Situbondo – Cuaca ekstrem yang memicu gelombang pasang, abrasi pantai, banjir rob, dan angin kencang menerjang kawasan pesisir Desa Landangan, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo, Rabu (15/07/2026). Akibatnya, sedikitnya tujuh rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi, mulai dari rusak ringan hingga rusak berat.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material yang dialami warga diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
BPBD Lakukan Asesmen dan Siapkan Bantuan
Koordinator Pusdalops BPBD Kabupaten Situbondo, Puriyono, mengatakan pihaknya bersama unsur terkait langsung menuju lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.
Tim melakukan pendataan kerusakan sekaligus pengkajian kebutuhan pascabencana (Jitupasna) sebagai dasar penanganan lanjutan dan penyaluran bantuan bagi warga terdampak.
“Begitu menerima laporan, petugas segera melakukan asesmen di lokasi. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa maupun korban luka. Saat ini kami masih melakukan pengkajian kebutuhan pascabencana (Jitupasna) sebagai dasar penanganan lebih lanjut, sekaligus menyiapkan penyaluran bantuan logistik kepada warga terdampak,” ujar Puriyono.
Empat Rumah di Dusun Laok Bindung Mengalami Kerusakan
Berdasarkan data BPBD Situbondo, empat rumah terdampak berada di Dusun Laok Bindung.
Rumah milik Misroto (84) mengalami kerusakan sedang dengan estimasi kerugian sekitar Rp2 juta.
Sementara tiga rumah lainnya mengalami kerusakan berat, yakni milik Suryana (56) dengan estimasi kerugian Rp10 juta, Muhammad Nastain (47) sekitar Rp10 juta, dan Suhatina (38) dengan kerugian diperkirakan mencapai Rp11 juta.
Tiga Rumah di Dusun Pesisir Turut Terdampak
Selain di Dusun Laok Bindung, gelombang pasang juga merusak tiga rumah warga di Dusun Pesisir.
Rumah milik Alwi (60) mengalami kerusakan sedang dengan estimasi kerugian sekitar Rp5 juta. Rumah milik Suli (52) mengalami kerusakan ringan dengan kerugian sekitar Rp3 juta.
Sedangkan rumah milik Risnawati (58) mengalami kerusakan berat dengan estimasi kerugian mencapai Rp8 juta.
Secara keseluruhan, BPBD mencatat satu rumah mengalami rusak ringan, dua rumah rusak sedang, dan empat rumah rusak berat.
Korban: Ombak Terus Menggerus Pondasi Rumah
Salah seorang warga terdampak, Suhatina, menceritakan gelombang tinggi disertai angin kencang telah menerjang kawasan pesisir selama tiga hari terakhir.
Menurutnya, derasnya hantaman ombak terus mengikis tanah di bawah pondasi bagian belakang rumah hingga akhirnya bangunan tersebut roboh.
“Ini tidak ada tangkisnya, jadi kalau gelombang tinggi air langsung menghantam bagian belakang rumah saya. Sekarang roboh, belakang rumah saya sudah habis total,” tuturnya.
Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi banjir rob dan abrasi yang terus mengancam permukiman warga pesisir.
“Harapan saya pemerintah bisa membantu kami untuk mengatasi banjir rob yang sampai menghancurkan rumah warga,” ungkapnya.
Warga Diminta Tetap Waspada
BPBD Situbondo mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di wilayah pesisir, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Selain itu, BPBD terus berkoordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan, serta instansi terkait guna memastikan kebutuhan dasar warga terdampak segera terpenuhi dan proses penanganan pascabencana dapat berjalan cepat serta tepat sasaran. (Fia)