SURABAYA, JATIM – Pemkot Surabaya secara resmi telah melaporkan aplikasi Jagat ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) karena aktivitas berburu koin yang dianggap meresahkan masyarakat. Meski demikian, fenomena ini masih banyak dilakukan warga, termasuk di sejumlah ruang publik di Surabaya.
Berburu Koin di Taman Wotagei Surabaya
Pantauan pada Rabu sore (15/1/2025) di Taman Wotagei, Jalan Ngagel, Wonokromo, menunjukkan aktivitas berburu koin masih berlangsung. Anak-anak, remaja, hingga dewasa terlihat antusias menggerakkan ponsel mereka untuk menemukan lokasi koin dari aplikasi Jagat. Beberapa bahkan menyisir pagar pembatas, menyibak rumput, hingga mengecek saluran air.
Setya (27), salah satu pemburu koin, mengaku penasaran dengan janji imbalan uang yang ditawarkan aplikasi tersebut.
“Penasaran katanya bisa dapat uang. Sudah beberapa kali coba, ke Taman Mundu, Taman Prestasi, sekarang di sini, tapi belum nemu,” ujarnya.
Namun, ia menyayangkan langkah Pemkot Surabaya yang melaporkan aplikasi tersebut ke Kemenkomdigi.
“Sayang banget kalau diblokir. Saya belum pernah dapat koin, padahal di TikTok orang-orang bisa tukar sampai ratusan ribu,” ungkapnya.
Berbeda dengan Setya, Sakti (22) menganggap aktivitas ini hanya sebagai hiburan semata. Ia mendukung langkah pemerintah jika aplikasi tersebut memang dinilai merugikan.
“Kalau memang merusak fasilitas umum atau membahayakan, saya dukung pemerintah untuk memblokirnya,” kata Sakti.
Pakar Sistem Informasi Soroti Risiko Keamanan Data
Dosen Sistem Informasi Universitas Dinamika Surabaya, Romeo, mengingatkan potensi risiko keamanan data dari aplikasi Jagat. Menurutnya, aplikasi ini mengunggah data privasi pengguna secara online dan memanfaatkan GPS yang berjalan di latar belakang, sehingga dapat menguras baterai ponsel.
“Selain risiko keamanan privasi, ada juga potensi penipuan dari oknum yang mengatasnamakan ‘Jagat’,” tambahnya.
Romeo berharap pemerintah memastikan aplikasi seperti Jagat telah terdaftar resmi dan memenuhi standar keamanan data, sebagaimana yang diwajibkan untuk aplikasi-aplikasi lainnya.
Baca juga: Surabaya Viral: Tren Berburu Koin Jagat Picu Kerusakan Fasilitas Umum
Meski menuai kontroversi, fenomena berburu koin di Surabaya terus berlanjut. Langkah tegas Pemkot dan kesadaran masyarakat akan risiko keamanan diharapkan dapat memberikan solusi untuk menyelesaikan permasalahan ini.(Said/Din)
Editor : Mukhyidin khifdhi












