The Coastal Bloom Tuban: Festival Seni, Yoga, dan Fotografi yang Menggugah Ruang Kreatif di Pantai Cemara

- Reporter

Minggu, 20 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

The Coastal Bloom Tuban: Festival Seni, Yoga, dan Fotografi yang Menggugah Ruang Kreatif di Pantai Cemara,(Aji Swasto/Liputansatu.id).

The Coastal Bloom Tuban: Festival Seni, Yoga, dan Fotografi yang Menggugah Ruang Kreatif di Pantai Cemara,(Aji Swasto/Liputansatu.id).

Ruang Kolaborasi Seni dan Alam di Tepi Pantai

Tuban – Ratusan orang memadati kawasan Pantai Cemara, Tuban, Jawa Timur, pada Sabtu, 19 Juli 2025, dalam gelaran kreatif bertajuk The Coastal Bloom. Acara ini diselenggarakan oleh komunitas kreatif Jurnal Papar, yang sukses menyatukan beragam elemen seni dalam satu ruang terbuka yang memadukan keindahan alam dengan eksplorasi artistik.
Mengusung tema Eclectric Tuban, The Coastal Bloom bukan sekadar pameran biasa. Ia menjelma menjadi perayaan lintas disiplin yang menggabungkan pameran karya seni, instalasi fotografi, pertunjukan busana, hingga yoga di tepi pantai. Suasana santai berpadu dengan nuansa kontemplatif, menjadikan acara ini magnet baru bagi pelaku kreatif maupun masyarakat umum.

Karya Mahasiswa dan Komunitas Lokal Ramaikan Panggung Kreatif

Bertempat di D’Cemara Cafe & Resto, pameran ini menampilkan karya-karya mahasiswa Desain Komunikasi Visual Institut Teknologi Bisnis Tuban, Komunitas Fotografi Indonesia Tuban, serta perancang dan seniman lokal. Salah satu daya tarik utama adalah instalasi fotografi berpadu grafis dan seni tekstil yang membentang di ruang terbuka, langsung menghadap semilir angin pantai.

“Pamerannya unik. Ini bukan hanya soal karya, tapi juga bagaimana kita diajak merasakan suasana kreatif yang hidup,” kata Selkya, pengunjung asal Palang, Tuban.

Yoga di Tepi Laut: “Sunset Flow” yang Menenangkan Jiwa

Tak hanya visual, pengunjung juga diajak terlibat dalam pengalaman spiritual lewat sesi yoga terbuka bertema Sunset Flow yang dipandu instruktur dari Flower Yoga Tuban. Sebanyak 19 peserta tampak mengikuti dengan khidmat sesi senja yang menyatu dengan suara debur ombak.

“Ini pengalaman pertama saya yoga di pantai. Rasanya menenangkan sekali,” ungkap Ita, salah satu peserta.

Busana dan Identitas Lokal: Gaun Instalatif Penuh Cerita

Di antara karya-karya yang mencuri perhatian adalah tiga instalasi busana dari desainer lokal, Kharisma. Koleksi bertajuk “Ningsih”, “Thousand Benefit”, dan “Blue Jewel Lotus” menampilkan eksplorasi narasi tentang perempuan, kekayaan alam Tuban, hingga filosofi budaya Tionghoa.

“Busana-busana ini tidak hanya indah, tapi punya makna simbolik yang kuat. Ini seperti membaca puisi lewat kain,” ujar seorang pengunjung.

Diskusi dan Apresiasi: Membangun Ruang Kreatif Alternatif

Selain pameran dan pertunjukan, acara ini juga membuka sesi diskusi santai bertema seni, fotografi, dan gaya hidup bersama komunitas Navagreen. Diskusi ini menjadi ajang tukar gagasan antara pengunjung dan pelaku kreatif lokal.

“Acara seperti ini langka dan harus sering dibuat. Bisa jadi pionir ruang diskusi dan apresiasi seni di Tuban,” kata Engki Anom Suseno, seorang pengacara yang hadir sebagai pengunjung.

Ruang Kreatif Daerah yang Tumbuh dari Inisiatif Komunitas

Menurut Emha, selaku Art Director pameran, konsep terbuka menjadi kekuatan utama acara ini. Meski cuaca sempat tak bersahabat, pengunjung tetap datang dan memenuhi area kegiatan.

“Angin cukup kencang, tapi justru memberi sensasi alami. Banyak yang datang bahkan sampai kehabisan tempat duduk,” ujarnya.

Pihak penyelenggara, Jurnal Papar, menekankan bahwa The Coastal Bloom bukan hanya ajang pamer karya, melainkan ruang belajar yang inklusif dan partisipatif. Kegiatan ini membuktikan bahwa ruang alternatif untuk berkarya, berdiskusi, dan merayakan kreativitas bisa tumbuh di daerah, bukan hanya monopoli kota besar.

Energi Baru bagi Ekosistem Kreatif Tuban

The Coastal Bloom telah memberikan semangat baru bagi geliat kesenian dan kreativitas di Tuban. Melalui keberanian untuk menampilkan seni dalam format terbuka dan kolaboratif, acara ini memberi harapan baru bagi tumbuhnya ekosistem kreatif berbasis komunitas dan keberagaman ekspresi.
Dengan respon positif dari publik, besar harapan acara serupa bisa menjadi agenda tahunan yang memperkuat identitas budaya dan potensi lokal Tuban di pentas seni yang lebih luas.(Aj)

Editor : Mukhyidin Khifdhi

Berita Terkait

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban
Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat
Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026
Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan
Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo
Kasus Burung Cendet Baluran: Kakek Masir Bebas Setelah 5 Bulan 20 Hari Ditahan
Alih Fungsi KUD Jadi Dapur MBG di Senori Disorot, Pemerintah Desa dan Forkopimcam Mengaku Tak Tahu
Sesosok Mayat Mr X Ditemukan Mengapung di Sungai Sampean Lama Situbondo

Berita Terkait

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:55 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:03 WIB

Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 07:54 WIB

Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:45 WIB

Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:06 WIB

Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo

Berita Terbaru

Pembeli solar bersubsidi menggunakan drum 200 liter diduga tanpa surat rekom dan abaikan konsumen kendaraan pribadi, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Jan 2026 - 23:55 WIB

Advertisement
Promo Shopee