Tuban – Polemik dugaan permintaan uang pelicin yang menyeret sejumlah nama pejabat di Kejaksaan Negeri (Kejari) Tuban masih terus bergulir. Meski Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim) telah membantah kabar penggeledahan rumah dinas Kepala Kejari Tuban maupun isu proses hukum terhadap pejabatnya, berbagai spekulasi di tengah publik belum juga mereda.
Hingga Rabu (01/07/2026), upaya konfirmasi langsung kepada sejumlah pejabat Kejari Tuban juga belum membuahkan hasil.
Kejati Jatim Tegaskan Tidak Ada Penggeledahan
Sebelumnya beredar video di media sosial yang disertai narasi adanya penggeledahan di rumah dinas Kepala Kejaksaan Negeri Tuban.
Namun informasi tersebut dibantah oleh Kejati Jawa Timur.
Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Jatim, Adnan Sulistiyono, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kasi Intel Kejari Tuban untuk memastikan informasi yang beredar.
“Hasil saya konfirmasi ke Kasi Intel Kejari Tuban, tidak ada penggeledahan,” ujar Adnan, Selasa (30/06/2026).
Isu Proses Hukum Juga Dibantah
Selain membantah isu penggeledahan, Kejati Jatim juga menepis kabar yang menyebut Kepala Kejari Tuban tengah menjalani proses hukum terkait dugaan permintaan uang pelicin dalam penanganan perkara tambang.
“Tidak benar,” tegas Adnan saat dikonfirmasi.
Pernyataan tersebut menjadi klarifikasi resmi atas berbagai informasi yang beredar di media sosial maupun pesan berantai.
Kajari Disebut Mengikuti Inspeksi Rutin di Surabaya
Secara terpisah, Kasi Intel Kejari Tuban, Stephen Dian Palma, menjelaskan bahwa Kepala Kejari Tuban, Supardi, sedang berada di Surabaya untuk mengikuti agenda inspeksi rutin di Kejati Jawa Timur.
Menurutnya, keberangkatan tersebut tidak berkaitan dengan isu dugaan pemeriksaan.
“Pak Kajari ke Surabaya itu untuk inspeksi rutin di Kejati,” ujarnya.
Namun saat ditanya mengenai dugaan permintaan uang pelicin yang ramai diperbincangkan, Stephen mengaku belum mengetahui informasi tersebut.
“Saya tidak monitor,” katanya singkat.
Upaya Konfirmasi Belum Berhasil
Pada Rabu (01/07/2026), sejumlah awak media kembali mendatangi Kantor Kejari Tuban untuk meminta konfirmasi langsung kepada Kepala Kejari.
Namun hingga lebih dari dua jam menunggu, Kajari tidak terlihat menemui wartawan.
Saat ditanyakan mengenai keberadaan Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum), petugas resepsionis Kejari Tuban menyampaikan bahwa pejabat tersebut sedang berada di Surabaya.
“Kasi Pidum di Surabaya,” jawab resepsionis.
Muncul Nama Plh Kajari, Picu Pertanyaan Publik
Di tengah ramainya pembahasan mengenai isu tersebut, akun media sosial resmi Kejari Tuban mengunggah ucapan Hari Bhayangkara yang mencantumkan nama Pelaksana Harian (Plh.) Kajari Tuban, Abul Rasyid.
Kemunculan nama Plh. Kajari itu kemudian memunculkan beragam pertanyaan di kalangan masyarakat. Meski demikian, hingga berita ini diterbitkan belum ada keterangan resmi dari Kejari Tuban mengenai penunjukan Plh. tersebut maupun kaitannya dengan absennya Kajari dalam beberapa hari terakhir.
LiputanSatu.id Terus Mengupayakan Konfirmasi
LiputanSatu.id memperoleh informasi dari sejumlah sumber mengenai adanya dugaan pemeriksaan terhadap beberapa pejabat Kejari Tuban. Hingga berita ini diterbitkan, LiputanSatu.id masih terus mengupayakan konfirmasi kepada pihak-pihak yang namanya disebut dalam informasi yang beredar. Sementara itu, Kejaksaan Tinggi Jawa Timur telah menyatakan tidak ada penggeledahan maupun proses hukum terhadap Kepala Kejari Tuban sebagaimana isu yang beredar. (Az)