TUBAN — Hari pertama bulan Muharram dalam kalender Hijriah atau yang dikenal sebagai bulan Suro dalam penanggalan Jawa diwarnai rentetan kecelakaan lalu lintas yang merenggut empat nyawa di Kabupaten Tuban, Rabu (17/6/2026).
Dalam kurun waktu kurang dari 24 jam, tiga peristiwa kecelakaan terjadi di lokasi berbeda. Selain empat korban meninggal dunia, dua orang lainnya mengalami luka berat dan masih menjalani perawatan intensif.
Rentetan peristiwa itu pun memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat yang mengaitkannya dengan kesakralan bulan Suro. Namun kepolisian menegaskan seluruh kecelakaan tersebut disebabkan oleh faktor kelalaian manusia, bukan karena faktor mistis maupun waktu tertentu.
Tiga Remaja Meninggal dalam Kecelakaan Dini Hari
Kecelakaan pertama terjadi di Jalan Wahidin Sudirohusodo pada dini hari. Tiga remaja yang mengendarai sepeda motor mengalami kecelakaan dengan kondisi yang mengakibatkan seluruhnya kehilangan nyawa.
Pejabat Sementara (Pjs.) Kanit Gakkum Satlantas Polres Tuban, IPTU Eko Sulistyo, mengatakan dua korban meninggal di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Korban diketahui masing-masing Aditya (15), warga Desa Pliwetan, Kecamatan Palang, Rafa (16), warga Desa Glondong, Kecamatan Palang, serta Daniel (14), warga Desa Pliwetan.
“Aditya dan Rafa meninggal di tempat kejadian, sedangkan Daniel sempat dilarikan ke rumah sakit sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia,” ujar IPTU Eko.
Dua Pengendara Kritis Usai Tabrak Truk
Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 08.00 WIB, kecelakaan kembali terjadi di ruas Jalan Merakurak-Kerek, Desa Tuwiri Kulon, Kecamatan Merakurak.
Sepeda motor yang dikendarai Wawan Santoso (45), warga Desa Kapur, Kecamatan Merakurak, dengan penumpang Gugun Waluyo (42), warga Kelurahan Mondokan, Kecamatan Tuban, menabrak truk yang dikemudikan Edo Santoso (37), warga Desa Pucangan, Kecamatan Montong.
Akibat benturan tersebut, kedua pengendara sepeda motor mengalami luka berat dan dalam kondisi kritis sehingga harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Petani Tewas Saat Mendahului di Jalur Menikung
Tragedi kembali terjadi pada siang hari sekitar pukul 14.00 WIB, masih di kawasan Tuwiri Kulon yang dikenal sebagai salah satu jalur rawan kecelakaan di Kabupaten Tuban.
Korban bernama Sarji (66), seorang petani asal Kecamatan Kerek, meninggal dunia setelah berusaha mendahului dump truck di jalan menikung.
Saat mengambil jalur kanan, sepeda motor yang dikendarainya bertabrakan dengan Toyota Innova yang datang dari arah berlawanan. Korban kemudian terpental ke badan jalan dan kembali terlindas kendaraan lain hingga meninggal dunia di lokasi kejadian.
Ironisnya, pengemudi Toyota Innova tersebut diketahui meninggalkan lokasi usai kejadian dan hingga kini masih dalam proses pencarian oleh kepolisian.
Polisi: Faktor Utama adalah Kelalaian Pengendara
Menanggapi rentetan kecelakaan tersebut, IPTU Eko Sulistyo mengajak masyarakat untuk tidak mengaitkan musibah dengan mitos bulan Suro.
Menurutnya, hasil penanganan di lapangan menunjukkan bahwa penyebab utama kecelakaan berasal dari pelanggaran dan kelalaian pengendara.
“Dari hasil penanganan kecelakaan yang terjadi, faktor utama tetap berasal dari kelalaian manusia, seperti kehilangan kendali kendaraan, mengambil jalur berlawanan, maupun mendahului di lokasi yang tidak aman,” tegasnya.
Ia menambahkan, keselamatan di jalan raya ditentukan oleh kedisiplinan berlalu lintas, kondisi fisik pengendara, serta kepatuhan terhadap aturan, bukan oleh waktu atau bulan tertentu.
“Kami mengimbau masyarakat untuk memastikan kondisi fisik prima, menggunakan perlengkapan keselamatan, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, dan tidak memaksakan diri saat berkendara. Jangan sampai perjalanan yang seharusnya membawa pulang kebahagiaan justru berakhir menjadi duka bagi keluarga,” ujarnya.
Refleksi di Awal Tahun Baru Islam
Rentetan kecelakaan yang terjadi pada awal bulan Muharram menjadi pengingat bahwa keselamatan di jalan raya merupakan tanggung jawab setiap pengguna jalan. Di tengah berbagai keyakinan dan tradisi masyarakat menyambut bulan Suro, disiplin berlalu lintas tetap menjadi faktor utama untuk mencegah jatuhnya korban jiwa.
Empat nyawa yang hilang dalam satu hari menjadi catatan kelam sekaligus peringatan bahwa tidak ada tujuan yang lebih penting daripada pulang dengan selamat. (Az/Kiev).
Editor : Mukhyidin Khifdhi












