Tuban – Kecelakaan maut terjadi di jalur Plumpang, Kabupaten Tuban, tepatnya di Desa Trutup, Senin sore (16/06/2025). Seorang pemotor bernama Ahmad Sofil Murod (33) asal Bojonegoro, tewas mengenaskan setelah sepeda motor yang dikendarainya terlibat dalam tabrakan beruntun dengan truk tangki milik PT Pertamina dan kendaraan lainnya.
Kronologi Kejadian: Truk Tangki Oleng, Tabrakan Beruntun Tak Terhindarkan
Menurut keterangan saksi dan salah satu pengemudi yang terlibat, Mujiko (55), warga Desa Powan, Kecamatan Plumpang, kejadian bermula saat ia sedang mengemudikan truk dump bernomor polisi L 8789 US dari arah barat sambil mengangkut batu kerikil.
“Saat melintas di lokasi kejadian, tiba-tiba dari arah berlawanan mobil tangki Pertamina W 8715 UK oleng dan membanting stir ke kanan. Saya reflek banting stir ke kiri agar menghindar,” ungkapnya kepada petugas.
Namun nahas, pengendara motor Ahmad Sofil Murod, yang saat itu berada tepat di belakang truk tangki, tidak sempat menghindar dan langsung menabrak bagian belakang kendaraan tersebut.
Korban Jiwa dan Luka Akibat Kecelakaan: Satu Tewas, Tiga Terluka
Ahmad yang mengendarai sepeda motor Honda SupraX dengan nopol S 4310 FP berboncengan dengan Dwi Handoko (33), warga Desa Sukosari, Kecamatan Soko, Tuban. Tabrakan tersebut membuat Ahmad meninggal dunia di tempat, sementara Handoko mengalami luka serius.
Tak hanya itu, pengendara lain bernama Andafani (27), perempuan asal Desa Banjaragung, Kecamatan Rengel, yang melaju dengan motor Honda Beat S 5808 EK, juga menabrak truk tangki yang sebelumnya sudah terlibat tabrakan, dan turut mengalami luka-luka.
Penyelidikan Polisi: Sopir Truk Tangki Diduga Kurang Konsentrasi
Kanit Gakkum Satlantas Polres Tuban, Iptu Eko Sulistyo, membenarkan insiden tersebut. Ia menyatakan bahwa kecelakaan terjadi akibat kurang konsentrasinya pengemudi truk tangki Pertamina, yakni Rakha Alfian Firman Hakim (27), warga Kelurahan Kutorejo, Kecamatan Tuban.
“Penyebab utama kecelakaan adalah kurangnya konsentrasi pengendara truk tangki. Saat ini korban luka sedang dirawat, dan kerugian materi diperkirakan mencapai Rp15 juta,” ujarnya.(Az)
Editor : Mukhyidin Khifdhi