Warga Berebut SKCK untuk PPPK, Polres Situbondo Perpanjang Jam Layanan

- Reporter

Selasa, 16 September 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Para petugas saat melakukan pelayanan pembuatan SKCK untuk PPPK di SPKT Polres Situbondo, (Foto: Fia/Liputansatu.id).

SITUBONDO – Lonjakan pemohon Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) terjadi di Polres Situbondo sejak awal pekan ini. Fenomena ini dipicu oleh tahap pengisian Daftar Riwayat Hidup (DRH) bagi calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu, yang mewajibkan lampiran SKCK sebagai syarat administrasi.

Kasat Intelkam Polres Situbondo, Iptu Danny Prastiyansyah, mengungkapkan peningkatan jumlah pemohon mencapai puncaknya dalam tiga hari terakhir.

“Memang ada lonjakan signifikan, tapi masyarakat tidak perlu khawatir. Ketersediaan blanko SKCK aman,” tegasnya kepada Liputansatu.id, Selasa (16/9/2025).

Menurut data Polres, jumlah blanko SKCK yang tersedia mencapai 20.000 lembar, sementara jumlah usulan PPPK paruh waktu di Kabupaten Situbondo hanya sekitar 5.886 orang.

“Artinya stok jauh lebih banyak daripada kebutuhan, jadi tidak perlu panik atau berebut antrean,” jelas Dany.

Ia juga meluruskan miskonsepsi di masyarakat yang menganggap semua pengurusan SKCK harus dilakukan di Polres.

“Yang wajib ke Polres itu hanya SKCK online untuk proses cetak. Sedangkan SKCK manual bisa langsung diurus di Polsek sesuai domisili KTP. Jadi warga Besuki, Banyuputih, dan daerah lain tidak perlu datang jauh-jauh ke kota,” ujarnya.

Sebagai antisipasi melonjaknya antrean menjelang batas akhir pengurusan DRH pada 22 September 2025, Polres Situbondo juga menyiapkan langkah pelayanan ekstra.

“Jam pelayanan akan diperpanjang hingga sore sesuai kebutuhan. Tujuannya agar semua masyarakat yang membutuhkan bisa terlayani,” tambahnya.

Dengan kebijakan ini, Polres berharap masyarakat lebih tenang, menghindari penumpukan antrean di menit-menit terakhir, dan tetap mendapatkan pelayanan prima. (Fia).

Editor : Mukhyidin Kifdhi

Berita Terkait

Rencana Giant Sea Wall Jatim Dikritik, Akademisi: Solusi Instan Berisiko Rusak Ekosistem Pesisir
Blokade Gate 3 SIG Tuban Berlanjut, Disnakerin Sebut Terkendala Tender Belum Final
Perempuan Tanpa Identitas Tewas di Depan DPRD Tuban, Diduga Terabaikan Sistem Sosial
Hakim Wasmat Sidak Rutan Situbondo, Pastikan Hak Narapidana Terpenuhi
Tuntut Kepastian, Buruh Blokade Gate 3 SIG Tuban Berlangsung Hingga Malam
IKU Tuban Turun Gegara PM2.5, Target Lingkungan 2025 Meleset Meski Air dan Lahan Surplus
Petani di Tuban Meninggal Mendadak Saat Panen Kacang, Sempat Tersungkur di Ladang
Warga Socorejo Tolak Perpanjangan SHGB Pelabuhan SIG, Soroti Minim Transparansi dan Dampak Lingkungan

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 17:31 WIB

Rencana Giant Sea Wall Jatim Dikritik, Akademisi: Solusi Instan Berisiko Rusak Ekosistem Pesisir

Selasa, 5 Mei 2026 - 17:22 WIB

Blokade Gate 3 SIG Tuban Berlanjut, Disnakerin Sebut Terkendala Tender Belum Final

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:09 WIB

Perempuan Tanpa Identitas Tewas di Depan DPRD Tuban, Diduga Terabaikan Sistem Sosial

Selasa, 5 Mei 2026 - 11:23 WIB

Hakim Wasmat Sidak Rutan Situbondo, Pastikan Hak Narapidana Terpenuhi

Selasa, 5 Mei 2026 - 06:28 WIB

Tuntut Kepastian, Buruh Blokade Gate 3 SIG Tuban Berlangsung Hingga Malam

Berita Terbaru

Advertisement
Exit mobile version