Promo
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 1447 H 2026 M Pemerintah Kabupaten Tuban

Ledakan Diduga Serbuk Petasan di Situbondo Tewaskan Satu Orang, Polisi Libatkan Tim Gegana

- Reporter

Kamis, 19 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Gegana Satbrimob Polda Jawa Timur melakukan sterilisasi lokasi ledakan di Dusun Mimbo, Situbondo, sebelum proses olah TKP oleh kepolisian, (Fia Rahma/Liputansatu.id).

Tim Gegana Satbrimob Polda Jawa Timur melakukan sterilisasi lokasi ledakan di Dusun Mimbo, Situbondo, sebelum proses olah TKP oleh kepolisian, (Fia Rahma/Liputansatu.id).

Situbondo – Ledakan hebat yang diduga berasal dari serbuk petasan mengguncang Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Rabu (18/02/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Dentuman keras yang terdengar hingga radius cukup jauh itu langsung mengagetkan warga sekitar dan memicu kepanikan di lingkungan permukiman.
Bangunan rumah milik Kulsum (60) yang menjadi pusat ledakan dilaporkan ambruk rata dengan tanah akibat kuatnya daya ledak. Material bangunan berserakan, sementara beberapa warga yang berada di sekitar lokasi mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan berbeda.

Korban Jiwa dan Luka-Luka

Dalam peristiwa tragis tersebut, Supriyadi (50) dinyatakan meninggal dunia setelah tertimpa reruntuhan bangunan. Selain korban meninggal, enam orang lainnya mengalami luka bakar serius hingga patah tulang akibat dampak ledakan.
Enam korban yakni Samsul (22), Riko (25), Faiz (20), Fino (25), serta Kulsum (60) saat ini menjalani perawatan medis di RSUD Asembagus.
Sementara satu korban lain, Abdurrahman (15), harus dirujuk ke RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo karena mengalami luka bakar berat dengan tingkat keparahan mencapai sekitar 90 persen. Kondisi beberapa korban masih memerlukan penanganan intensif dari tim medis.

Polisi Libatkan Tim Gegana untuk Sterilisasi Lokasi

Kapolres dari Polres Situbondo, AKBP Bayu Anuwar Sidiqie, menyampaikan bahwa pihaknya segera meminta bantuan Tim Gegana Satuan Brimob dari Polda Jawa Timur guna melakukan sterilisasi lokasi sebelum proses olah tempat kejadian perkara (TKP) dilaksanakan.
Langkah tersebut diambil karena terdapat dugaan masih adanya sisa serbuk maupun bahan petasan lain di bawah reruntuhan bangunan yang berpotensi menimbulkan ledakan susulan. Aparat kepolisian pun memasang garis pengaman dan membatasi akses warga demi menjaga keselamatan.
“Personel telah mengamankan area. Kami belum dapat melakukan olah TKP karena keterbatasan kemampuan penanganan bahan peledak, sehingga meminta bantuan Tim Gegana untuk memastikan lokasi benar-benar aman,” ujarnya, Kamis (19/02/2026).

Temuan Awal di Lokasi Ledakan

Dari hasil pengamanan sementara, polisi menemukan sejumlah selongsong petasan berbahan kertas yang diduga berkaitan dengan sumber ledakan. Temuan tersebut memperkuat dugaan awal bahwa insiden dipicu oleh bahan petasan yang disimpan di dalam rumah.
Namun demikian, kepolisian menegaskan penyebab pasti ledakan masih menunggu hasil sterilisasi serta olah TKP lanjutan oleh tim ahli. Proses investigasi akan mencakup pemeriksaan saksi, analisis material sisa ledakan, serta penelusuran kemungkinan unsur kelalaian maupun pelanggaran hukum.

Penyelidikan Lanjutan dan Imbauan Kepolisian

Setelah lokasi dinyatakan aman oleh Tim Gegana, penyidik akan melanjutkan penyelidikan menyeluruh guna mengungkap kronologi lengkap serta faktor pemicu ledakan yang mengguncang warga Dusun Mimbo tersebut.
Kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyimpan maupun meracik bahan petasan secara sembarangan karena berisiko tinggi menimbulkan ledakan yang membahayakan jiwa. Edukasi terkait bahaya bahan peledak rumahan dinilai penting guna mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari. Aparat memastikan penanganan kasus akan dilakukan secara profesional hingga penyebab pasti insiden terungkap. (Az)

Editor : Kief

Berita Terkait

Pertamax Naik Rp3.950 per Liter, Warga Tuban Kini Harus Rogoh Kocek Lebih Dalam
Teror Ketuk Pintu di Melawi Viral, Polisi Ungkap Fakta Sebenarnya
Guru PPPK Paruh Waktu Datangi Disdikbud Melawi, Tuntut Kejelasan Gaji dan Dana BOS
Tenaga Outsourcing Perhutani Jatirogo Ditemukan Meninggal di Kawasan Hutan
Laut Keruh dan Dangkal, Nelayan Gadon Minta Penertiban Cucian Pasir Kuarsa Tuban
Pemkab Tuban Akui Kendala SDM Usai Temuan BPK Soal Pajak dan Retribusi
Polisi Bongkar Hoaks Pocong Jadi-jadian di BTN RSUD Melawi
Tangis Haru Keluarga Sambut Kepulangan 1.126 Jamaah Haji Tuban

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:22 WIB

Pertamax Naik Rp3.950 per Liter, Warga Tuban Kini Harus Rogoh Kocek Lebih Dalam

Selasa, 9 Juni 2026 - 23:57 WIB

Teror Ketuk Pintu di Melawi Viral, Polisi Ungkap Fakta Sebenarnya

Selasa, 9 Juni 2026 - 22:48 WIB

Guru PPPK Paruh Waktu Datangi Disdikbud Melawi, Tuntut Kejelasan Gaji dan Dana BOS

Selasa, 9 Juni 2026 - 22:38 WIB

Tenaga Outsourcing Perhutani Jatirogo Ditemukan Meninggal di Kawasan Hutan

Selasa, 9 Juni 2026 - 18:33 WIB

Laut Keruh dan Dangkal, Nelayan Gadon Minta Penertiban Cucian Pasir Kuarsa Tuban

Berita Terbaru

Dua warga memberikan keterangan di Polsek Kota Baru, Polres Melawi, terkait klarifikasi video viral dugaan teror ketuk pintu rumah warga di Kecamatan Tanah Pinoh, Kabupaten Melawi, (Nurul Hidayatullah/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Teror Ketuk Pintu di Melawi Viral, Polisi Ungkap Fakta Sebenarnya

Selasa, 9 Jun 2026 - 23:57 WIB

Advertisement
Promo Shopee
Berita Terbaru Hari Ini LiputanSatu.id
Ilustrasi LiputanSatu
Berita Tuban Terkini LiputanSatu.id
Gambar Berita LiputanSatu
Kabar Tuban Hari Ini - Klik Selengkapnya di LiputanSatu.id