak napas selama setahun terakhir dan sudah menjalani berbagai pengobatan, termasuk ke rumah sakit di Surabaya. Namun, kondisinya tidak menunjukkan perbaikan. Setiap sore selepas magrib, ia sering mengeluhkan sesak napas yang makin parah. Diduga, tekanan akibat penyakit yang berkepanjangan membuatnya nekat mengakhiri hidup.
Baca juga: keluarga di Kediri Coba Bunuh Diri Akibat Jeratan Utang Pinjol, 1 Anak Meninggal Dunia
Baca juga: Penemuan Mayat di Tuban: Suami Bunuh Istri, Lalu Gantung Diri di Bojonegoro
Polisi telah melakukan olah TKP dan memastikan bahwa insiden ini merupakan murni bunuh diri. Jenazah korban telah diserahkan kepada keluarga untuk segera dimakamkan.
Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya perhatian dan dukungan bagi mereka yang mengalami penderitaan fisik dan mental berkepanjangan. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami tekanan berat, jangan ragu untuk mencari bantuan dari tenaga profesional atau orang terdekat.(Az)
Editor : Mukhyidin Khifdhi