Gus Lilur Mantap Bangun Smelter, KABANTARA Grup Siap Jadi Kaisar Bauksit Nusantara

- Reporter

Rabu, 31 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Owner KABANTARA Grup HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy (Gus Lilur) menegaskan komitmen investasi pembangunan smelter bauksit bernilai puluhan triliun rupiah, sejalan dengan program hilirisasi Kementerian ESDM RI, (Fia Rahma/Liputansatu.id).

Owner KABANTARA Grup HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy (Gus Lilur) menegaskan komitmen investasi pembangunan smelter bauksit bernilai puluhan triliun rupiah, sejalan dengan program hilirisasi Kementerian ESDM RI, (Fia Rahma/Liputansatu.id).

Surabaya – Langkah besar di sektor pertambangan nasional kembali ditorehkan Kaisar Bauksit Nusantara Grup (KABANTARA Grup). Di bawah kepemimpinan HRM. Khalilur R. Abdullah Sahlawiy, KABANTARA Grup menegaskan posisinya sebagai calon pemain utama industri bauksit Indonesia melalui komitmen investasi pembangunan Smelter Bauksit berskala besar.

Owner KABANTARA Grup yang akrab disapa Gus Lilur itu mengungkapkan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia memberikan penjelasan gamblang bahwa pemerintah memprioritaskan penerbitan Izin Usaha Pertambangan (IUP) bagi perusahaan yang berinvestasi dalam pembangunan smelter.
Kebijakan tersebut merupakan bagian dari Program Hilirisasi Nasional, yang bertujuan memperkuat kedaulatan industri mineral Indonesia melalui peningkatan nilai tambah di dalam negeri.

Investasi Strategis, Lahan 800 Hektare Disiapkan

Sebagai bentuk keseriusan, KABANTARA Grup saat ini telah bekerja sama dengan sebuah perusahaan yang berhasil membebaskan lahan seluas 800 hektare di kawasan pesisir laut, di salah satu kabupaten strategis di Pulau Sumatera. Lahan tersebut dirancang khusus sebagai kawasan industri smelter bauksit terpadu.
“Program Hilirisasi dari ESDM menjadi pijakan kuat bagi KABANTARA Grup untuk melangkah lebih besar dan lebih pasti,” ujar Gus Lilur, Rabu (31/12/2025).

Ia menegaskan, pembangunan smelter bauksit bukan proyek biasa. Nilai investasinya mencapai sedikitnya Rp50 triliun, sehingga negara sudah semestinya memberikan kemudahan regulasi dan kepastian pasokan bahan baku sebagai bentuk penghormatan terhadap investor nasional.

Bauksit: Peluang Besar yang Masih Sepi Pemain

Gus Lilur melihat celah besar di sektor bauksit yang belum banyak digarap secara serius di Indonesia. Berbeda dengan nikel dan batubara yang kini penuh persaingan, industri bauksit justru masih relatif sepi pemain besar.
“Smelter nikel menjamur, pengusaha batubara menumpuk. Tapi smelter bauksit di Indonesia masih sangat terbatas. Ini peluang strategis,” tegasnya.

Kondisi tersebut menjadi fondasi optimisme KABANTARA Grup untuk tampil sebagai kekuatan utama bauksit nasional, bahkan menguasai rantai hulu hingga hilir.
“Di tengah minimnya kompetitor, KABANTARA Grup yakin mampu menjadi Kaisar Bauksit Indonesia,” imbuhnya penuh keyakinan.

Target 17 Agustus 2026: Tonggak Sejarah KABANTARA

Sebagai Founder sekaligus Owner, Gus Lilur menargetkan 17 Agustus 2026 sebagai momentum bersejarah, di mana KABANTARA Grup mencapai puncak penguasaan sektor bauksit nasional dan berkontribusi nyata bagi industri hilirisasi Indonesia.

Lebih dari sekadar bisnis, Gus Lilur menegaskan bahwa langkah KABANTARA Grup adalah bagian dari misi kebangsaan, agar pengusaha nasional menjadi tuan di negeri sendiri.
“Nilai Sila Kelima Pancasila, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, harus benar-benar diwujudkan. Kekayaan alam Indonesia harus membawa kemakmuran bagi rakyatnya,” pungkas Gus Lilur.

Dengan visi besar, investasi nyata, dan dukungan kebijakan hilirisasi pemerintah, KABANTARA Grup menapaki jalannya menuju posisi strategis sebagai Kaisar Bauksit Nusantara. (Fia)

Editor : Kief

Berita Terkait

Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang
Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban
Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat
Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat
Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026
Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan
Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo
Kasus Burung Cendet Baluran: Kakek Masir Bebas Setelah 5 Bulan 20 Hari Ditahan

Berita Terkait

Minggu, 11 Januari 2026 - 18:42 WIB

Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:55 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Januari 2026 - 21:49 WIB

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:03 WIB

Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 07:54 WIB

Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026

Berita Terbaru

Pembeli solar bersubsidi menggunakan drum 200 liter diduga tanpa surat rekom dan abaikan konsumen kendaraan pribadi, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Jan 2026 - 23:55 WIB

Rekan dan keluarga nelayan Tuban yang berhasil diselamatkan setelah dilaporkan hilang, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Peristiwa

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Jan 2026 - 21:49 WIB

Advertisement
Promo Shopee