Dirgahayu Republik Indonesia ke-81

Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Situbondo Disoal! Lantaran Juri Dinilai Tak Adil

- Reporter

Jumat, 20 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peserta Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Situbondo, (Fia Rahma/Liputansatu.id).

Peserta Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Situbondo, (Fia Rahma/Liputansatu.id).

Situbondo – Ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kabupaten Situbondo menuai kontroversi. Sejumlah pelatih dan peserta menuding adanya ketidakadilan dalam sistem penilaian, terutama dalam cabang olahraga pencak silat.

Penilaian Juri O2SN Dipertanyakan

O2SN yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Situbondo di SMP Negeri 5 Situbondo tersebut justru menyisakan kekecewaan mendalam bagi sejumlah peserta. Mahfud, salah satu pelatih dari kontingen pencak silat, menilai bahwa keputusan juri sangat mencolok dan merugikan atletnya.

“ANR, siswa dari SMPN 1 Situbondo, harus puas secara paksa di posisi kedua akibat dugaan penilaian yang sangat tidak adil,” ujar Mahfud, Jumat (20/06/2025).

Mahfud menyebutkan bahwa banyak pelanggaran yang dilakukan oleh lawan justru diabaikan oleh juri, padahal berlangsung terang-terangan di depan mata.

“Lebih menyakitkan, muncul dugaan adanya kedekatan antara atlet pemenang dengan pihak dewan pertandingan. Ini mencoreng nilai sportivitas dan kepercayaan publik,” tegasnya.

Ketua Pertandingan Minta Maaf, Dugaan Kecurangan Makin Kuat

Menurut Mahfud, kecurigaan makin menguat setelah ketua pertandingan menyampaikan permintaan maaf secara langsung atas insiden yang terjadi.

“Permintaan maaf itu menjadi bukti bahwa memang telah terjadi kejanggalan. Saya mendesak Disdikbud Situbondo, IPSI, dan panitia O2SN untuk tidak tutup mata,” katanya.

Tak hanya secara teknis, Mahfud mengungkap bahwa anak didiknya terpukul secara mental. Ia menegaskan bahwa persoalan ini bukan hanya tentang medali, melainkan integritas dunia olahraga pelajar.

“Dia kecewa berat. Mentalnya terganggu. Ini bukan sekadar kalah, tapi merasa diperlakukan tidak adil dalam perjuangan yang panjang,” ungkapnya.(Fia)

Editor : Mukhyidin Khifdhi

Berita Terkait

PBSI Unirow Cetak Mahasiswa Berkarya, Buku Teks Jadi Produk Nyata Perkuliahan
Gen Z Tuban Tak Lagi Buru-buru Menikah, Ekonomi Jadi Alasan!
FISIP UNTAN Bekali Siswa SMKN 3 Pontianak Akan Pentingnya Literasi
Terperosok ke Sumur Tua, Pemuda di Tuban Bertahan Hidup Semalaman
Pengepul Solar Bersubsidi Ilegal Diamankan Polisi di Tuban
Polemik TITD Kwan Sing Bio Tuban Kembali Ke Ruang DPRD
Saling Klaim Legalitas Pengelolaan Kwan Sing Bio Tuban
Tanggapi Larangan Liputan di Kelenteng Tuban, Polda Jatim : Jaga Keutuhan TKP

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 20:58 WIB

PBSI Unirow Cetak Mahasiswa Berkarya, Buku Teks Jadi Produk Nyata Perkuliahan

Sabtu, 7 November 2026 - 20:09 WIB

Gen Z Tuban Tak Lagi Buru-buru Menikah, Ekonomi Jadi Alasan!

Sabtu, 7 November 2026 - 18:30 WIB

FISIP UNTAN Bekali Siswa SMKN 3 Pontianak Akan Pentingnya Literasi

Jumat, 6 November 2026 - 14:43 WIB

Pengepul Solar Bersubsidi Ilegal Diamankan Polisi di Tuban

Jumat, 6 November 2026 - 11:06 WIB

Polemik TITD Kwan Sing Bio Tuban Kembali Ke Ruang DPRD

Berita Terbaru

Anas Urbaningrum (gambar : ist.)

Politik

Anas Urbaningrum Desak DPR Bentuk Pansus Audit Penyadapan

Sabtu, 7 Nov 2026 - 20:17 WIB

Ilustrasi pasangan Gen Z menikah (ilustrasi AI)

Sosial Budaya

Gen Z Tuban Tak Lagi Buru-buru Menikah, Ekonomi Jadi Alasan!

Sabtu, 7 Nov 2026 - 20:09 WIB

Banner Liputansatu
Banner Liputansatu
Banner Liputansatu