Tuban – Hujan deras disertai angin puting beliung yang melanda wilayah Tuban pada Senin (08/12/2025) sekitar pukul 16.37 WIB menyebabkan kerusakan cukup serius di lingkungan SMA Negeri 2 Tuban. Satu ruang kelas X-I mengalami kerusakan parah, sementara beberapa kelas lain turut terdampak akibat genteng yang terlepas dan jatuh dihantam angin kencang.
Tidak ada siswa di dalam kelas saat kejadian
Peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka. Seluruh aktivitas akademik telah selesai lebih awal karena hari itu merupakan penutupan ulangan semester, sehingga tidak ada siswa di dalam kelas saat angin kencang menerjang.
Di lokasi, hanya kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan beberapa pegawai tata usaha yang masih berada di lingkungan sekolah ketika angin puting beliung bertiup cukup kuat.
Sekolah langsung koordinasi dengan BPBD dan Damkar
Kepala SMA Negeri 2 Tuban, Samsuri, mengatakan pihak sekolah langsung menghubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pemadam Kebakaran untuk penanganan dan pengecekan struktur bangunan yang terdampak.
“Kita sudah berkomunikasi dengan BPBD dan Damkar. Mereka akan datang ke sekolah. Besok siswa tetap masuk, tetapi fokus untuk kegiatan pembersihan,” jelasnya kepada wartawan.
Sudah ada mitigasi, tapi cuaca ekstrem tetap sebabkan kerusakan
Samsuri menjelaskan bahwa sekolah sebenarnya telah melakukan mitigasi sebelumnya, seperti pemangkasan pohon-pohon besar di sekitar sekolah. Namun intensitas angin puting beliung kali ini tetap memicu kerusakan.
Beberapa bagian yang terdampak meliputi:
• Genteng ruang kelas X-I yang terlepas
• Plafon yang mengalami pergeseran
• Beberapa titik instalasi listrik yang berpotensi mengalami gangguan dan harus diperiksa ulang
Curah hujan tinggi —risiko angin kencang meningkat
Pihak sekolah berharap kejadian serupa tidak terulang, apalagi wilayah Tuban kini memasuki musim hujan yang dibarengi potensi cuaca ekstrem yang lebih sering terjadi.
Evaluasi dan perbaikan diprioritaskan setelah pemeriksaan resmi dari BPBD dan Damkar. Pihak sekolah juga mempertimbangkan penambahan langkah mitigasi agar keamanan siswa dan lingkungan sekolah tetap terjaga selama musim hujan berlangsung. (Az)
Editor : Kief












