Cuaca Ekstrem Selama Libur Nataru di Kabupaten Tuban,  BMKG Keluarkan Peringatkan

- Reporter

Selasa, 23 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jelang libur Nataru,  BMKG mengeluarkan peringatan potensi cuaca ekstrem di Kabupaten Tuban,  (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Jelang libur Nataru, BMKG mengeluarkan peringatan potensi cuaca ekstrem di Kabupaten Tuban, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat Kabupaten Tuban untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Peringatan ini disampaikan seiring meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang akhir tahun.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas III Kabupaten Tuban, Muchammad Nur, menyampaikan bahwa selama periode libur Nataru terdapat potensi hujan yang terjadi pada siang hingga sore hari. Kondisi cuaca tersebut bersifat fluktuatif dan dapat berubah dalam waktu singkat.

Hujan Berpotensi Terjadi Siang hingga Sore Hari

Menurut Muchammad Nur, hujan dengan intensitas ringan hingga lebat berpotensi terjadi secara tidak merata di wilayah Tuban. Masyarakat diimbau untuk tidak lengah terhadap perubahan cuaca yang cepat, terutama saat melakukan perjalanan maupun aktivitas di luar ruangan.
“Selama libur Nataru, potensi hujan di Tuban umumnya terjadi pada siang hingga sore hari dan bersifat fluktuatif,” ujarnya.

Muchammad Nur menjelaskan, potensi cuaca ekstrem di wilayah Tuban juga tercantum dalam rilis resmi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo. Dalam rilis tersebut disebutkan sejumlah wilayah di Jawa Timur berpotensi mengalami cuaca ekstrem pada periode 21 hingga 31 Desember 2025, termasuk Kabupaten Tuban.
BMKG Juanda menyatakan seluruh wilayah Jawa Timur saat ini telah memasuki musim hujan. Bahkan, beberapa daerah diperkirakan telah berada pada fase puncak musim hujan.

Potensi Cuaca Ekstrem Diprediksi Meningkat 11 Hari Ke Depan

Dalam 11 hari ke depan, potensi cuaca ekstrem di Jawa Timur diprediksi meningkat dan berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat. Kondisi ini juga dapat berdampak pada perjalanan, arus mudik lokal, serta kegiatan wisata selama libur Nataru.
BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi, seperti hujan sedang hingga lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, hingga hujan es. Kabupaten Tuban menjadi salah satu wilayah yang masuk dalam zona kewaspadaan.

Monsun Asia dan Bibit Siklon Picu Peningkatan Hujan

Peningkatan potensi cuaca ekstrem ini dipengaruhi oleh aktifnya Monsun Asia serta kemunculan bibit siklon tropis 93S di Samudra Hindia selatan Jawa Barat. Meski tidak berdampak langsung ke wilayah Jawa Timur, fenomena tersebut berkontribusi terhadap peningkatan intensitas hujan dan tinggi gelombang laut.
Selain itu, suhu muka laut di perairan Selat Madura yang masih relatif hangat, ditambah kondisi atmosfer lokal yang labil, turut mendukung pertumbuhan awan konvektif.

Waspadai Risiko Bencana Hidrometeorologi

BMKG meminta masyarakat dan instansi terkait untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya di wilayah dengan topografi perbukitan, lereng, dan tebing. Risiko bencana seperti banjir, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang, serta berkurangnya jarak pandang perlu diantisipasi sejak dini.
Masyarakat juga diimbau untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG.
Sebagai catatan, puncak musim penghujan di Jawa Timur diperkirakan berlangsung pada Januari hingga Februari 2026. (Az)

Editor : Kief

Berita Terkait

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban
Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat
Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat
Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026
Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan
Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo
Kasus Burung Cendet Baluran: Kakek Masir Bebas Setelah 5 Bulan 20 Hari Ditahan
Alih Fungsi KUD Jadi Dapur MBG di Senori Disorot, Pemerintah Desa dan Forkopimcam Mengaku Tak Tahu

Berita Terkait

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:55 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Januari 2026 - 21:49 WIB

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:03 WIB

Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 07:54 WIB

Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:45 WIB

Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan

Berita Terbaru

Pembeli solar bersubsidi menggunakan drum 200 liter diduga tanpa surat rekom dan abaikan konsumen kendaraan pribadi, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Jan 2026 - 23:55 WIB

Rekan dan keluarga nelayan Tuban yang berhasil diselamatkan setelah dilaporkan hilang, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Peristiwa

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Jan 2026 - 21:49 WIB

Advertisement
Promo Shopee