WNA China Nekat Lompat dari Lantai Dua Hotel Ratna Tuban, Kini Dirawat di RSUD

- Reporter

Sabtu, 1 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WNA asal China alami luka serius setelah nekat lompat dari lantai dua Hotel Ratna, Tuban,(Assayid Annazili/Liputansatu.id).

WNA asal China alami luka serius setelah nekat lompat dari lantai dua Hotel Ratna, Tuban,(Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban – Seorang warga negara asing (WNA) asal China melakukan aksi nekat dengan melompat dari lantai dua Hotel Ratna di Kelurahan Ronggomulyo, Kecamatan Tuban, pada Kamis (27/2/2025) dini hari. Peristiwa ini menggegerkan pihak hotel dan warga sekitar yang mendengar suara benturan keras dari arah parkiran.

Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP Dimas Robin Alexander, membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi oleh LiputanSatu.id pada Jum’at (28/2/2025). Korban diketahui berinisial YW (32), pria asal Hubei, China, yang saat itu menginap di hotel tersebut seorang diri.

Menurut keterangan polisi, insiden ini terjadi sekitar pukul 01.30 WIB. Sebelum melompat, korban terlihat melakukan panggilan video dengan nada marah menggunakan ponselnya di dalam kamar hotel. Diduga, YW sedang mengalami tekanan emosional hingga nekat mengambil tindakan berbahaya tersebut.

“Korban kemudian melompat dari lantai dua dan jatuh mengenai kap mobil sebelum akhirnya tergeletak di tanah,” ungkap AKP Dimas.

Benturan keras saat tubuhnya menghantam mobil boks menyebabkan korban mengalami luka serius. Bahkan, setelah terjatuh, YW sempat membenturkan kepalanya ke bagian mobil tersebut sebelum akhirnya tak berdaya. Pihak hotel yang mengetahui kejadian itu segera menghubungi petugas kepolisian dan layanan medis untuk melakukan evakuasi.

Korban langsung dilarikan ke RSUD dr. R. Koesma Tuban guna mendapatkan perawatan intensif. Hingga saat ini, YW masih dirawat di rumah sakit dengan kondisi yang cukup memprihatinkan.

“Saat ini korban masih menjalani perawatan di RSUD. Tim medis menemukan adanya infeksi pada bagian lidah korban, namun belum bisa melakukan tindakan operasi karena belum ada pihak yang bertanggung jawab atas korban,” jelas AKP Dimas.

Pihak RSUD kini telah berkoordinasi dengan Imigrasi untuk membuat laporan resmi terkait kondisi korban. Surat resmi juga telah dikirimkan ke Konsulat China guna menentukan langkah lebih lanjut terkait perawatan serta status keberadaannya di Indonesia.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi lebih lanjut mengenai alasan pasti di balik tindakan nekat korban. Polisi masih terus melakukan penyelidikan lebih mendalam, termasuk memeriksa rekaman CCTV hotel serta meminta keterangan dari pihak-pihak terkait.(Az)

Editor : Mukhyidin khifdhi

Berita Terkait

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban
Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat
Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026
Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan
Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo
Kasus Burung Cendet Baluran: Kakek Masir Bebas Setelah 5 Bulan 20 Hari Ditahan
Alih Fungsi KUD Jadi Dapur MBG di Senori Disorot, Pemerintah Desa dan Forkopimcam Mengaku Tak Tahu
Sesosok Mayat Mr X Ditemukan Mengapung di Sungai Sampean Lama Situbondo

Berita Terkait

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:55 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:03 WIB

Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 07:54 WIB

Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:45 WIB

Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:06 WIB

Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo

Berita Terbaru

Pembeli solar bersubsidi menggunakan drum 200 liter diduga tanpa surat rekom dan abaikan konsumen kendaraan pribadi, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Jan 2026 - 23:55 WIB

Advertisement
Promo Shopee