Fenomena Berburu Koin Masih Marak, Pemkot Laporkan Aplikasi Jagat ke Kemenkomdigi

- Reporter

Rabu, 15 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fenomena berburu koin jagat di Surabaya,(Ist).

Fenomena berburu koin jagat di Surabaya,(Ist).

SURABAYA, JATIM – Pemkot Surabaya secara resmi telah melaporkan aplikasi Jagat ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) karena aktivitas berburu koin yang dianggap meresahkan masyarakat. Meski demikian, fenomena ini masih banyak dilakukan warga, termasuk di sejumlah ruang publik di Surabaya.

Berburu Koin di Taman Wotagei Surabaya

Pantauan pada Rabu sore (15/1/2025) di Taman Wotagei, Jalan Ngagel, Wonokromo, menunjukkan aktivitas berburu koin masih berlangsung. Anak-anak, remaja, hingga dewasa terlihat antusias menggerakkan ponsel mereka untuk menemukan lokasi koin dari aplikasi Jagat. Beberapa bahkan menyisir pagar pembatas, menyibak rumput, hingga mengecek saluran air.

Setya (27), salah satu pemburu koin, mengaku penasaran dengan janji imbalan uang yang ditawarkan aplikasi tersebut.
“Penasaran katanya bisa dapat uang. Sudah beberapa kali coba, ke Taman Mundu, Taman Prestasi, sekarang di sini, tapi belum nemu,” ujarnya.

Namun, ia menyayangkan langkah Pemkot Surabaya yang melaporkan aplikasi tersebut ke Kemenkomdigi.
“Sayang banget kalau diblokir. Saya belum pernah dapat koin, padahal di TikTok orang-orang bisa tukar sampai ratusan ribu,” ungkapnya.

Berbeda dengan Setya, Sakti (22) menganggap aktivitas ini hanya sebagai hiburan semata. Ia mendukung langkah pemerintah jika aplikasi tersebut memang dinilai merugikan.
“Kalau memang merusak fasilitas umum atau membahayakan, saya dukung pemerintah untuk memblokirnya,” kata Sakti.

Pakar Sistem Informasi Soroti Risiko Keamanan Data

Dosen Sistem Informasi Universitas Dinamika Surabaya, Romeo, mengingatkan potensi risiko keamanan data dari aplikasi Jagat. Menurutnya, aplikasi ini mengunggah data privasi pengguna secara online dan memanfaatkan GPS yang berjalan di latar belakang, sehingga dapat menguras baterai ponsel.
“Selain risiko keamanan privasi, ada juga potensi penipuan dari oknum yang mengatasnamakan ‘Jagat’,” tambahnya.

Romeo berharap pemerintah memastikan aplikasi seperti Jagat telah terdaftar resmi dan memenuhi standar keamanan data, sebagaimana yang diwajibkan untuk aplikasi-aplikasi lainnya.

Baca juga: Surabaya Viral: Tren Berburu Koin Jagat Picu Kerusakan Fasilitas Umum

Meski menuai kontroversi, fenomena berburu koin di Surabaya terus berlanjut. Langkah tegas Pemkot dan kesadaran masyarakat akan risiko keamanan diharapkan dapat memberikan solusi untuk menyelesaikan permasalahan ini.(Said/Din)

Editor : Mukhyidin khifdhi

Berita Terkait

Pembangunan Belum Rampung, MPLS Sekolah Rakyat Tuban Ditunda
Tabrakan Dua Kapal di Perairan Panarukan Situbondo, Satu Kapal Tenggelam
Viral Keluhan Barcode BBM Subsidi Dipakai Orang Lain, SPBU di Tuban Akui Lalai
Bupati Situbondo Lantik Tiga Kades PAW, Minta Rangkul Semua Warga Pascapemilihan
Kebakaran Pasar Agrobis Babat Hanguskan Tujuh Stand, Kerugian Ditaksir Rp1 Miliar
Rekaman CCTV Bongkar Aksi Maling di Tuban, Satu Pelaku Masih DPO
Gibran Tinjau Tol Prosiwangi, Target Waktu Tempuh Probolinggo –Banyuwangi Dipangkas Jadi 3 Jam
Hampir 6 Jam Berjuang, Damkar Akhirnya Jinakkan Kebakaran TPA Gunung Panggung Tuban

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 16:54 WIB

Pembangunan Belum Rampung, MPLS Sekolah Rakyat Tuban Ditunda

Senin, 13 Juli 2026 - 14:58 WIB

Tabrakan Dua Kapal di Perairan Panarukan Situbondo, Satu Kapal Tenggelam

Senin, 13 Juli 2026 - 14:33 WIB

Viral Keluhan Barcode BBM Subsidi Dipakai Orang Lain, SPBU di Tuban Akui Lalai

Senin, 13 Juli 2026 - 13:45 WIB

Bupati Situbondo Lantik Tiga Kades PAW, Minta Rangkul Semua Warga Pascapemilihan

Senin, 13 Juli 2026 - 11:34 WIB

Kebakaran Pasar Agrobis Babat Hanguskan Tujuh Stand, Kerugian Ditaksir Rp1 Miliar

Berita Terbaru

Molornya penyelesaian gedung membuat MPLS bagi 196 siswa baru tidak dapat dimulai sesuai jadwal. Bahkan masih terlihat beberapa pekerja di depan Sekolah Rakyat, (Assa/Liputansatu.id).

Pemerintah

Pembangunan Belum Rampung, MPLS Sekolah Rakyat Tuban Ditunda

Senin, 13 Jul 2026 - 16:54 WIB