Tuban – Sebuah kecelakaan tragis terjadi di Jalan Raya Desa Duduksampeyan, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik, pada Kamis pagi (10/04/2025). Peristiwa nahas yang melibatkan Bus Rajawali dan mobil Isuzu Panther ini menewaskan tujuh orang asal Tuban yang hendak mengantar keluarga mereka berangkat umroh. Salah satu korban meninggal adalah Muhammad Aqib (26), seorang pemuda yang sempat menyampaikan niatnya untuk melamar kekasihnya setelah pulang dari ibadah umrah.
Kisah pilu itu disampaikan oleh Nur Khozin, tetangga korban, yang hadir di rumah duka di Tuban. Ia mengungkapkan bahwa malam sebelum keberangkatan, keluarga mengadakan acara syukuran. Dalam kesempatan tersebut, Aqib secara terbuka menyampaikan keinginan mulianya untuk membangun rumah tangga dengan sang pujaan hati sepulang dari Tanah Suci.
“Saat syukuran malam sebelum berangkat, Aqib sempat menyampaikan ke keluarga bahwa ia ingin melamar kekasihnya setelah pulang dari umrah. Sayangnya, Allah berkehendak lain,” ungkap Nur Khozin dengan nada pilu.
Menurut penuturan warga sekitar, Muhammad Aqib telah lama merantau dan bekerja di Bali. Ia jarang pulang karena kesibukan di perantauan. Namun, keinginan kuatnya untuk menjalankan ibadah umrah membuatnya kembali ke kampung halaman. Sayangnya, perjalanan suci itu justru menjadi akhir hayatnya.
“Dia lama di Bali, Mas. Baru kali ini pulang untuk umrah. Tapi malah begini nasibnya. Satu keluarga jadi korban juga,” imbuh Nur Khozin.
Kronologi Kecelakaan Rombongan Umrah Asal Tuban
Berdasarkan informasi dari pihak kepolisian, kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 05.30 WIB. Sebuah mobil Isuzu Panther berwarna biru dengan nomor polisi DK 1157 FCL yang mengangkut sembilan orang penumpang dari Tuban mengalami kecelakaan saat melaju di jalur utama Gresik–Surabaya. Kendaraan tersebut bertabrakan dengan Bus Hino bernomor polisi S 7707 UA milik PO Rajawali yang melaju dari arah berlawanan.
Benturan keras tidak dapat dihindari. Seluruh penumpang mobil Panther yang berjumlah 7 orang meninggal dunia di lokasi kejadian, termasuk Muhammad Aqib. Sementara 2 korban lainnya yang merupakan sopir dan kernet bus mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.
Pihak kepolisian masih mendalami penyebab kecelakaan, termasuk kemungkinan faktor kelalaian atau kondisi kendaraan. Dugaan sementara menyebutkan bahwa mobil Panther mencoba mendahului kendaraan di depannya, namun tidak mampu menghindar dari tabrakan dengan bus yang melaju dari arah berlawanan.
Baca juga: Tragis! Satu Keluarga Pengantar Jamaah Umrah Asal Tuban Tewas dalam Kecelakaan Maut
Duka Mendalam Menyelimuti Keluarga Korban
Suasana duka menyelimuti rumah para korban di Tuban. Isak tangis keluarga, tetangga, dan kerabat tak terbendung ketika jenazah para korban tiba di rumah masing-masing untuk disalatkan dan dimakamkan.
Warga sekitar mengenang Muhammad Aqib sebagai pribadi yang baik, ramah, dan berbakti kepada orang tua. Kepergiannya secara mendadak meninggalkan luka mendalam, terlebih karena ia pergi membawa harapan besar yang belum sempat terwujud.
“Dia itu anak baik, suka membantu warga sekitar kalau pulang kampung. Kami semua kehilangan,” ujar salah satu tetangga lainnya.
Doa dan harapan mengiringi kepergian para korban, termasuk Muhammad Aqib yang meninggalkan mimpi besarnya untuk membina rumah tangga.(Aj)
Editor : Mukhyidin Khifdhi












