Tuban – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi meluncurkan program nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) pada Senin (21/07/2025). Peluncuran digelar secara hybrid, dengan pusat kegiatan di Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, dan diikuti secara virtual oleh seluruh kabupaten/kota se-Indonesia.
Program strategis ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pengelolaan potensi desa secara mandiri dan terintegrasi.
Tuban Jadi Salah Satu Titik Peluncuran Virtual
Di Kabupaten Tuban, pelaksanaan kegiatan virtual tersebut dipusatkan di Desa Pucangan, Kecamatan Montong. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur pemerintahan, di antaranya Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, jajaran Forkopimda Jawa Timur dan Tuban, Forkopimcam Montong, serta para kepala desa se-Kabupaten Tuban.
Bupati Tuban, saat ditemui usai acara, menyampaikan bahwa 100 persen dari 328 desa dan kelurahan di Tuban telah membentuk Koperasi Merah Putih.
“Dari total 328 desa dan kelurahan, semua sudah membentuk koperasi dan sudah berstatus lembaga resmi,” jelasnya.
Ia menambahkan, dua dari 23 koperasi Merah Putih aktif di Jawa Timur saat ini berada di Tuban. Ke depan, jumlah ini diharapkan terus bertambah seiring dengan penguatan kelembagaan dan sistem manajemen.
Keunggulan Model Koperasi Merah Putih
Menurut Bupati Tuban, koperasi Merah Putih dirancang sebagai solusi ekonomi rakyat dengan sejumlah keunggulan, di antaranya:
• Harga jual produk lebih murah dari pasaran
• Pasokan barang terjamin kualitasnya
• Berbasis dari anggota untuk anggota
Dengan meningkatnya partisipasi transaksi dari masyarakat, keuntungan koperasi akan dibagikan dalam bentuk Sisa Hasil Usaha (SHU), yang secara tidak langsung juga meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD) dan menggairahkan ekonomi lokal.
“Koperasi ini bukan hanya tempat belanja murah, tapi juga ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat desa,” imbuhnya.
Gubernur Khofifah: Koperasi Harus Menjadi Mitra UMKM
Gubernur Khofifah dalam sambutannya mengapresiasi semangat peluncuran koperasi Merah Putih. Ia menyebut bahwa dua koperasi di Tuban sudah cukup baik dalam menjalankan sistem distribusi komoditas pokok, seperti beras, minyak goreng, dan gula dari Bulog.
“Hari ini koperasi Merah Putih resmi siap beroperasi. Di Jawa Timur sudah ada 23 koperasi aktif. Dua di antaranya berada di Tuban,” jelasnya.
Selain itu, Khofifah menyampaikan bahwa pihaknya sedang dalam tahap finalisasi kontrak dengan Pertamina untuk mendukung pasokan LPG 3 kg serta mengoperasikan Pertashop dalam jaringan koperasi.
Namun, ia juga mengingatkan pentingnya posisi koperasi sebagai mitra UMKM, bukan kompetitor.
“Koperasi ini tidak boleh merusak ekosistem UMKM. Kita harap ada revisi regulasi pusat agar harga tetap sehat dan tidak menyingkirkan pelaku usaha kecil,” tegasnya.
Dorongan Pengawasan dan Pendampingan Koperasi
Terkait pengawasan, Khofifah mengusulkan adanya kerja sama dengan OJK, baik di tingkat pusat maupun daerah, untuk mendukung aspek tata kelola dan akuntabilitas keuangan koperasi.
Namun karena keterbatasan personel, ia mengusulkan alternatif pendekatan melalui kolaborasi dengan lembaga pendidikan.
“Kami usulkan agar siswa SMK jurusan akuntansi atau mahasiswa dari perguruan tinggi bisa menjadi pendamping koperasi desa dalam pelaporan keuangan,” jelasnya.
Dengan keterlibatan lintas sektor—pemerintah, masyarakat, dan pendidikan—koperasi Merah Putih diharapkan dapat menjadi pilar ekonomi desa yang mandiri, kuat, dan berkelanjutan.
Peluncuran nasional ini menjadi tonggak penting bagi kebangkitan ekonomi berbasis desa, sejalan dengan instruksi Presiden dalam upaya penanggulangan kemiskinan ekstrem dan penguatan ekonomi kerakyatan.(Aj)
Editor : Mukhyidin Khifdhi












