Tuban – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 4,9 yang mengguncang wilayah Kabupaten Tuban dan sekitarnya, Sabtu pagi (03/01/2026), tidak berpotensi tsunami.
BMKG mencatat gempa terjadi pada pukul 09.12 WIB dengan pusat gempa berada di laut, sekitar 127 kilometer timur laut Tuban, Jawa Timur, pada kedalaman 10 kilometer.
BMKG: Gempa Dangkal Akibat Sesar Aktif
Kepala Stasiun Geofisika Sleman, Ardhianto Septiadhi, menjelaskan gempa tersebut tergolong gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif di bawah laut.
“Gempa ini merupakan gempa dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif. Meski magnitudonya sedang, guncangan dapat dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah,” jelas Ardhianto.
Guncangan gempa dirasakan di Kabupaten Tuban dan Pulau Bawean dengan intensitas II hingga III MMI, yang dirasakan seperti ada truk besar melintas atau benda ringan bergoyang.
BMKG menyebutkan hingga pukul 09.50 WIB, belum terpantau adanya gempa susulan (aftershock). Selain itu, belum ada laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat peristiwa tersebut.
BMKG Imbau Warga Tidak Terpancing Hoaks
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
“Kami mengimbau masyarakat agar hanya mengakses informasi resmi dari BMKG dan tidak terpancing isu atau kabar yang belum jelas sumbernya,” tegas Ardhianto.
BMKG juga mengingatkan warga untuk selalu memantau perkembangan informasi kebencanaan melalui kanal resmi, seperti media sosial BMKG, laman bmkg.go.id, inatews.bmkg.go.id, kanal Telegram InaTEWS BMKG, serta aplikasi resmi BMKG di perangkat seluler. (Az)
Editor : Kief












