Tuban – Sempat diberitakan terjadi antrean mengular warga saat membeli bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU di Tuban, Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan (Diskopumdag) Kabupaten Tuban memastikan ketersediaan BBM di wilayah tersebut aman hingga perayaan tahun baru.
Kepala Diskopumdag Tuban, Gunadi, mengatakan stok BBM di Tuban dalam kondisi mencukupi. Ia mengakui sebelumnya terjadi kenaikan konsumsi BBM pada periode September, Oktober, hingga November, yang berdampak pada antrean di sejumlah SPBU.
“Karena adanya kenaikan penggunaan tersebut, kami segera bersurat ke BP Migas,” ujar Gunadi saat dikonfirmasi LiputanSatu.id, Sabtu.
Gunadi menjelaskan, setelah mengirimkan surat, pihaknya melakukan koordinasi dengan Pertamina Patra Niaga guna memastikan distribusi dan ketersediaan BBM di Tuban tetap aman.
“Selanjutnya kami lakukan monitoring, lalu memastikan harga dan stok aman, termasuk bahan-bahan lain yang memiliki harga eceran tertinggi (HET),” ucapnya.
Harga Bahan Pokok Mulai Stabil
Selain BBM, Diskopumdag Tuban juga terus memantau harga bahan pokok penting (Bapokting) di pasaran. Gunadi menyebutkan, sejumlah komoditas yang sebelumnya mengalami lonjakan harga kini mulai menunjukkan tren penurunan.
“Harga beras medium yang sebelumnya Rp13 ribu, sekarang sudah turun menjadi Rp12 ribu per kilogram,” katanya.
Berdasarkan hasil pemantauan Diskopumdag, harga beras premium tercatat stabil di angka Rp14.700 per kilogram, sementara beras medium berada di harga Rp12.000 per kilogram.
Untuk minyak goreng kemasan, harga relatif stabil di kisaran Rp18.400 hingga Rp18.500 per liter, sedangkan gula pasir bertahan di rentang Rp16.000–Rp16.200 per kilogram.
Harga Cabai Turun Signifikan
Fluktuasi harga masih terjadi pada komoditas hortikultura, khususnya cabai. Namun, dalam beberapa waktu terakhir harga cabai justru mengalami penurunan cukup signifikan.
Harga cabai rawit merah yang sebelumnya sempat menyentuh Rp70.400 per kilogram, kini turun menjadi sekitar Rp58.000 per kilogram. Sementara cabai merah keriting turun dari Rp59.400 menjadi Rp41.400 per kilogram.
Penurunan harga juga terjadi pada bawang merah, dari Rp46.400 menjadi Rp43.000 per kilogram.
Adapun komoditas protein hewani terpantau stabil. Daging sapi bertahan di harga Rp120.000 per kilogram, daging ayam ras berada di kisaran Rp36.800 hingga Rp37.200 per kilogram, dan telur ayam ras stabil di angka Rp29.900 per kilogram.
Monitoring Jelang Tahun Baru
Gunadi menambahkan, pihaknya bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Satgas Ketahanan Pangan rutin turun ke lapangan untuk melakukan pengawasan. Tidak hanya harga, pengawasan juga mencakup ketersediaan stok dan masa kedaluwarsa produk.
“BBM dan bahan pokok penting kami pastikan aman sampai usai tahun baru,” pungkasnya. (Az)
Editor : Kief












