Hari Kelima Pencarian, Nelayan Tuban yang Hilang Belum Ditemukan

- Reporter

Senin, 15 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim SAR gabungan melakukan penyisiran di perairan utara Tuban dalam upaya mencari nelayan asal Desa Bulujowo, Kecamatan Bancar, yang dilaporkan hilang saat melaut dan belum ditemukan hingga hari kelima pencarian, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tim SAR gabungan melakukan penyisiran di perairan utara Tuban dalam upaya mencari nelayan asal Desa Bulujowo, Kecamatan Bancar, yang dilaporkan hilang saat melaut dan belum ditemukan hingga hari kelima pencarian, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban – Memasuki hari kelima operasi pencarian, nelayan asal Desa Bulujowo, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, yang dilaporkan hilang saat melaut masih belum berhasil ditemukan. Tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran intensif dengan memperluas area pencarian hingga memasuki wilayah perairan Jawa Tengah.
Hingga Senin (15/06/2026) sore, petugas belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun perahu yang digunakan saat melaut.

Tim SAR Perluas Pencarian hingga Perairan Jawa Tengah

Koordinator Unit Siaga SAR Lamongan Basarnas Surabaya, Mukh Fakhruddin Arrazi, mengatakan area pencarian terus diperluas seiring belum ditemukannya petunjuk keberadaan korban.
Menurutnya, penyisiran kini tidak hanya dilakukan di sekitar lokasi awal korban diduga hilang, tetapi juga telah menjangkau wilayah perairan Jawa Tengah.
“Area pencarian dari titik jatuh terus kami perluas ke arah barat, bahkan sudah memasuki kawasan perairan Jawa Tengah,” ujar Fakhruddin saat dikonfirmasi.
Perluasan area pencarian dilakukan dengan mempertimbangkan kemungkinan pergerakan korban maupun perahu akibat pengaruh arus laut selama beberapa hari terakhir.

Cuaca Mendukung, Penyisiran Terus Dimaksimalkan

Fakhruddin menjelaskan kondisi cuaca selama proses pencarian berlangsung relatif mendukung.
Situasi tersebut dimanfaatkan tim SAR gabungan untuk mengoptimalkan penyisiran sejak pagi hingga sore hari dengan harapan dapat segera menemukan korban.
Meski demikian, luasnya wilayah laut yang harus disisir menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan.
Karena itu, pencarian tidak hanya difokuskan pada titik awal korban diduga hilang, melainkan juga mengikuti potensi pergerakan korban yang terbawa arus laut.
“Kondisi cuaca cukup baik selama beberapa hari terakhir sehingga proses pencarian dapat berjalan maksimal,” jelasnya.

Operasi SAR Dijadwalkan Berlangsung Tujuh Hari

Sesuai prosedur yang berlaku di Basarnas, operasi pencarian korban hilang di laut dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari sejak laporan diterima.
Tim SAR gabungan memastikan upaya pencarian akan terus dilakukan hingga batas waktu tersebut dengan harapan korban dapat segera ditemukan.
“Pencarian akan terus kami lanjutkan sampai hari ketujuh apabila korban belum ditemukan. Kami juga memohon doa dari masyarakat agar korban segera ditemukan,” katanya.

Nasib Operasi Akan Dievaluasi Setelah Hari Ketujuh

Terkait kemungkinan penghentian operasi setelah tujuh hari pencarian, Fakhruddin menegaskan keputusan tersebut akan ditentukan setelah dilakukan evaluasi oleh pimpinan Basarnas.
Menurutnya, sesuai standar operasional prosedur (SOP), operasi pencarian dapat ditutup apabila dinilai sudah tidak efektif untuk dilanjutkan. Namun keputusan akhir tetap mempertimbangkan berbagai faktor hasil evaluasi di lapangan.
“Setelah hari ketujuh nanti akan dilakukan evaluasi terlebih dahulu oleh pimpinan, apakah operasi akan dilanjutkan atau resmi ditutup,” pungkasnya.

Hilang Saat Mencari Ikan di Perairan Brondong

Sebelumnya, Solikin (40), nelayan asal Desa Bulujowo, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, dilaporkan hilang saat mencari ikan di perairan Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan.
Sebelum laporan diteruskan ke Basarnas, rekan-rekan korban sempat melakukan pencarian secara mandiri di sekitar perairan Tuban. Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil karena minimnya petunjuk dan keterbatasan peralatan.
Untuk mempercepat proses pencarian, informasi mengenai ciri-ciri perahu korban juga telah disebarluaskan kepada jaringan rukun nelayan di sepanjang pesisir Tuban hingga Rembang.
Langkah tersebut diharapkan dapat membantu apabila ada nelayan maupun kapal yang melintas dan menemukan tanda-tanda keberadaan korban di tengah laut.
Hingga hari kelima pencarian, harapan keluarga dan tim SAR masih sama, yakni agar korban dapat segera ditemukan. Sementara itu, operasi pencarian akan terus dilanjutkan dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia hingga batas waktu yang telah ditentukan. (Az)

Berita Terkait

Gedung Permanen Rampung, Sekolah Rakyat Tuban Mulai Tahun Ajaran Baru dengan 256 Siswa
Janji Tinggal Janji, Warga Socorejo Blokade Pelabuhan SIG Tuban
Kemarau Panjang, Warga Gunung Putri Situbondo Jalan Kaki 5 Kilometer Cari Air Bersih
Ratusan Warga Tuban Nikmati Layanan Kesehatan Gratis, SBI Jangkau 16 Desa
Bank Jatim Kembali Tegaskan Komitmen Dukung Pembangunan Tuban, Salurkan CSR di Festival Mangrove Jatim X
PT SIG Mangkir dari Audiensi DPRD Tuban, Keluhan Debu Warga Belum Temui Solusi
Khofifah Tinjau Sekolah Rakyat Tuban, Enggan Komentari Pembangunan Yang Belum Rampung
Diduga Cemari Udara, Kepulan Asap Hitam di Kawasan Industri Tuban Dikeluhkan Warga

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:12 WIB

Gedung Permanen Rampung, Sekolah Rakyat Tuban Mulai Tahun Ajaran Baru dengan 256 Siswa

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:01 WIB

Janji Tinggal Janji, Warga Socorejo Blokade Pelabuhan SIG Tuban

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:36 WIB

Kemarau Panjang, Warga Gunung Putri Situbondo Jalan Kaki 5 Kilometer Cari Air Bersih

Kamis, 30 Juli 2026 - 06:41 WIB

Bank Jatim Kembali Tegaskan Komitmen Dukung Pembangunan Tuban, Salurkan CSR di Festival Mangrove Jatim X

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:23 WIB

PT SIG Mangkir dari Audiensi DPRD Tuban, Keluhan Debu Warga Belum Temui Solusi

Berita Terbaru