Dirgahayu Republik Indonesia ke-81

Terseret Arus Sungai, Nenek di Ngawi Ditemukan Meninggal Dunia Setelah Dua Hari Pencarian

- Reporter

Senin, 19 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Korban bernama Parni (64), warga Dusun Klempun, Desa Sawo, Kecamatan Karangjati, ditemukan tim SAR gabungan pada Senin pagi (19/05/2025) sekitar pukul 10.15 WIB,(Ist).

Korban bernama Parni (64), warga Dusun Klempun, Desa Sawo, Kecamatan Karangjati, ditemukan tim SAR gabungan pada Senin pagi (19/05/2025) sekitar pukul 10.15 WIB,(Ist).

Ngawi — Seorang nenek di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa setelah dinyatakan hilang selama dua hari sejak berpamitan pergi ke sawah. Korban bernama Parni (64), warga Dusun Klempun, Desa Sawo, Kecamatan Karangjati, ditemukan tim SAR gabungan pada Senin pagi (19/05/2025) sekitar pukul 10.15 WIB.
Tim menemukan korban di aliran sungai sejauh tujuh kilometer dari jalur yang biasa dilalui korban saat pulang dari sawah. Penemuan ini mengakhiri proses pencarian intensif yang dilakukan sejak Minggu (18/05/2025), menyusul laporan dari keluarga yang merasa cemas karena Parni tidak kunjung pulang sejak Sabtu pagi (17/05/2025).

“Saat menyusuri sungai, tim menemukan korban dengan jarak tujuh kilometer dari jalur yang biasa beliau lewati saat pulang dari sawah,” ungkap Novix Heryadi, Komandan tim rescue dari Unit Siaga SAR Bojonegoro.

Kronologi Hilangnya Korban

Pada Sabtu pagi, Parni berpamitan kepada keluarganya untuk pergi ke sawah sebagaimana biasanya. Namun, hingga malam hari, ia tak kunjung kembali ke rumah. Keluarga yang khawatir kemudian meminta bantuan warga sekitar untuk melakukan pencarian.
Keesokan harinya, Minggu (18/05/2025), laporan resmi disampaikan kepada Kantor SAR Surabaya. Dugaan awal menyebut korban terseret arus sungai yang kerap dilalui saat pulang dari ladang. Faktor cuaca diduga menjadi pemicu utama dalam insiden ini.

“Memang pada hari tersebut, infonya turun hujan deras hingga debit air sungai naik,” jelas Novix.

Debit air yang meningkat secara tiba-tiba akibat hujan deras membuat kondisi sungai menjadi berbahaya bagi siapa pun yang melintasinya, terutama bagi lansia seperti Parni.

Evakuasi dan Proses Identifikasi Korban

Begitu jenazah ditemukan, tim SAR gabungan segera melakukan evakuasi dari lokasi penemuan menuju tempat yang lebih aman. Selanjutnya, jenazah diserahkan kepada pihak kepolisian untuk proses identifikasi awal sebelum diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka untuk prosesi pemakaman.
Keluarga korban menyampaikan rasa duka yang mendalam dan berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu pencarian.

Pencarian Libatkan Puluhan Personel dari Berbagai Unsur

Operasi pencarian korban dilakukan secara intensif dengan melibatkan setidaknya 35 personel gabungan yang terdiri dari berbagai instansi dan relawan, antara lain:
• Tim Rescue Unit Siaga SAR Bojonegoro
• Polsek dan Koramil Karangjati
• BPBD Kabupaten Ngawi
• Pemadam Kebakaran (Damkar)
• Sikatan Rescue
• GMR
• Team Rescue
• EEC Ngawi
• Granat Ngawi
• Bagana
• Masyarakat setempat
Metode pencarian dilakukan dengan menyisir aliran sungai, jalur sawah, serta medan-medan sulit lainnya yang diperkirakan dilewati korban saat kejadian. Koordinasi antara tim SAR, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan evakuasi korban.

Imbauan untuk Waspada terhadap Cuaca Ekstrem

Pihak SAR dan pemerintah daerah mengimbau warga untuk memperhatikan kondisi cuaca sebelum beraktivitas di luar rumah, terutama saat musim hujan dan rawan banjir.

“Kami berharap masyarakat dapat lebih berhati-hati, terutama ketika harus melintasi sungai atau jalur licin saat curah hujan tinggi. Keselamatan adalah prioritas,” tutup Novix.(Ron)

Editor : Mukhyidin Khifdhi

Berita Terkait

Terperosok ke Sumur Tua, Pemuda di Tuban Bertahan Hidup Semalaman
Pengepul Solar Bersubsidi Ilegal Diamankan Polisi di Tuban
Polemik TITD Kwan Sing Bio Tuban Kembali Ke Ruang DPRD
Saling Klaim Legalitas Pengelolaan Kwan Sing Bio Tuban
Tanggapi Larangan Liputan di Kelenteng Tuban, Polda Jatim : Jaga Keutuhan TKP
Polda Jatim Segel Ruang Pelayanan, Pengurus Tak Mau Umat Jadi Korban
Cekcok Saat Pesta Tuak Berujung Berdarah, Pria di Palang Bacok Pemilik Warung
36 Merek Rokok Ilegal Beredar di Tuban, Ribuan Batang Disita!

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 14:56 WIB

Terperosok ke Sumur Tua, Pemuda di Tuban Bertahan Hidup Semalaman

Jumat, 6 November 2026 - 14:43 WIB

Pengepul Solar Bersubsidi Ilegal Diamankan Polisi di Tuban

Jumat, 6 November 2026 - 11:06 WIB

Polemik TITD Kwan Sing Bio Tuban Kembali Ke Ruang DPRD

Rabu, 4 November 2026 - 18:34 WIB

Saling Klaim Legalitas Pengelolaan Kwan Sing Bio Tuban

Selasa, 3 November 2026 - 18:58 WIB

Polda Jatim Segel Ruang Pelayanan, Pengurus Tak Mau Umat Jadi Korban

Berita Terbaru

Gedung Satreskrim Polresta Tuban (gambar : Assa Annazili)

Hukum Kriminal

Pengepul Solar Bersubsidi Ilegal Diamankan Polisi di Tuban

Jumat, 6 Nov 2026 - 14:43 WIB

Suasana Gedung DPRD Tuban saat dilakukan hearing kasus Klenteng Kwan Sing Bio Tuban (gambar : Assa Annazili)

Daerah

Polemik TITD Kwan Sing Bio Tuban Kembali Ke Ruang DPRD

Jumat, 6 Nov 2026 - 11:06 WIB

Suasana di Klenteng Kwan Sing Bio Tuban saat adanya olah TKP dari Polda Jatim (gambar : Assa Annazili)

Daerah

Saling Klaim Legalitas Pengelolaan Kwan Sing Bio Tuban

Rabu, 4 Nov 2026 - 18:34 WIB

Banner Liputansatu
Banner Liputansatu
Banner Liputansatu