Bupati Situbondo Seleksi Ketat Pejabat Eselon 3, Pastikan Transparansi dan Tolak Jual Beli Jabatan

- Reporter

Rabu, 27 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Situbondo,  Rio Wahyu Prayogo, (Fia Rahma/Liputansatu.id).

Bupati Situbondo, Rio Wahyu Prayogo, (Fia Rahma/Liputansatu.id).

Situbondo – Upaya pembenahan birokrasi kembali dilakukan oleh Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo. Orang nomor satu di Pemkab Situbondo yang akrab disapa Mas Rio itu mengambil langkah tegas dengan melakukan seleksi ketat terhadap pejabat eselon 3.
Seleksi tersebut dilakukan melalui wawancara langsung oleh Bupati sendiri. Tujuannya tidak lain adalah untuk memastikan bahwa pejabat yang akan menduduki jabatan memiliki kompetensi, kapabilitas, serta komitmen kuat dalam melayani masyarakat.

Wawancara Langsung Bupati

Berbeda dari kebiasaan sebelumnya yang kerap menimbulkan kesan “titipan jabatan”, Mas Rio memilih turun tangan secara langsung. Ia memanggil satu per satu calon pejabat eselon 3 dan menilai berdasarkan portofolio, rekam jejak, serta komitmen pribadi.
“Saya butuh super tim, orang-orang yang benar-benar punya kemampuan. Tidak ada lagi yang dipilih karena kedekatan. Semua saya wawancara, saya lihat portofolionya dan komitmennya,” tegas Mas Rio, Rabu (27/08/2025).
Dengan metode ini, Bupati berharap proses seleksi benar-benar objektif dan tidak menyisakan ruang bagi praktik nepotisme maupun kepentingan politik.

Fokus pada Eselon 3, Disusul Lelang Jabatan untuk Eselon 2

Mas Rio menjelaskan, jumlah pejabat eselon 3 di lingkungan Pemkab Situbondo cukup banyak sehingga menjadi prioritas seleksi pada bulan ini. Sementara untuk pejabat eselon 2, pihaknya telah menyiapkan mekanisme lelang jabatan yang rencananya digelar dalam waktu dekat.
“Bulan ini kita fokus dulu pada pengajuan pejabat eselon 3. Nanti untuk eselon 2 kita lakukan lelang jabatan,” ungkapnya.
Sistem lelang jabatan ini dinilai akan memberi peluang lebih luas bagi ASN yang berkompeten untuk bersaing secara sehat, sekaligus menjadi terobosan dalam mewujudkan birokrasi yang lebih profesional.

Integritas Lebih Utama daripada Kedekatan

Selain kemampuan teknis, integritas menjadi faktor utama dalam seleksi kali ini. Mas Rio menegaskan bahwa pejabat Situbondo harus jujur, amanah, dan mengedepankan etika kerja.
“Yang pasti saya pesankan, jadilah pejabat yang jujur dan amanah. Yang kita lihat nanti adalah sistem kerjanya pada bidang masing-masing. Tidak ada uang, saya tegaskan, benar-benar dipilih sesuai tupoksinya,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa jabatan bukanlah tempat untuk mencari keuntungan pribadi, melainkan amanah untuk melayani masyarakat. Dengan demikian, pejabat terpilih diharapkan mampu membawa perubahan nyata bagi kinerja Pemkab Situbondo.

Dorongan Reformasi Birokrasi di Daerah

Langkah Mas Rio ini sekaligus menjadi jawaban atas tuntutan reformasi birokrasi di daerah. Transparansi dalam promosi jabatan menjadi kunci agar masyarakat percaya pada pemerintah daerah.
Jika praktik jual beli jabatan bisa dihapus, maka kualitas pelayanan publik akan meningkat. Pejabat yang dipilih berdasarkan kompetensi diyakini mampu bekerja lebih profesional dibanding mereka yang hanya dipilih karena kedekatan.
Selain itu, mekanisme lelang jabatan yang disiapkan juga sejalan dengan prinsip good governance atau tata kelola pemerintahan yang baik. Dengan begitu, Situbondo diharapkan bisa menjadi salah satu daerah di Jawa Timur yang memiliki sistem birokrasi bersih dan transparan.

Harapan untuk Birokrasi Situbondo ke Depan

Dengan adanya seleksi ketat ini, Bupati menegaskan harapannya agar terbentuk tim kerja yang solid di lingkup Pemkab Situbondo. ASN yang menduduki jabatan harus benar-benar fokus pada pelayanan, bukan pada kepentingan kelompok atau pribadi.
Ke depan, reformasi ini diharapkan mampu memperbaiki wajah birokrasi Situbondo dan memberikan dampak langsung pada masyarakat. Transparansi seleksi pejabat juga diharapkan bisa meminimalisasi kritik publik terhadap kinerja pemerintah daerah.(Az)

Editor : Kief

Berita Terkait

Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang
Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban
Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat
Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat
Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026
Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan
Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo
Kasus Burung Cendet Baluran: Kakek Masir Bebas Setelah 5 Bulan 20 Hari Ditahan

Berita Terkait

Minggu, 11 Januari 2026 - 18:42 WIB

Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:55 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Januari 2026 - 21:49 WIB

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:03 WIB

Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 07:54 WIB

Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026

Berita Terbaru

Pembeli solar bersubsidi menggunakan drum 200 liter diduga tanpa surat rekom dan abaikan konsumen kendaraan pribadi, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Jan 2026 - 23:55 WIB

Rekan dan keluarga nelayan Tuban yang berhasil diselamatkan setelah dilaporkan hilang, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Peristiwa

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Jan 2026 - 21:49 WIB

Advertisement
Promo Shopee