Tuban Masih Dikepung Banjir, dari Lereng Hingga Pesisir
Tuban — Banjir kembali menjadi ancaman tahunan yang menghantui Kabupaten Tuban. Tak hanya terjadi di dataran rendah, bahkan wilayah dataran tinggi pun turut terdampak saat curah hujan meningkat tajam.
Dikutip dari Ronggo.id, banjir di wilayah dataran tinggi disebabkan oleh aktivitas penambangan yang ugal-ugalan, diperparah dengan kondisi hutan yang mulai gundul. Alhasil, air bah mengalir deras tanpa penghalang.
Kecamatan Grabakan, Montong, dan Kerek—yang secara geografis berada di dataran tinggi dan jauh dari aliran Sungai Bengawan Solo—sempat tergenang banjir.
Wilayah persawahan pun tak luput dari bencana ini. Ratusan hektare tanaman padi dilaporkan terancam gagal panen. Bahkan, pekan lalu sempat viral seorang petani cabai menangis karena seluruh tanaman cabainya tenggelam akibat banjir.
Di wilayah pesisir, banjir rob juga menjadi momok tersendiri bagi warga. Dikutip dari Detik.com, kawasan lapangan olahraga di Kecamatan Jenu yang sempat menjadi venue Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim VI pada 2019 dilaporkan rusak parah akibat banjir rob.
Respons Pemkab Tuban: Dorong Penyelesaian Proyek Strategis Nasional
Wakil Bupati Tuban, Joko Sarwono, memberikan tanggapan terkait kondisi banjir ini. Ditemui Liputansatu.id di depan ruang Paripurna DPRD Tuban pada 21 Mei 2025, ia menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Tuban mendorong percepatan penyelesaian Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk penanggulangan bencana.
“Kami mendorong untuk penyelesaian PSN Jabung Ring Dyke,” ungkap Joko Sarwono.
Selain itu, Pemkab juga berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo untuk meninggikan tanggul serta mengeruk sedimen di dasar sungai. Joko juga menambahkan bahwa revitalisasi tanggul Kali Kening turut menjadi prioritas.
“Jadi gak hanya tanggul Bengawan Solo, tapi Kali Kening juga,” jelasnya.
Rencana Pembangunan Long Storage dan Tanggul Rob
Lebih lanjut, Wabup menyampaikan bahwa pembangunan Long Storage juga akan terus didorong melalui koordinasi dengan Bappeda dan pemerintah pusat. Meskipun proyek ini sempat tertunda karena efisiensi anggaran, ia menegaskan komitmen untuk terus memperjuangkannya.
“Itu akan tetap kami dorong, untuk menanggulangi banjir,” tegasnya.
Untuk mengatasi banjir rob, ia juga mengusulkan pembangunan tanggul penahan gelombang. Sedimentasi dan abrasi yang terus meningkat hingga mencapai bahu jalan dianggap sebagai ancaman serius yang perlu segera ditangani.(Az)
Editor : Mukhyidin Khifdhi












