Mutasi Siswa ke SMPN 1 Tuban Bermasalah, Dinas Pendidikan Ambil Langkah!

- Reporter

Kamis, 13 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SMPN2 Palang, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

SMPN2 Palang, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

TUBANA – Sebanyak tujuh siswa yang mengajukan mutasi ke SMPN 1 Tuban menghadapi kendala serius karena tidak dapat masuk ke Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Penyebabnya adalah jumlah rombongan belajar (rombel) di sekolah tersebut yang telah melebihi kapasitas.

Salah satu tenaga pengajar di SMPN 2 Palang yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kepada LiputanSatu.id (13/02/25) bahwa salah satu siswa yang terdampak berasal dari sekolahnya. Dalam surat mutasi yang dikeluarkan, siswa tersebut tidak bisa kembali ke sekolah asal. Guru tersebut menjelaskan bahwa surat mutasi keluar diterbitkan pada 13 Januari 2025 setelah sebelumnya menerima surat mutasi penerimaan dari SMPN 1 Tuban pada 9 Januari 2025.

“Kami mengeluarkan surat pindah atas permintaan keluarga, setelah mendapatkan surat penerimaan dari SMPN 1 Tuban,” ujarnya.

Solusi dari Dinas Pendidikan Tuban

Menanggapi persoalan ini, Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban, Siswo Suwarko, memastikan bahwa solusi telah diambil. Enam dari tujuh siswa tersebut telah dialihkan ke SMPN 2 Tuban atas persetujuan wali murid, sementara satu siswa dikembalikan ke SMPN 2 Palang.

“Karena rombel di SMPN 1 Tuban sudah penuh, enam siswa dipindahkan ke SMPN 2, dan satu siswa kembali ke SMPN 2 Palang,” jelas Siswo.

Baca juga: 7 Siswa Mutasi di SMPN 1 Tuban Terancam Tak Terdata Dapodik, Ini Penyebabnya!

Dinas Pendidikan Tuban menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau proses mutasi siswa agar sesuai dengan regulasi yang berlaku. Langkah ini bertujuan untuk memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan dengan lancar tanpa kendala administratif.(Az)

Editor : Mukhyidin khifdhi

Berita Terkait

Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang
Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban
Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat
Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat
Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026
Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan
Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo
Kasus Burung Cendet Baluran: Kakek Masir Bebas Setelah 5 Bulan 20 Hari Ditahan

Berita Terkait

Minggu, 11 Januari 2026 - 18:42 WIB

Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:55 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Januari 2026 - 21:49 WIB

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:03 WIB

Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 07:54 WIB

Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026

Berita Terbaru

Pembeli solar bersubsidi menggunakan drum 200 liter diduga tanpa surat rekom dan abaikan konsumen kendaraan pribadi, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Jan 2026 - 23:55 WIB

Rekan dan keluarga nelayan Tuban yang berhasil diselamatkan setelah dilaporkan hilang, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Peristiwa

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Jan 2026 - 21:49 WIB

Advertisement
Promo Shopee