Tuban – Di tengah dinamika pemberitaan yang kian cepat dan kritis, Polres Tuban memilih momentum Ramadan 1447 Hijriah untuk merawat komunikasi dengan insan pers. Kegiatan buka puasa bersama awak media se-Kabupaten Tuban digelar di Aula Joglo Mapolres Tuban, Kamis (26/02/2026), dalam suasana hangat dan penuh keakraban.
Acara tersebut dihadiri langsung Kapolres Tuban, AKBP Alaiddin, jajaran Pejabat Utama (PJU), Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tuban Suwandi, Ketua Ronggolawe Pers Solidarity (RPS) Khoirul Huda, serta puluhan jurnalis dari berbagai platform media.
Media sebagai Mitra Strategis
Dalam sambutannya, AKBP Alaiddin menyampaikan apresiasi kepada insan media yang dinilainya konsisten menjadi mitra strategis kepolisian. Ia menyebutkan, pertemuan ini merupakan forum formal kedua bersama awak media sejak dirinya menjabat sebagai Kapolres Tuban.
“Hari ini kita kembali dipertemukan dalam suasana yang lebih hangat dan penuh kebersamaan melalui buka puasa bersama,” ucapnya.
Menurutnya, media memegang peranan krusial dalam menjaga kondusivitas wilayah hukum. Pemberitaan yang profesional, objektif, dan bertanggung jawab dinilai mampu menyampaikan program kerja serta capaian kepolisian secara transparan kepada masyarakat.
“Di sinilah peran media sebagai jembatan informasi antara aparat penegak hukum dan masyarakat menjadi sangat vital,” imbuhnya.
Ramadan, kata dia, menjadi momentum tepat untuk memperkuat silaturahmi sekaligus memastikan komunikasi tetap terjaga. Ia juga mengakui agenda tersebut sejatinya telah direncanakan sebelumnya, namun baru dapat direalisasikan karena padatnya kegiatan.
Harmoni dan Catatan Kecil Koordinasi
Ketua PWI Tuban, Suwandi, menilai pertemuan ini sebagai bentuk keharmonisan hubungan antara Polri dan jurnalis. Ia menekankan bahwa hubungan tersebut tidak sekadar bersifat profesional, melainkan juga kekeluargaan.
“Silaturahmi tidak hanya sebatas hubungan kerja, tetapi juga menjadi hubungan yang penuh kekeluargaan,” ujarnya.
Ia juga mengenang diskusi santai pada pertemuan sebelumnya yang menurutnya menunjukkan komitmen keterbukaan informasi dari Kapolres.
Sementara itu, Ketua RPS, Khoirul Huda atau yang akrab disapa Gus Huda, mengapresiasi komunikasi yang selama ini terjalin baik. Namun di sela suasana cair, ia menyelipkan candaan yang menyiratkan pesan serius soal koordinasi teknis.
“Kami ini bukan teman-teman militer yang selalu siap dalam kondisi mendadak Ndan,” kelakarnya, disambut tawa hadirin.
Candaan tersebut menjadi penanda bahwa hubungan harmonis tetap membutuhkan manajemen komunikasi yang rapi, terutama terkait agenda dan peliputan di lapangan. Gus Huda berharap komunikasi yang sudah baik dapat terus ditingkatkan.
Ruang Dialog di Tengah Dinamika Informasi
Acara yang berlangsung gayeng itu ditutup dengan diskusi santai mengenai kolaborasi informasi edukatif bagi masyarakat. Menjelang azan Magrib, seluruh undangan menikmati hidangan berbuka puasa bersama.
Di era ketika kecepatan informasi sering kali mendahului klarifikasi, ruang-ruang dialog seperti ini menjadi penting. Bukan hanya untuk menjaga relasi, tetapi juga memastikan fungsi kontrol sosial dan penyampaian informasi publik berjalan berimbang.
Sinergi aparat dan media pada akhirnya bukan sekadar soal kedekatan, melainkan bagaimana keduanya tetap profesional di jalurnya masing-masing—demi masyarakat yang berhak atas informasi yang akurat dan transparan. (Az)
Editor : Kief












