Tingginya Kasus Hipertensi di Tuban Dipicu Gaya Hidup dan Pola Makan

- Reporter

Rabu, 12 Maret 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKP2KB) Tuban, Esti Surahmi,(Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban – Pola makan yang kurang sehat dan gaya hidup masyarakat Tuban menjadi faktor utama tingginya angka penderita tekanan darah tinggi ( Hipertensi) di wilayah ini. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKP2KB) Tuban, Esti Surahmi.

Berdasarkan laporan Tuban Dalam Angka 2024 yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tuban, hipertensi atau essential hypertension menjadi penyakit dengan jumlah penderita tertinggi, mencapai 13,79 persen dari total populasi. Di posisi kedua, terdapat nyeri otot atau myalgia dengan 13,61 persen, sementara diabetes mellitus menempati peringkat ketiga dengan 9,74 persen.

Penyebab Utama Hipertensi di Tuban

Menurut Esti, kebiasaan konsumsi makanan tinggi kolesterol, kurangnya aktivitas fisik, serta kualitas tidur yang buruk menjadi pemicu utama hipertensi. “Tekanan darah tinggi disebabkan oleh penurunan fungsi jantung dan munculnya plak di pembuluh darah, yang akhirnya meningkatkan tekanan darah,” jelasnya saat ditemui LiputanSatu.id di kantornya.

Ia juga menegaskan bahwa hipertensi bukanlah penyakit bawaan atau genetik. Faktor utama yang berkontribusi adalah pola makan tidak sehat, kurangnya waktu istirahat, serta stres. “Stres dapat mengganggu fungsi hormon dan sistem saraf, yang akhirnya berdampak pada sistem peredaran darah,” tambahnya.

Baca juga: Keluarga Pasien Keluhkan Pelayanan RSUD dr Koesma Tuban, Ini Respons Direktur

Baca juga: Manfaat Bersepeda di Kota: Solusi Sehat dan Ramah Lingkungan

Hipertensi Rentan Menyerang Usia Produktif

Lebih lanjut, Esti mengungkapkan bahwa hipertensi kini tidak hanya menyerang usia lanjut, tetapi juga usia produktif, bahkan mulai dari 25 hingga 35 tahun. “Banyak anak muda yang sering begadang, minum kopi berlebihan, dan memiliki pola makan yang tidak sehat, sehingga meningkatkan risiko darah tinggi,” ungkapnya.

Untuk mencegah hipertensi, masyarakat dihimbau untuk melakukan cek kesehatan rutin, menghindari rokok, berolahraga secara teratur, menerapkan pola makan seimbang, tidur yang cukup, serta mengelola stres dengan baik. Dengan langkah pencegahan ini, risiko tekanan darah tinggi dan penyakit terkait dapat dikurangi secara signifikan.

Tingginya kasus hipertensi di Tuban menjadi perhatian serius, terutama karena banyaknya penderita di usia produktif. Dengan menerapkan pola hidup sehat dan menjaga keseimbangan antara aktivitas dan istirahat, masyarakat dapat mengurangi risiko terkena penyakit ini.(Az)

Editor : Mukhyidin Khifdhi

Berita Terkait

Kasus Pembunuhan PR di Singgahan Tuban Yang Sempat Gegerkan Warga Akhirnya Diputus Pengadilan
Gembleng Fisik dan Mental Pemuda, SAKA Polsek Merakurak Gelar Longmarch JALABHASKARA
PN Tuban Tegaskan Putusan NO Belum Sentuh Pokok Sengketa TITD Kwan Sing Bio
Dugaan Mafia Pengadaan Sekam Padi Bayangi Program Energi Hijau SIG Tuban
Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang
Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban
Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat
Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat

Berita Terkait

Senin, 12 Januari 2026 - 17:44 WIB

Kasus Pembunuhan PR di Singgahan Tuban Yang Sempat Gegerkan Warga Akhirnya Diputus Pengadilan

Senin, 12 Januari 2026 - 16:23 WIB

Gembleng Fisik dan Mental Pemuda, SAKA Polsek Merakurak Gelar Longmarch JALABHASKARA

Senin, 12 Januari 2026 - 16:04 WIB

PN Tuban Tegaskan Putusan NO Belum Sentuh Pokok Sengketa TITD Kwan Sing Bio

Minggu, 11 Januari 2026 - 18:42 WIB

Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:55 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Berita Terbaru

Advertisement
Exit mobile version