Tragis! Satu Keluarga Pengantar Jamaah Umrah Asal Tuban Tewas dalam Kecelakaan Maut

- Reporter

Kamis, 10 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bus yang terlibat kecelakaan maut yang menewaskan satu keluarga asal Tuban,(Aji Swasto/Liputansatu.id).

Bus yang terlibat kecelakaan maut yang menewaskan satu keluarga asal Tuban,(Aji Swasto/Liputansatu.id).

Tuban – Kecelakaan tragis terjadi di Jalan Raya Desa Duduksampeyan, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik, pada Kamis pagi (09/04/2025). Sebuah mobil Isuzu Panther yang membawa rombongan keluarga pengantar jamaah umrah terlibat tabrakan maut hingga mengakibatkan seluruh penumpangnya meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).

Informasi yang dihimpun Liputansatu.id menyebutkan, mobil berpelat nomor DK 1157 FCL itu mengangkut tujuh orang penumpang, termasuk satu calon jamaah umrah. Ketujuh korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara dua orang dari kendaraan lain—sopir dan kernet bus—mengalami luka-luka.

Kepala Desa Tuwiri Wetan, Widji Santoso, membenarkan bahwa para korban merupakan warganya yang berdomisili di Dusun Kedungsari, RT 001/RW 004. Ia mengaku menerima informasi awal dari pihak Polsek Merakurak.

“Kami mendapatkan informasi awal dari pihak kepolisian, dan benar, yang mengalami kecelakaan itu merupakan warga kami,” ujar Widji saat ditemui di rumah duka.

Adapun identitas ketujuh korban meninggal dunia adalah:

  1. Akmad Basuki (49)
  2. Besar (66)
  3. Muhammad Al Fatih (3)
  4. Hafiz Gandawiharja (17)
  5. Muhammad Aqib (26)
  6. Wiwik Sunarti (43)
  7. Lis likah (54)

Sementara itu, dua korban luka-luka dari bus bernomor polisi S 7707 UA adalah Suwarno (46), sopir bus, dan Khoirul Anam, kernet.

Seluruh korban dibawa ke RSUD Ibnu Sina Gresik. Jenazah kini dalam proses pemulangan ke rumah duka, sementara korban luka-luka menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Widji menambahkan, ketujuh korban yang meninggal merupakan satu keluarga besar. “Saat ini masih menunggu proses pemulangan. Jenazah akan dimakamkan di pemakaman umum desa,” pungkasnya.(Aj)

Editor : Mukhyidin Khifdhi

Berita Terkait

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban
Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat
Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026
Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan
Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo
Kasus Burung Cendet Baluran: Kakek Masir Bebas Setelah 5 Bulan 20 Hari Ditahan
Alih Fungsi KUD Jadi Dapur MBG di Senori Disorot, Pemerintah Desa dan Forkopimcam Mengaku Tak Tahu
Sesosok Mayat Mr X Ditemukan Mengapung di Sungai Sampean Lama Situbondo

Berita Terkait

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:55 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:03 WIB

Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 07:54 WIB

Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:45 WIB

Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:06 WIB

Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo

Berita Terbaru

Pembeli solar bersubsidi menggunakan drum 200 liter diduga tanpa surat rekom dan abaikan konsumen kendaraan pribadi, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Jan 2026 - 23:55 WIB

Advertisement
Promo Shopee