Warga Keluhkan Takaran BBM di SPBU Jenu, Pertamina Siap Lakukan Pengecekan

- Reporter

Jumat, 14 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SPBU 53.623.22 Dusun Krajan, Desa Jenu, Kecamatan Jenu, Tuban ,(Assayid Annazili/Liputansatu.id).

SPBU 53.623.22 Dusun Krajan, Desa Jenu, Kecamatan Jenu, Tuban ,(Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban – Sejumlah warga mengeluhkan dugaan ketidaksesuaian takaran BBM di SPBU 53.623.22 yang berlokasi di Dusun Krajan, Desa Jenu, Kecamatan Jenu. Pasalnya, jumlah takaran BBM keluar di dispenser SPBU tersebut diduga melebihi kapasitas tangki kendaraan pembeli.

Salah seorang pengguna kendaraan yang enggan disebutkan namanya mengaku mengalami kejanggalan saat mengisi BBM jenis Pertalite. Ia menyebut tangki motornya memiliki kapasitas maksimal 3,5 liter, namun saat mengisi hingga penuh, mesin pompa SPBU menunjukkan volume lebih dari 4 liter.

“Volume maksimal tangki motor saya hanya 3,5 liter, tapi angka di dispenser menunjukkan 4,2 liter. Ini sangat aneh,” keluhnya.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh Rudin, warga setempat. Ia membandingkan pengalaman mengisi BBM di SPBU tersebut dengan SPBU lain. Menurutnya, di SPBU lain, pembelian 1 liter Pertalite bisa membuat indikator bahan bakar di motornya naik dua bar, sedangkan di SPBU tersebut hanya naik satu bar.

Menanggapi hal ini, Kepala UPTD Metrologi Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan (Diskopumdag) Tuban, Yudi, menjelaskan bahwa pihaknya rutin melakukan tera dan tera ulang di setiap SPBU. Proses ini dilakukan dengan menggunakan gelas ukur untuk memastikan keakuratan volume BBM yang dikeluarkan.

“Jika masyarakat menemukan ketidaksesuaian takaran BBM, mereka bisa melapor ke kantor UPTD Metrologi,” ujar Yudi.

Sementara itu, Officer Communication & Relation PT Pertamina Patra Niaga, Mutiara Evy, mengatakan bahwa pihaknya baru menerima laporan terkait dugaan ini. Ia memastikan timnya akan segera melakukan pengecekan di SPBU yang bersangkutan.

“Kami akan melakukan pengukuran menggunakan bejana ukur. Jika ditemukan ketidaksesuaian, SPBU tersebut akan dikenakan sanksi,” tegas Mutiara Evy saat dikonfirmasi LiputanSatu.id pada Kamis (14/03/2025).

Hingga berita ini ditulis, pihak pengelola SPBU belum dapat dikonfirmasi. Saat wartawan mencoba meminta keterangan, seorang satpam bernama Afif menyebut bahwa pengawas SPBU, Raka, sedang berada di Surabaya.(Az)

Editor : Mukhyidin Khifdhi

Berita Terkait

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban
Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat
Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026
Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan
Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo
Kasus Burung Cendet Baluran: Kakek Masir Bebas Setelah 5 Bulan 20 Hari Ditahan
Alih Fungsi KUD Jadi Dapur MBG di Senori Disorot, Pemerintah Desa dan Forkopimcam Mengaku Tak Tahu
Sesosok Mayat Mr X Ditemukan Mengapung di Sungai Sampean Lama Situbondo

Berita Terkait

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:55 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:03 WIB

Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 07:54 WIB

Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:45 WIB

Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:06 WIB

Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo

Berita Terbaru

Pembeli solar bersubsidi menggunakan drum 200 liter diduga tanpa surat rekom dan abaikan konsumen kendaraan pribadi, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Jan 2026 - 23:55 WIB

Advertisement
Promo Shopee