Tuban – Maraknya penyebaran hoaks, ujaran kebencian, hingga disinformasi di media sosial mendorong PT Pertamina Patra Niaga Project Early Work (EW) GRR Tuban bersama PRPP menggelar Kelas Bareng Karang Taruna. Program ini ditujukan untuk membekali generasi muda desa sekitar proyek GRR Tuban agar lebih bijak memanfaatkan media sosial sekaligus mampu menghasilkan konten positif. Kegiatan tersebut menyasar pengurus dan anggota Karang Taruna di sejumlah desa sekitar proyek sebagai upaya meningkatkan literasi digital di tengah derasnya arus informasi yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat.
Literasi Digital Dinilai Semakin Penting
Pesatnya perkembangan teknologi informasi dinilai membawa dampak positif sekaligus tantangan. Selain memudahkan akses pengetahuan, media sosial juga menjadi ruang penyebaran hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, hingga konten negatif yang berpotensi memengaruhi kehidupan masyarakat. Melalui program ini, Pertamina Patra Niaga Project EW GRR Tuban dan PRPP mengajak generasi muda menjadi agen penyebar informasi yang bertanggung jawab dan mampu menangkal maraknya informasi negatif di ruang digital.
Karang Taruna Apresiasi Program
Tokoh pemuda Desa Beji, Fatkhul Niam, mengapresiasi pelaksanaan Kelas Bareng Karang Taruna yang digelar di Desa Beji pada Kamis (23/07/2026). Menurutnya, materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan organisasi kepemudaan. “Acara ini sangat bermanfaat mengingat kami di Karang Taruna memerlukan pengetahuan tambahan dalam berorganisasi, di antaranya mengenai tertib administrasi dan cara bermedia sosial. Semoga kegiatan ini bisa berlanjut sehingga teman-teman Karang Taruna dapat mengabarkan sisi positif, kabar baik, dan informasi yang baik dari Desa Beji melalui konten yang kreatif,” ujar Niam. Hal senada disampaikan Wildan, pengurus Karang Taruna Satya Muda Karya Desa Mentoso. Ia berharap kegiatan serupa dapat digelar secara rutin dengan menghadirkan lebih banyak materi pembelajaran yang bermanfaat bagi generasi muda desa.
Pertamina Ajak Pemuda Jadi Garda Depan Lawan Disinformasi
Pjs. Senior Project Manager EW GRR Tuban, Febrian Dwi Prastyo, menilai generasi muda memiliki peran strategis dalam menciptakan ruang digital yang sehat karena lebih akrab dengan teknologi dan media sosial. “Penyebaran informasi yang masif saat ini memerlukan kedewasaan masyarakat dalam menyikapinya. Karang Taruna sebagai ujung tombak kegiatan generasi muda yang melek teknologi dan informasi di desa harus mengambil langkah proaktif untuk turut serta mengurangi penyebaran informasi negatif,” kata Febrian. Ia berharap para peserta mampu menjadi pelopor penyebaran informasi yang bertanggung jawab sekaligus mempromosikan berbagai potensi dan kabar positif dari desa masing-masing melalui konten kreatif.
Diikuti 160 Peserta dari Enam Desa
Kelas Bareng Karang Taruna 2026 diikuti sekitar 160 pengurus dan anggota Karang Taruna dari enam desa di sekitar area Proyek GRR Tuban, yakni Beji, Mentoso, Wadung, Sumurgeneng, Rawasan, dan Kaliuntu. Selain mendapatkan materi mengenai etika dan bijak bermedia sosial, peserta juga dibekali pelatihan teknik membuat konten media sosial yang efektif, serta pengelolaan dokumen dan arsip organisasi. Program ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Proyek EW GRR Tuban dan PRPP dalam mendukung implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Nomor 16, yakni mewujudkan perdamaian, keadilan, serta kelembagaan yang tangguh melalui peningkatan literasi digital di kalangan generasi muda. (Az)












