Kronologi Balita 9 Bulan Dipulangkan dari IGD RSUD dr. R. Koesma Tuban

- Reporter

Selasa, 29 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Diduga salah diagnosis, Balita 9 Bulan Dipulangkan dari IGD RSUD dr. R. Koesma Tuban,(Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Diduga salah diagnosis, Balita 9 Bulan Dipulangkan dari IGD RSUD dr. R. Koesma Tuban,(Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban – Nasib tragis menimpa Rasyid, balita berusia 9 bulan asal Kabupaten Tuban. Alih-alih mendapat perawatan, Rasyid justru dipulangkan dari RSUD dr. R. Koesma Tuban dalam kondisi tubuh melepuh dan wajah lebam, setelah sebelumnya mengalami pemeriksaan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit tersebut.

Peristiwa ini terjadi pada Jumat malam (25/4/2025), saat Rasyid dibawa ke IGD oleh kedua orang tuanya, Sutrisno dan Intan, karena mengalami ruam, lepuh di area pantat, serta lebam di wajah. Setelah pemeriksaan singkat, dokter menyebut kondisinya sebagai alergi biasa dan hanya meresepkan obat untuk rawat jalan.

“Saya belum sempat daftar rawat inap, anak saya sudah dipulangkan, padahal sebelumnya dia sempat kejang dan gemetar di rumah,” ujar Sutrisno kepada wartawan, Selasa (29/4/2025).

Penolakan Suntikan Antibiotik di IGD

Saat berada di IGD, dokter sempat menawarkan pemberian antibiotik melalui suntikan langsung ke kulit. Namun, orang tua Rasyid menolak prosedur tersebut karena merasa kasihan, dan meminta antibiotik diberikan melalui infus. Karena tidak tercapai kesepakatan, antibiotik akhirnya tidak diberikan.

Kondisi Balita Memburuk dan Diagnosa Baru di RS Medika Mulia

Pada Sabtu pagi (26/4/2025), kondisi Rasyid memburuk. Ia segera dibawa ke RS Medika Mulia Tuban, di mana tim medis melakukan pemeriksaan intensif. Hasil laboratorium menunjukkan adanya infeksi berat dalam tubuh Rasyid, dengan luka lepuh yang parah di kulitnya.

“Kulitnya sudah seperti luka bakar hingga 80 persen,” kata Sutrisno.

Awalnya keluarga menduga Rasyid terkena impetigo, namun berdasarkan diagnosa awal di RS Medika Mulia, Rasyid dinyatakan menderita Sindrom Stevens-Johnson dan Nekrolisis Epidermal Toksik (SJS/TEN) — penyakit langka akibat reaksi alergi parah terhadap obat-obatan.

Tanggapan RSUD dr. R. Koesma Tuban

Direktur RSUD dr. R. Koesma Tuban, dr. H. Moh. Masyhudi, menyatakan bahwa tindakan dokter jaga saat itu sudah sesuai standar dengan memberikan resep untuk rawat jalan. Meski demikian, pihak rumah sakit tetap melakukan evaluasi terhadap pelayanan di IGD.

“Kami sudah memanggil dokter jaga yang menangani dan akan meningkatkan kehati-hatian dalam diagnosa,” ujar dr. Masyhudi.

Ia juga menyebutkan, kemungkinan reaksi tubuh Rasyid bisa berbeda seandainya antibiotik sempat diberikan.

“Dokter jaga menilai saat itu pasien masih bisa dirawat jalan,” tambahnya.

Baca juga: Keluarga Pasien Keluhkan Pelayanan RSUD dr Koesma Tuban, Ini Respons Direktur

Kondisi Terkini Rasyid dan Harapan Keluarga

Saat ini, Rasyid masih menjalani perawatan intensif di RS Medika Mulia Tuban di bawah pengawasan tim dokter spesialis anak, kulit, dan mata untuk mencegah komplikasi serius, termasuk kerusakan penglihatan.

Sutrisno berharap, peristiwa yang dialami anaknya menjadi pelajaran penting bagi tenaga medis agar lebih cermat dalam menangani keluhan pasien, terutama anak-anak.

“Kami tidak sepenuhnya menyalahkan, tapi kami ingin ke depan tidak ada lagi anak yang mengalami hal serupa hanya karena diagnosa yang terburu-buru,” pungkas Sutrisno.(Az)

Editor : Mukhyidin Khifdhi

Berita Terkait

Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang
Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban
Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat
Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat
Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026
Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan
Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo
Kasus Burung Cendet Baluran: Kakek Masir Bebas Setelah 5 Bulan 20 Hari Ditahan

Berita Terkait

Minggu, 11 Januari 2026 - 18:42 WIB

Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:55 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Januari 2026 - 21:49 WIB

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:03 WIB

Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 07:54 WIB

Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026

Berita Terbaru

Pembeli solar bersubsidi menggunakan drum 200 liter diduga tanpa surat rekom dan abaikan konsumen kendaraan pribadi, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Jan 2026 - 23:55 WIB

Rekan dan keluarga nelayan Tuban yang berhasil diselamatkan setelah dilaporkan hilang, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Peristiwa

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Jan 2026 - 21:49 WIB

Advertisement
Promo Shopee