Dua Warung di Situbondo Ludes Terbakar, Api Diduga Berasal dari Pembakaran Semak

- Reporter

Minggu, 12 Oktober 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Petugas dari Damkar Situbondo berusaha memadamkan api, (Fia Rahma/Liputansatu.id).

Situbondo – Dua warung di Jalan Tembus Baru, Dusun Parean Selatan, Desa Sumberkolak, Kecamatan Situbondo, ludes dilalap api pada Sabtu (11/10/2025) malam sekitar pukul 21.30 WIB. Saat kejadian, kedua warung dalam keadaan kosong karena sudah tutup.
Bangunan yang terbakar masing-masing milik Farida, pemilik warung kopi, dan Juwita, pemilik warung bakso. Dua unit mobil pemadam kebakaran milik Pemkab Situbondo dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman.

Api Menyebar dengan Cepat

Upaya petugas di lapangan tidak mudah. Sebagian besar material bangunan yang terbuat dari kayu serta tiupan angin kencang membuat api cepat menyebar dan sulit dikendalikan. Petugas baru berhasil menjinakkan api setelah tiga jam proses pemadaman dan pembasahan lahan.
Akibatnya, kedua warung tersebut hangus terbakar hingga rata dengan tanah.

Pernah Terjadi Kebakaran Kecil Sebelumnya

Salah satu korban, Juwita, mengaku mengetahui warungnya terbakar dari kabar yang disampaikan kerabatnya.
“Saya tahu dari keluarga, katanya warung sudah terbakar. Pas saya datang, apinya sudah besar dan petugas juga kesulitan memadamkannya,” ujar Juwita.
Ia juga menuturkan bahwa kebakaran kecil sempat terjadi seminggu sebelumnya di area belakang warung, namun saat itu api berhasil dipadamkan warga.
“Bahkan lima hari sebelum kejadian besar ini, petugas pemadam juga sempat memadamkan api di lahan tandus di belakang warung yang sama,” tambahnya.

Dugaan Sementara: Api Berasal dari Pembakaran Semak

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Dugaan sementara, api berasal dari pembakaran semak belukar di area belakang warung yang kemudian menjalar karena hembusan angin kencang.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian materiil diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. (Fia)

Editor : Kief

Berita Terkait

Pencemaran Teluk Buli Disorot, API Desak Pemerintah Cabut Izin Tambang Nikel PT Feni
Permenaker Baru Dinilai Rugikan Pekerja, Buruh di Tuban Ancam Turun Jalan
Kabel Provider Masih Semrawut di Tuban, DPRD Dorong Perda Utilitas
Data Kemiskinan Tuban Versi Pemkab vs BPS, Mana yang Benar?
Internet Desa Dikeluhkan Lemot dan Mahal, DPRD Tuban Hentikan Audiensi
Kecelakaan Tunggal Innova Hantam Becak di Tuban, Dua Penumpang Misterius Luka Berat
Kecelakaan Maut Pantura Tuban: Pengendara Motor Tewas, Identitas Korban Akhirnya Terungkap
Rencana Giant Sea Wall Jatim Dikritik, Akademisi: Solusi Instan Berisiko Rusak Ekosistem Pesisir

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 14:08 WIB

Pencemaran Teluk Buli Disorot, API Desak Pemerintah Cabut Izin Tambang Nikel PT Feni

Rabu, 6 Mei 2026 - 21:11 WIB

Permenaker Baru Dinilai Rugikan Pekerja, Buruh di Tuban Ancam Turun Jalan

Rabu, 6 Mei 2026 - 19:25 WIB

Kabel Provider Masih Semrawut di Tuban, DPRD Dorong Perda Utilitas

Rabu, 6 Mei 2026 - 18:54 WIB

Data Kemiskinan Tuban Versi Pemkab vs BPS, Mana yang Benar?

Rabu, 6 Mei 2026 - 16:29 WIB

Internet Desa Dikeluhkan Lemot dan Mahal, DPRD Tuban Hentikan Audiensi

Berita Terbaru

Advertisement
Exit mobile version