BOJONEGORO, JATIM — Rencana pembangunan pabrik etanol dan metanol di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, kini semakin mendapat perhatian luas. Proyek strategis nasional ini disebut-sebut akan menjadi yang terbesar di Indonesia, dengan investasi mencapai Rp19 triliun dan kapasitas produksi sekitar 1 juta ton per tahun. Langkah ini diinisiasi oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, atas arahan Presiden Prabowo Subianto pada 28 November 2024.
Peluang Ekonomi dan Dampak Sosial Positif
Pabrik ini diharapkan membawa dampak positif bagi perekonomian Bojonegoro. Selain menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, proyek ini diproyeksikan akan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dan menggerakkan ekonomi lokal. Hal ini menjadi angin segar bagi masyarakat, terutama di tengah tantangan ekonomi global saat ini.
Zaenal Fanani, Ketua LPPNU Bojonegoro, menjelaskan bahwa bahan baku utama pabrik ini dapat berupa sumber karbon organik seperti tebu, jagung, atau sorgum, serta karbon anorganik yang berasal dari industri migas. “Penggunaan bahan baku anorganik memiliki kelebihan, seperti tidak mengganggu komoditas pangan, lebih ekonomis, dan lebih berkelanjutan,” ujarnya.
Potensi Besar Industri Berbasis Migas
Bojonegoro, sebagai penyumbang 30% produksi minyak dan gas nasional, memiliki potensi besar untuk mendukung industri berbasis migas. Salah satu unit pengolahan migas di wilayah ini menghasilkan raw gas hingga 315 MMSCFD atau setara dengan 6,7 juta kilogram gas per hari. Namun, sebagian besar gas ini selama ini hanya dibuang, dibakar, atau diinjeksikan kembali ke dalam bumi.
“Pendirian pabrik ini menjadi solusi pemanfaatan hasil sampingan pengolahan migas yang sebelumnya kurang optimal,” tambah Zaenal, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bojonegoro. Menurutnya, pembangunan ini juga dapat memicu tumbuhnya industri lain, seperti plastik, pupuk, karet, hingga serat sintetis.
Hadiah Berarti untuk Masyarakat
Pembangunan pabrik ini dianggap sebagai hadiah besar bagi masyarakat Bojonegoro. Zaenal Fanani memberikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan Bupati Terpilih, Setyo Wahono dan Nurul Azizah, atas realisasi proyek ini. “Ini momentum kebangkitan industri berbahan baku migas di Bojonegoro,” tandasnya.
Proyek ini tidak hanya diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Timur, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan dalam mewujudkan kemandirian energi nasional.
Editor : Agus Susanto