Situbondo – Kebakaran hebat melanda sebuah gedung produksi kerupuk milik Ahmad (54), warga Desa Kalimas, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, pada Sabtu (09/08/2025) dini hari. Peristiwa ini menghanguskan seluruh bangunan berikut peralatan produksinya, dengan kerugian ditaksir mencapai Rp 20 juta.
Insiden bermula sekitar pukul 03.00 WIB, saat sebagian besar warga masih tertidur. Tono, tetangga korban, yang tengah melintas, melihat nyala api di bagian atap gedung. Menyadari situasi berbahaya, ia segera mengetuk memanggil Ahmad yang rumahnya berada tak jauh dari lokasi.
Ahmad dan keluarganya terbangun dalam kepanikan. Mereka berlari ke arah gudang, namun api sudah membesar. Teriakan meminta tolong membangunkan warga sekitar, yang segera berhamburan datang membawa ember, selang air, dan peralatan seadanya.
Warga dan Petugas Damkar Berjuang Padamkan Api
Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo, Puriyono, mengungkapkan bahwa laporan kebakaran diterima hanya beberapa menit setelah api terlihat. Tim pemadam kebakaran segera dikerahkan ke lokasi dengan armada lengkap.
“Api sulit dikendalikan karena di dalam bangunan terdapat banyak bahan mudah terbakar seperti plastik kemasan, kardus, dan kayu. Proses pemadaman memakan waktu sekitar tiga jam,” ujar Puriyono yang akrab disapa Ipong.
Petugas damkar menerapkan strategi pemadaman dari beberapa sisi untuk mencegah api merembet ke rumah warga. Upaya ini dibantu oleh puluhan warga yang bekerja sama hingga api benar-benar padam.
Usaha Produksi Kerupuk Lumpuh
Gudang yang terbakar adalah pusat produksi kerupuk milik Ahmad, yang selama ini memasok ke sejumlah warung dan pasar di Kecamatan Besuki. Kebakaran membuat aktivitas produksi lumpuh total.
Ahmad mengaku seluruh peralatan produksi, mulai dari wajan besar, mesin penggiling adonan, hingga stok bahan baku, habis terbakar. “Semua habis. Untuk memulai lagi, saya harus mencari modal baru,” ujarnya dengan nada pasrah.
Kebakaran ini diperkirakan berdampak pada pasokan kerupuk ke beberapa pedagang langganan, yang kemungkinan akan mencari pemasok lain selama proses pemulihan.
Dugaan Penyebab Kebakaran dan Imbauan Kepada Masyarakat
Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Petugas mengumpulkan sisa material yang terbakar untuk dianalisis, termasuk memeriksa instalasi listrik yang ada di dalam bangunan.
Meskipun penyebab pasti belum diketahui, korsleting listrik menjadi salah satu dugaan awal karena peristiwa terjadi saat malam dan tidak ada aktivitas produksi.
Puriyono menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap risiko kebakaran, khususnya pada bangunan usaha yang menyimpan bahan mudah terbakar. “Pastikan instalasi listrik aman dan matikan semua peralatan saat tidak digunakan. Sediakan juga alat pemadam api ringan (APAR) meskipun skala usaha masih rumahan,” pesannya.
BPBD Situbondo mencatat, kebakaran yang melibatkan bangunan usaha rumah tangga cukup sering terjadi, terutama akibat korsleting listrik dan kelalaian penggunaan peralatan masak.
Kerugian dan Tindak Lanjut
Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian ini, namun kerugian materi diperkirakan mencapai Rp 20 juta. Pihak BPBD berencana memberikan pendampingan kepada Ahmad untuk mengakses bantuan pasca-bencana yang tersedia di pemerintah daerah.
Sementara itu, warga berharap kebakaran ini menjadi pelajaran bersama. “Kita semua harus waspada. Semoga Pak Ahmad bisa kembali memproduksi kerupuk dan usahanya berjalan seperti semula,” kata salah satu warga.(Fia)
Editor : Kief












