Tuban – Dugaan penyelewengan dana desa di Desa Kepohagung, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, kembali mencuat. Inspektorat Daerah Tuban turun langsung melakukan pemeriksaan, sementara sang kepala desa, Dono Samuri, hingga kini belum diketahui keberadaannya.
Inspektorat Turun ke Desa
Pemeriksaan dilakukan di Balai Desa Kepohagung pada Senin (25/08/2025). Aparatur pengawas meminta keterangan dari Sekretaris Desa, Bendahara Desa, Bendahara HIPPA, Ketua HIPPA Kepohagung, hingga pengurus HIPPA dari Desa Kedungrojo.
Inspektur Pembantu V Inspektorat Daerah Tuban, Bambang Suhadji, menjelaskan pemeriksaan dilakukan di desa agar efisien dan memudahkan pengumpulan data.
“Saya dan tim yang ke sana, kita minta keterangan mereka langsung di Balai Desa Kepohagung,” ujar Bambang saat dikonfirmasi, Kamis (28/08/2025).
Laporan BPD: Dana Rp1,1 Miliar Diduga Disalahgunakan
Sebelumnya, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kepohagung melaporkan dugaan penyalahgunaan anggaran desa senilai Rp1,1 miliar. Dana tersebut diduga kuat dikelola tidak sesuai aturan oleh Kepala Desa Kepohagung, Dono Samuri.
Selain dana desa, sebagian alokasi untuk Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) juga ikut dipertanyakan. Pemeriksaan pun melibatkan sejumlah pengurus HIPPA dari desa sekitar.
Mekanisme Pemberhentian Kepala Desa
Meski keberadaan kades masih misterius, Inspektorat menegaskan mekanisme pemberhentian harus sesuai aturan.
“Pengajuan untuk pemberhentian kades dari BPD memang ada. Tapi pemberhentian harus didahului tiga kali teguran dari camat. Jika tetap tidak diindahkan, barulah diberhentikan sementara,” jelas Bambang.
Menurut aturan, surat peringatan pertama hingga ketiga membutuhkan waktu 90 hari kerja. Artinya, proses pemberhentian sementara tidak bisa dilakukan seketika.
Suara Warga: Menunggu Kepastian
Seorang warga Kepohagung, Khairul, membenarkan adanya pemeriksaan Inspektorat. Ia menyebut saksi yang diperiksa bukan hanya perangkat desa, tetapi juga pengurus HIPPA Kedungrojo.
“Kalau hasil pemeriksaannya kami belum tahu, Mas. Untuk pemberhentian sementara pun masih menunggu mekanisme peringatan,” ujar Khairul.
Misteri Hilangnya Kades
Hilangnya jejak Kepala Desa Dono Samuri menjadi pertanyaan besar di masyarakat. Dugaan penyelewengan dana desa hingga miliaran rupiah dianggap bukan persoalan kecil. Langkah tegas dari Inspektorat dan pemerintah daerah diharapkan dapat mencegah kasus ini berlarut-larut yang mencoreng tata kelola pemerintahan desa.(Az)
Editor : Kief












