Tiga Korban Luka, Kasus Dugaan Penganiayaan di SPBU Parengan Masuk Polres Tuban

- Reporter

Senin, 9 Februari 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Oknum pegawai Kecamatan diduga aniaya petugas SPBU Parengan, (CCTV SPBU/Liputansatu.id).

Tuban – Keributan disertai dugaan penganiayaan terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Parengan, Kabupaten Tuban, pada Sabtu malam (07/02/2026).
Seorang oknum pegawai Kecamatan Parengan berinisial J, yang diketahui bertugas di bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) sekaligus sopir pribadi camat, diduga melakukan aksi kekerasan terhadap sejumlah karyawan SPBU.
Insiden berlangsung sekitar pukul 18.45 WIB di SPBU Jalan Cokrokusumo Parengan–Bojonegoro, tepatnya di Desa Parangbatu.

Berawal dari Antrean Pengisian BBM

Menurut keterangan saksi di lokasi, saat kejadian terdapat sepeda motor matic yang lebih dahulu mengantre di jalur pengisian BBM jenis Pertamax.
Mobil pelaku berada tepat di belakang kendaraan tersebut dengan posisi parkir yang disebut tidak sempurna.
Tanpa alasan yang jelas, pelaku tiba-tiba turun dari mobil dan menghampiri operator SPBU bernama Ferdi, yang saat itu tengah melakukan pengecekan stok BBM menggunakan deepstick manual.
Setelah Ferdi menyelesaikan pelayanan terhadap kendaraan roda dua yang lebih dulu mengantre, ia justru mendapat perlakuan kasar.
“Posisi saya sedang melayani motor yang antre, tiba-tiba rambut saya dijambak tanpa tahu sebabnya,” ujar Ferdi, Minggu (08/02/2026).

Mandor dan Operator Jadi Korban Pemukulan

Aksi tersebut disaksikan Mandor SPBU Ali Nasroh yang berupaya melerai sambil menanyakan penyebab keributan.
Namun pelaku justru memukul perut mandor sembari melontarkan ancaman bernada arogan, “kowe ra weruh sopo aku” (kamu tidak tahu siapa saya).
Pelaku bahkan disebut mencoba melayangkan pukulan kedua, tetapi berhasil dihindari korban.
Keributan semakin memanas ketika operator lain, Prasojo, datang untuk membantu melerai.
Alih-alih meredakan situasi, Prasojo justru menjadi sasaran pemukulan di bagian wajah hingga terjatuh, lalu kembali dipukul di bagian hidung hingga mengalami pendarahan.
“Selain dipukul, kaki Pak Prasojo juga diinjak. Akibatnya korban harus dirawat di rumah sakit,” ungkap mandor SPBU lainnya, Agus.
Hingga Minggu, Prasojo masih menjalani perawatan dan belum dapat kembali bekerja.

Korban Bertambah, Pelaku Tinggalkan Lokasi

Korban lain, Riswadi, yang bertugas sebagai tukang kebun SPBU, turut menjadi sasaran saat berusaha melerai.
Berdasarkan rekaman CCTV, pelaku kembali melayangkan pukulan ke arah pipi kiri Riswadi hingga menyebabkan pembengkakan.
Setelah diduga melakukan kekerasan terhadap sejumlah karyawan, pelaku langsung meninggalkan lokasi menggunakan mobil tanpa menunjukkan itikad baik.

Korban Lapor Polisi, Kasus Naik ke Polres Tuban

Atas peristiwa tersebut, para korban resmi melaporkan dugaan penganiayaan ke Polsek Parengan untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.
Camat Parengan Darmadin Noor membenarkan adanya insiden yang melibatkan staf PMD sekaligus sopir pribadinya.
Ia mengaku baru mengetahui kejadian tersebut pada Minggu pagi dan menyatakan akan menempuh jalur kekeluargaan.
“Saya baru mendapat informasi pagi ini. Kejadian di SPBU kemarin sudah saya konfirmasi kepada yang bersangkutan dan akan diselesaikan secara kekeluargaan,” ujarnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tuban AKP Bobby Wirawan Wicaksono Elsam saat dikonfirmasi Liputansatu.id (09/02/2026) membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan tersebut.
Pihaknya menyebut perkara baru dilimpahkan dari Polsek Parengan dan akan segera ditindaklanjuti.
“Kasusnya baru dilimpahkan kepada kami dan akan segera ditindaklanjuti,” pungkasnya.
(Az)

Editor : Kief

Berita Terkait

Internet Desa Dikeluhkan, DPRD Tuban Pertemukan Pemdes dengan Icon Plus
DPRD Tuban Soroti Permasalahan Bantuan Pangan
Yayasan Nandur Becik Gandeng BNI Edukasi Warga Tulungagung Soal Keamanan Transaksi Digital
270 Gerai KDKMP di Tuban Tanpa PBG
Polresta Tuban Terkesan Tutup Mata Kasus Laka SR
Bapanas Sidak Pasar Tuban : Untung Tipis, Pasokan Pedagang Bergeser ke Lamongan
Kebakaran di Klotok Tuban : Remaja 13 Tahun Alami Luka Bakar 85 Persen
Tragis! Pemuda Meninggal Usai Senggol Rombongan Tongklek di Tuban

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:48 WIB

Internet Desa Dikeluhkan, DPRD Tuban Pertemukan Pemdes dengan Icon Plus

Rabu, 23 September 2026 - 17:14 WIB

DPRD Tuban Soroti Permasalahan Bantuan Pangan

Rabu, 23 September 2026 - 09:55 WIB

Yayasan Nandur Becik Gandeng BNI Edukasi Warga Tulungagung Soal Keamanan Transaksi Digital

Rabu, 23 September 2026 - 09:12 WIB

270 Gerai KDKMP di Tuban Tanpa PBG

Selasa, 22 September 2026 - 21:00 WIB

Bapanas Sidak Pasar Tuban : Untung Tipis, Pasokan Pedagang Bergeser ke Lamongan

Berita Terbaru

Daerah

DPRD Tuban Soroti Permasalahan Bantuan Pangan

Rabu, 23 Sep 2026 - 17:14 WIB

Daerah

270 Gerai KDKMP di Tuban Tanpa PBG

Rabu, 23 Sep 2026 - 09:12 WIB

Exit mobile version