Promo
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 1447 H 2026 M Pemerintah Kabupaten Tuban

Warga Kepohagung Tuntut Kepastian Hukum Kasus Dugaan Penyelewengan Dana Desa Rp1,1 M

- Reporter

Rabu, 17 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Desa Kepohagung saat menggelar pertemuan di balai desa menuntut kejelasan penanganan kasus dugaan penyelewengan dana desa Rp1,1 miliar yang menyeret Kepala Desa Kepohagung, Rabu (17/09/2025), (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Warga Desa Kepohagung saat menggelar pertemuan di balai desa menuntut kejelasan penanganan kasus dugaan penyelewengan dana desa Rp1,1 miliar yang menyeret Kepala Desa Kepohagung, Rabu (17/09/2025), (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban – Sejumlah warga Desa Kepohagung, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, menggelar aksi di balai desa pada Rabu (17/09/2025). Mereka menuntut kejelasan penanganan kasus dugaan penyelewengan keuangan desa dan kas Hippa senilai Rp1,1 miliar yang menyeret Kepala Desa (Kades) Kepohagung, Dono Samuri.

Kades Diduga Gelapkan Dana

Aksi warga dipicu oleh kembalinya Dono ke desa dalam dua hari terakhir, meski status hukumnya belum jelas. Mereka geram lantaran kades yang diduga menggelapkan dana desa justru bebas berkeliaran dan terlihat santai nongkrong di warung kopi.
“Kami mendesak Polres Tuban segera memanggil dan memeriksa Kades. Selama ini yang dimintai keterangan hanya perangkat desa, BPD, dan pengurus Hippa. Sementara Pak Kades belum pernah dipanggil,” tegas Ahmad Ihyak, salah satu warga.

Proses Hukum Dinilai Lamban

Informasi dari pihak kecamatan menyebutkan, saat ini proses masih menunggu terbitnya surat peringatan (SP) ketiga. Jika tetap diabaikan, camat akan mengusulkan pemberhentian sementara kepada Pemkab Tuban dan jabatan Dono bakal digantikan pelaksana tugas (Plt).
Namun, warga menilai mekanisme tersebut terlalu lamban. Mereka menekan perangkat desa dan BPD agar mendesak aparat penegak hukum menindaklanjuti kasus ini. Warga juga mengingatkan bahwa Dono sudah dipanggil Inspektorat dua kali, tetapi tak pernah hadir.
“Kalau hanya menunggu, kasus ini bisa berlarut-larut. Padahal ada bukti berita acara yang ditandatangani Kades, yang menyatakan memang dia membawa uang tersebut, meskipun inspektorat menganggapnya masih lemah,” lanjut Ahmad.

Warga Siap Datangi Polres Tuban

Sebagai tindak lanjut, perwakilan warga bersama BPD dan perangkat desa berencana mendatangi Polres Tuban pada Kamis (18/09/2025). Mereka ingin meminta kepastian hukum dan mendesak agar aparat tidak membiarkan kasus ini menguap.
Ketua BPD Kepohagung, Listya Dwi Winarko, menegaskan pihaknya akan berkoordinasi dengan camat, Polres Tuban, dan Inspektorat. “Secepatnya kita akan komunikasi dengan Polres Tuban dan Inspektorat terkait kejelasan kasus ini,” ujarnya.

Meski Kades sudah lebih dari sebulan tidak masuk kantor, pelayanan masyarakat masih berjalan melalui sekretaris desa. Namun, pencairan anggaran dana desa terhambat karena membutuhkan tanda tangan kepala desa.

Latar Belakang Kasus

Sebelumnya, pada Sabtu (02/08/2025), puluhan warga Kepohagung sempat menyegel ruang kerja kepala desa. Aksi itu dipicu dugaan penyelewengan dana desa Rp1,1 miliar yang terdiri dari kas Hippa Rp845,7 juta serta dana investor Rp290 juta. Dana tersebut diduga disalahgunakan oleh Kades Dono Samuri. (Az)

Editor : Kief

Berita Terkait

Bidan RSUD Besuki Ditemukan Tewas di Drainase Pantura Situbondo
IMM Tuban Periode 2026-2027 Resmi Dilantik, Isu Perempuan Jadi Prioritas
Meski Damai, Oknum Polisi Terduga Pemukul Badut di Tuban Tetap Diperiksa Propam
Gelombang 1,5 Meter Terjang Pesisir Tuban, Dua Kapal Nelayan Hancur Dihantam Ombak
SE Sekda Tak Digubris, Jalan Bancar–Jatirogo Masih Dipenuhi Ceceran Pasir Silika
Viral Dugaan Penganiayaan Badut Oleh Anggota Propam Tuban, Polisi Sebut Kasus Sudah Dimediasi
19 Dapur MBG Disuspend, Pemkab Situbondo Minta Disikapi Sebagai Evaluasi
Jelang Operasi Patuh Kapuas 2026, Polres Melawi Bidik Balap Liar dan Knalpot Brong

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 23:55 WIB

Bidan RSUD Besuki Ditemukan Tewas di Drainase Pantura Situbondo

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:48 WIB

IMM Tuban Periode 2026-2027 Resmi Dilantik, Isu Perempuan Jadi Prioritas

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:36 WIB

Meski Damai, Oknum Polisi Terduga Pemukul Badut di Tuban Tetap Diperiksa Propam

Sabtu, 6 Juni 2026 - 20:07 WIB

Gelombang 1,5 Meter Terjang Pesisir Tuban, Dua Kapal Nelayan Hancur Dihantam Ombak

Sabtu, 6 Juni 2026 - 19:33 WIB

SE Sekda Tak Digubris, Jalan Bancar–Jatirogo Masih Dipenuhi Ceceran Pasir Silika

Berita Terbaru

Petugas mengevakuasi jenazah Murtafia Rafika Devi (34), seorang bidan RSUD Besuki yang ditemukan meninggal dunia di saluran drainase Jalur Pantura Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, Situbondo, Sabtu (06/06/2026) malam, (Fia Rahma/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Bidan RSUD Besuki Ditemukan Tewas di Drainase Pantura Situbondo

Sabtu, 6 Jun 2026 - 23:55 WIB

Advertisement
Promo Shopee
Berita Terbaru Hari Ini LiputanSatu.id
Ilustrasi LiputanSatu
Berita Tuban Terkini LiputanSatu.id
Gambar Berita LiputanSatu
Kabar Tuban Hari Ini - Klik Selengkapnya di LiputanSatu.id