Temu Kangen Alumni FH UNEJ 1976 di Tuban, Ajang Nostalgia serta Refleksi Kebangsaan

- Reporter

Kamis, 18 September 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Para alumni larut dalam suasana nostalgia seraya ditemani lantunan tembang kenangan dalam acara temu kangen di Tuban, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban – Suasana hangat penuh nostalgia menyelimuti acara temu kangen alumni Fakultas Hukum Universitas Negeri Jember (UNEJ) angkatan 1976 yang digelar di Bumi Ronggolawe, Tuban, Rabu (17/09/2025).
Pertemuan tersebut berlangsung di kediaman Sujarwoto Tjondronegoro atau yang akrab disapa Mas Totok, di Perum Bukit Karang AK9 Tuban. Sekitar 60 alumni dari berbagai daerah di Indonesia hadir meramaikan acara tersebut. Sebelumnya, pertemuan serupa pernah dilaksanakan di Kota Semarang, Jawa Tengah.
“Agenda tahunan ini selain diadakan di rumah saya, juga digelar di salah satu restoran dan hotel ternama di Tuban selama tiga hari,” ungkap Sujarwoto.

Kenangan dan Kebersamaan Alumni

Acara semakin meriah dengan alunan tembang kenangan yang membangkitkan suasana keakraban para alumni. Mereka berasal dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari mantan pejabat tinggi, guru besar, dosen, advokat, hingga tokoh masyarakat.
Salah satu guru besar dari Universitas Merdeka Malang, Prof. Bambang Satria, menyampaikan kebanggaannya bisa hadir dan merasakan hangatnya silaturahmi. Ia menilai kegiatan semacam ini penting untuk menjaga ikatan emosional sekaligus menjadi ruang untuk bertukar pandangan.

Pesan Kebangsaan dari Akademisi

Dalam kesempatan berbincang dengan awak media, Prof. Bambang juga menyinggung kondisi perekonomian Indonesia yang menurutnya tengah mengalami pelemahan. Ia menyebut, faktor penyebabnya beragam, mulai dari kebijakan pemerintah, dinamika lokal maupun global, hingga adanya pihak-pihak yang tidak menginginkan kondisi bangsa tetap stabil.
“Kita harus hati-hati dengan yang ingin negara kita ini tidak baik-baik saja,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa masyarakat perlu tetap mencintai tanah air, menjaga stabilitas politik, serta mendukung pemerintahan yang sedang berjalan.
“Menurut saya boleh saja melakukan manuver politik, namun tunggu lima tahun kepemimpinan presiden yang baru selesai. Untuk menjaga kondusifitas negara, tentu dengan mendukung pemerintahan,” jelas Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Merdeka Malang itu.

Politik dan Konstitusi sebagai Landasan

Prof. Bambang menekankan bahwa dinamika politik sebaiknya disalurkan melalui jalur konstitusional, yakni lewat pemilu lima tahunan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dengan cara itu, menurutnya, stabilitas negara tetap terjaga, sementara aspirasi masyarakat tetap bisa tersalurkan dengan baik. (Az)

Editor : Kief

Berita Terkait

Kabel Internet Semrawut Ditertibkan, Pemkab Tuban Potong Kabel Provider Bandel
Gelombang Tinggi Melanda Perairan Tuban, Nelayan Terpaksa Hentikan Aktivitas Melaut
Diterpa Angin Kencang, Kaca dan Partisi Gedung IPIT RSUD Koesma Tuban Jebol
Kebakaran Dini Hari Hanguskan Dua Rumah di Perumahan PG Asembagus Situbondo
Satreskrim Polres Situbondo Bongkar Praktik Judi Togel dan Judi Online di Panarukan
Kasus Pembunuhan PR di Singgahan Tuban Yang Sempat Gegerkan Warga Akhirnya Diputus Pengadilan
Gembleng Fisik dan Mental Pemuda, SAKA Polsek Merakurak Gelar Longmarch JALABHASKARA
PN Tuban Tegaskan Putusan NO Belum Sentuh Pokok Sengketa TITD Kwan Sing Bio

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 18:48 WIB

Kabel Internet Semrawut Ditertibkan, Pemkab Tuban Potong Kabel Provider Bandel

Selasa, 13 Januari 2026 - 18:34 WIB

Gelombang Tinggi Melanda Perairan Tuban, Nelayan Terpaksa Hentikan Aktivitas Melaut

Selasa, 13 Januari 2026 - 17:14 WIB

Diterpa Angin Kencang, Kaca dan Partisi Gedung IPIT RSUD Koesma Tuban Jebol

Selasa, 13 Januari 2026 - 15:34 WIB

Kebakaran Dini Hari Hanguskan Dua Rumah di Perumahan PG Asembagus Situbondo

Selasa, 13 Januari 2026 - 15:05 WIB

Satreskrim Polres Situbondo Bongkar Praktik Judi Togel dan Judi Online di Panarukan

Berita Terbaru

Advertisement
Exit mobile version