Pantauan Hilal di Pelabuhan Kalbut Situbondo Tidak Terlihat, 1 Ramadhan Menunggu Sidang Isbat

- Reporter

Jumat, 28 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas dari Badan Hisab dan Rukyatul Hilal (BHR) Kabupaten Situbondo melakukan pengamatan Hilal di Pelabuhan Kalbut, Situbondo, (Fia Rahma/Liputansatu.id).

Petugas dari Badan Hisab dan Rukyatul Hilal (BHR) Kabupaten Situbondo melakukan pengamatan Hilal di Pelabuhan Kalbut, Situbondo, (Fia Rahma/Liputansatu.id).

Situbondo – Badan Hisab dan Rukyat (BHR) Kabupaten Situbondo, menyatakan Pantauan hilal dari titik pemantau di pelabuhan Kalbut, Kecamatan Mangaran, Situbondo, tidak terlihat. Jumat (28/2/2025).

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Situbondo, Muhammad Mudhofar mengaku, hasil pengamatan yang dilakukan tim BHR mulai pukul 17:00 hingga 18:06 Wib tidak dapat melihat hilal.

“Rukyatul hilal petang ini tidak bisa melihat hilal baik secara teknologi maupun pandangan mata, sehingga tim BHR Situbondo menyimpulkan bahwa hilal tidak bisa dilihat,” ujarnya.

Muhammad juga mengatakan, Hasil ini akan dilaporkan kepada Kanwil Kemenag Surabaya yang akan diteruskan ke Kemenag Jakarta. “Dan pada pukul 19:00 Wib pemerintah akan memutuskan awal Ramadhan melalui sidang isbat.” Katanya.

Sementara itu, Ketua BHR Kabupaten Situbondo, Irpan Hilmi meyampaikan, hasil pangamatan sampai dengan pukul 18:06 Wib hilal tidak terlihat. Sehingga untuk menentukan 1 Ramadhan masih harus menunggu hasil sidang isbat dari Kemenag.

“Hasil ini kita laporkan ke PWNU, PBNU, maupun ke Kemenag RI, kita tinggal menunggu sidang isbat berdasarkan laporan hasil pengamatan hilal di seluruh Indonesia,” bebernya.

Jika tidak ada yang bisa melihat, maka kemungkinan besar awal Ramadhan 1446 Hijriah akan jatuh pada Minggu, 2 Februari 2025. Namun jika ada yang bisa melihat maka awal puasa akan jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025. “Hal tak terlihat karena terhalang mendung yang tebal,” Jelasnya.(Fia)

Editor : Mukhyidin khifdhi

Berita Terkait

Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang
Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban
Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat
Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat
Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026
Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan
Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo
Kasus Burung Cendet Baluran: Kakek Masir Bebas Setelah 5 Bulan 20 Hari Ditahan

Berita Terkait

Minggu, 11 Januari 2026 - 18:42 WIB

Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:55 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Januari 2026 - 21:49 WIB

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:03 WIB

Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 07:54 WIB

Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026

Berita Terbaru

Pembeli solar bersubsidi menggunakan drum 200 liter diduga tanpa surat rekom dan abaikan konsumen kendaraan pribadi, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Jan 2026 - 23:55 WIB

Rekan dan keluarga nelayan Tuban yang berhasil diselamatkan setelah dilaporkan hilang, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Peristiwa

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Jan 2026 - 21:49 WIB

Advertisement
Promo Shopee