SITUBONDO – Suasana Desa Kotakan, Kecamatan Kota, Situbondo, mendadak mencekam pada Kamis (4/9/2025) malam. Warga digegerkan penemuan potongan kaki manusia terbungkus kantong plastik kuning di jalan tembus bukit kapur. Seketika, isu mutilasi merebak dan menimbulkan kepanikan.
Namun, hasil penyelidikan Satreskrim Polres Situbondo menepis dugaan tersebut. Potongan kaki itu bukan bagian dari tindak kriminal, melainkan sisa amputasi seorang pasien penderita diabetes infeksi. Pasien berinisial DA, warga Kelurahan Patokan, menjalani amputasi di salah satu rumah sakit Situbondo pada hari yang sama.
Kasatreskrim Polres Situbondo, AKP Agung Hartawan, menjelaskan bahwa pihak rumah sakit telah menyerahkan potongan kaki kepada keluarga untuk dimakamkan sesuai syariat dan tata kelola medis. Namun, keluarga justru kebingungan.
“Karena situasi pemakaman ramai, ditambah rasa takut dan panik, salah satu keluarga akhirnya memilih menguburkannya secara sembunyi-sembunyi di jalan bukit kapur,” jelas AKP Agung, Jumat (5/9/2025).
Polisi menegaskan, tidak ada unsur pidana dalam kasus ini. Potongan kaki telah diserahkan kembali kepada keluarga untuk dikebumikan secara layak, dengan pendampingan Bhabinkamtibmas.
Kejadian ini membuka mata publik tentang pentingnya literasi kesehatan dan tata cara pemulasaraan bagian tubuh amputasi. Tanpa pemahaman yang benar, kepanikan warga justru menimbulkan salah persepsi, bahkan bisa berkembang menjadi isu liar.
“Sekali lagi, masyarakat tidak perlu resah. Ini bukan kasus kriminalitas, hanya kelalaian keluarga yang panik,” pungkas AKP Agung.
Kasus ini menjadi pengingat, bahwa penanganan medis tak berhenti di ruang operasi, melainkan juga membutuhkan bimbingan sosial agar tidak menimbulkan keresahan masyarakat. (Fia).
Editor : Mukhyidin Kifdhi












