Bantah Ada Penggeledahan, Polemik Dugaan Uang Pelicin di Kejari Tuban Belum Reda

- Reporter

Rabu, 1 Juli 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Kejaksaan Negeri Tuban, Rabu (1/7/2026). Polemik dugaan permintaan uang pelicin yang menyeret sejumlah nama pejabat Kejari Tuban masih menjadi perhatian publik, sementara Kejati Jawa Timur membantah adanya penggeledahan maupun proses hukum terhadap Kepala Kejari Tuban. (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban – Polemik dugaan permintaan uang pelicin yang menyeret sejumlah nama pejabat di Kejaksaan Negeri (Kejari) Tuban masih terus bergulir. Meski Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim) telah membantah kabar penggeledahan rumah dinas Kepala Kejari Tuban maupun isu proses hukum terhadap pejabatnya, berbagai spekulasi di tengah publik belum juga mereda.
Hingga Rabu (01/07/2026), upaya konfirmasi langsung kepada sejumlah pejabat Kejari Tuban juga belum membuahkan hasil.

Kejati Jatim Tegaskan Tidak Ada Penggeledahan

Sebelumnya beredar video di media sosial yang disertai narasi adanya penggeledahan di rumah dinas Kepala Kejaksaan Negeri Tuban.
Namun informasi tersebut dibantah oleh Kejati Jawa Timur.
Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Jatim, Adnan Sulistiyono, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kasi Intel Kejari Tuban untuk memastikan informasi yang beredar.
“Hasil saya konfirmasi ke Kasi Intel Kejari Tuban, tidak ada penggeledahan,” ujar Adnan, Selasa (30/06/2026).

Isu Proses Hukum Juga Dibantah

Selain membantah isu penggeledahan, Kejati Jatim juga menepis kabar yang menyebut Kepala Kejari Tuban tengah menjalani proses hukum terkait dugaan permintaan uang pelicin dalam penanganan perkara tambang.
“Tidak benar,” tegas Adnan saat dikonfirmasi.
Pernyataan tersebut menjadi klarifikasi resmi atas berbagai informasi yang beredar di media sosial maupun pesan berantai.

Kajari Disebut Mengikuti Inspeksi Rutin di Surabaya

Secara terpisah, Kasi Intel Kejari Tuban, Stephen Dian Palma, menjelaskan bahwa Kepala Kejari Tuban, Supardi, sedang berada di Surabaya untuk mengikuti agenda inspeksi rutin di Kejati Jawa Timur.
Menurutnya, keberangkatan tersebut tidak berkaitan dengan isu dugaan pemeriksaan.
“Pak Kajari ke Surabaya itu untuk inspeksi rutin di Kejati,” ujarnya.
Namun saat ditanya mengenai dugaan permintaan uang pelicin yang ramai diperbincangkan, Stephen mengaku belum mengetahui informasi tersebut.
“Saya tidak monitor,” katanya singkat.

Upaya Konfirmasi Belum Berhasil

Pada Rabu (01/07/2026), sejumlah awak media kembali mendatangi Kantor Kejari Tuban untuk meminta konfirmasi langsung kepada Kepala Kejari.
Namun hingga lebih dari dua jam menunggu, Kajari tidak terlihat menemui wartawan.
Saat ditanyakan mengenai keberadaan Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum), petugas resepsionis Kejari Tuban menyampaikan bahwa pejabat tersebut sedang berada di Surabaya.
“Kasi Pidum di Surabaya,” jawab resepsionis.

Muncul Nama Plh Kajari, Picu Pertanyaan Publik

Di tengah ramainya pembahasan mengenai isu tersebut, akun media sosial resmi Kejari Tuban mengunggah ucapan Hari Bhayangkara yang mencantumkan nama Pelaksana Harian (Plh.) Kajari Tuban, Abul Rasyid.
Kemunculan nama Plh. Kajari itu kemudian memunculkan beragam pertanyaan di kalangan masyarakat. Meski demikian, hingga berita ini diterbitkan belum ada keterangan resmi dari Kejari Tuban mengenai penunjukan Plh. tersebut maupun kaitannya dengan absennya Kajari dalam beberapa hari terakhir.

LiputanSatu.id Terus Mengupayakan Konfirmasi

LiputanSatu.id memperoleh informasi dari sejumlah sumber mengenai adanya dugaan pemeriksaan terhadap beberapa pejabat Kejari Tuban. Hingga berita ini diterbitkan, LiputanSatu.id masih terus mengupayakan konfirmasi kepada pihak-pihak yang namanya disebut dalam informasi yang beredar. Sementara itu, Kejaksaan Tinggi Jawa Timur telah menyatakan tidak ada penggeledahan maupun proses hukum terhadap Kepala Kejari Tuban sebagaimana isu yang beredar. (Az)

Berita Terkait

Resmi Jadi Polresta, Bupati Tuban Harap Pelayanan Kepolisian Makin Profesional
KPU Situbondo Perbarui Data Pemilih, Kini Capai 538.057 Orang
37 Tahun Terbengkalai, Pasar Terbesar di Situbondo Akhirnya Direvitalisasi
Dua Sekolah Roboh Beruntun, Bupati Tuban Sebut Kondisi Alam Jadi Penyebab
Acara Sound Horeg di Tuban Digelar Tanpa Izin, Polisi Pilih Fokus Amankan Massa
Patok Batas Hilang, Kasus Penyerobotan Lahan di Tuban Kian Rumit
Batu Bara Tuban Jadi Sorotan, Bupati Bilang Masih Muda, Aktivitas Tambang Justru Sudah Terlihat
Delapan Kasus Pencurian Terungkap, Polres Situbondo Kembalikan Motor Curian ke Pemilik

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 22:15 WIB

Resmi Jadi Polresta, Bupati Tuban Harap Pelayanan Kepolisian Makin Profesional

Rabu, 1 Juli 2026 - 19:58 WIB

KPU Situbondo Perbarui Data Pemilih, Kini Capai 538.057 Orang

Rabu, 1 Juli 2026 - 18:31 WIB

Bantah Ada Penggeledahan, Polemik Dugaan Uang Pelicin di Kejari Tuban Belum Reda

Rabu, 1 Juli 2026 - 18:13 WIB

37 Tahun Terbengkalai, Pasar Terbesar di Situbondo Akhirnya Direvitalisasi

Rabu, 1 Juli 2026 - 17:11 WIB

Dua Sekolah Roboh Beruntun, Bupati Tuban Sebut Kondisi Alam Jadi Penyebab

Berita Terbaru

Exit mobile version