Dukung Kemandirian Ekonomi Pesisir, BEM FEB Unej Serahkan Teknologi Pengolahan Ikan ke Nelayan Seletreng

- Reporter

Senin, 24 November 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Grand Launching Strategi Inovatif Penguatan Ekonomi Pesisir Berbasis Teknologi dan Nilai Tambah Hasil Laut di Balai Desa Seletreng, (Fia Rahma/Liputansatu.id).

Situbondo – Kabar gembira datang untuk para nelayan dan pelaku UMKM pengolahan ikan di Desa Seletreng, Kecamatan Kapongan. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember (Unej) menghadiahkan dua inovasi teknologi yang digagas langsung oleh mahasiswa Unej: Fish Light (alat pemikat ikan) dan Smart Fish Dryer (alat pengering ikan modern).

Inovasi Mahasiswa Unej untuk Nelayan Seletreng

Ketua Umum BEM FEB Unej, Rustrio Wichaksono, menjelaskan bahwa dua alat tersebut lahir dari hasil penelitian dan pengembangan mahasiswa selama masa magang.
Fish Light berfungsi menarik perhatian ikan melalui cahaya, sehingga memudahkan nelayan mendapatkan hasil tangkapan lebih banyak. Sementara Smart Fish Dryer mampu mengeringkan ikan hanya dalam enam jam, jauh lebih cepat dibanding metode tradisional yang membutuhkan waktu hingga dua hari.
“Fish light ini diharapkan membantu nelayan meningkatkan hasil tangkapan. Sedangkan smart fish dryer mempercepat proses pengeringan ikan, bahkan saat musim hujan,” ujar Rustrio.

Menjawab Masalah Tangkapan Minim dan Proses yang Lama

Menurut Rustrio, bantuan ini diberikan karena Desa Seletreng merupakan salah satu sentra produksi ikan kering, namun nelayan kerap menghadapi hasil tangkapan minim.
Biasanya, sekali melaut mereka hanya mendapatkan sekitar 2 kilogram ikan, dan maksimal 5 kilogram di musim ikan.
Teknologi pemikat ikan dan pengering modern ini diharapkan bisa mengatasi dua masalah besar sekaligus:
• Hasil tangkapan yang sedikit
• Proses pengeringan ikan yang bergantung cuaca

Grand Launching Program Inovasi Pesisir

Penyerahan alat dilakukan pada acara Grand Launching Strategi Inovatif Penguatan Ekonomi Pesisir Berbasis Teknologi dan Nilai Tambah Hasil Laut untuk Kemandirian Pangan yang berlangsung di Balai Desa Seletreng.
Kepala Desa Seletreng, Taufik Hidayat, menyampaikan apresiasinya kepada Unej.
“Terima kasih, alat ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan warga. Nelayan bisa menangkap ikan lebih maksimal dan pelaku UMKM dapat memproduksi ikan kering lebih cepat,” ungkapnya.

Respons Hangat dari Nelayan dan Pelaku UMKM

Para penerima bantuan juga menyampaikan ungkapan terima kasih, termasuk Fathan, perwakilan nelayan Seletreng.
“Semoga penggunaan alat ini menambah hasil tangkapan kami. Kalau bisa, ke depan mahasiswa Unej membantu membuat kapal,” ujarnya tersenyum.
Hal senada disampaikan Ibu Bai, pengolah ikan kering.
“Dengan alat pengering ini, kami bisa bekerja lebih cepat dan hasilnya lebih bagus. Terima kasih banyak,” ucapnya penuh haru.

Inovasi teknologi karya mahasiswa Unej ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendorong kemandirian ekonomi pesisir dan meningkatkan nilai tambah hasil laut, terutama di desa-desa nelayan yang selama ini belum tersentuh teknologi modern. (Fia)

Editor : Kief

Berita Terkait

Pria di Tuban Dianiaya Brutal hingga Kritis, Pelaku Kabur dan Diburu Polisi
Ditarget Rampung 20 Juni 2026, Progres Fisik Sekolah Rakyat Tuban Jadi Sorotan
Hari Kelima Pencarian, Nelayan Tuban yang Hilang Belum Ditemukan
Pasar Sukabangun Ketapang Jadi Andalan Warga Penuhi Kebutuhan Pokok dan Hasil Laut Segar
Dinamika Politik Kian Sentral, Ketum SMSI Firdaus Minta Media Siber Daerah Jaga Independensi
Bukan Hanya APBD Rp8,1 Miliar, Bisakah Industri Dilibatkan Menguatkan Jalan Jenu–Merakurak?
Tiga Bulan Ditutup, Perbaikan Ring Road Tuban Belum Juga Dimulai
Hampir Dua Tahun Bergulir, Kasus Penyerobotan Lahan di Tuban Masih Tahap Pemeriksaan Saksi

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 19:31 WIB

Pria di Tuban Dianiaya Brutal hingga Kritis, Pelaku Kabur dan Diburu Polisi

Senin, 15 Juni 2026 - 19:00 WIB

Ditarget Rampung 20 Juni 2026, Progres Fisik Sekolah Rakyat Tuban Jadi Sorotan

Senin, 15 Juni 2026 - 18:48 WIB

Hari Kelima Pencarian, Nelayan Tuban yang Hilang Belum Ditemukan

Minggu, 14 Juni 2026 - 14:52 WIB

Pasar Sukabangun Ketapang Jadi Andalan Warga Penuhi Kebutuhan Pokok dan Hasil Laut Segar

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:54 WIB

Bukan Hanya APBD Rp8,1 Miliar, Bisakah Industri Dilibatkan Menguatkan Jalan Jenu–Merakurak?

Berita Terbaru

Advertisement
Exit mobile version