Gempa Bermagnitudo 5,7 Guncang Situbondo, Puluhan Rumah Rusak

- Reporter

Kamis, 25 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas meninjau rumah warga di Situbondo yang rusak akibat gempa bermagnitudo 5,7, Kamis (25/9/2025). Puluhan rumah dilaporkan retak hingga ambruk,  (Fia Rahma/Liputansatu.id).

Petugas meninjau rumah warga di Situbondo yang rusak akibat gempa bermagnitudo 5,7, Kamis (25/9/2025). Puluhan rumah dilaporkan retak hingga ambruk, (Fia Rahma/Liputansatu.id).

Situbondo – Gempa bumi bermagnitudo 5,7 yang berpusat di timur laut Banyuwangi, Kamis (25/09/2025) sore, mengguncang wilayah Jawa Timur bagian timur, termasuk Kabupaten Situbondo. Getaran gempa terasa cukup kuat hingga menyebabkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan, mulai dari retak hingga ambruk.

Data BMKG: Pusat Gempa di Timur Laut Banyuwangi

Berdasarkan informasi dari BMKG, gempa terjadi sekitar pukul 15.46 WIB dengan pusat gempa berada di laut, tepatnya 84 km timur laut Banyuwangi, pada kedalaman 10 kilometer. Gempa dinyatakan tidak berpotensi tsunami, namun dirasakan cukup luas di beberapa daerah di Jawa Timur, termasuk Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Jember, hingga sebagian wilayah Bali.
BMKG mencatat intensitas guncangan berkisar III–IV MMI di Situbondo dan Banyuwangi, yang berarti dirasakan nyata dalam rumah, barang-barang ringan bergoyang, hingga beberapa bangunan mengalami kerusakan.

Warga Panik, Rumah Runtuh

Salah satu warga terdampak, Umi Rufaidah, warga Dusun Sidomulyo, Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, menceritakan detik-detik saat guncangan terjadi. Ia sedang tertidur di kamar ketika gempa pertama kali terasa.
“Saya itu tidur di dalam kamar, kerasa pertama masih kecil sekali. Lalu beberapa detik kemudian terasa sangat kuat hingga bangunan di atas runtuh. Saya terkena serpihan di bagian kepala dan langsung lari ke belakang rumah,” ujarnya.
Akibat guncangan itu, sebagian rumah Umi mengalami kerusakan parah hingga terbelah dan hampir roboh. Ia bersama keluarga kini terpaksa mengungsi ke rumah kerabat karena trauma sekaligus khawatir adanya gempa susulan.
“Saya takut ada gempa susulan dan kondisi rumah juga sudah hancur, jadi sementara tinggal di rumah ibu saya,” tambahnya.

BPBD Situbondo Lakukan Pendataan

Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo, Puriyono, mengatakan bahwa pihaknya masih terus melakukan pendataan terhadap rumah-rumah warga yang terdampak. Menurutnya, validitas data sangat penting agar bantuan dapat segera disalurkan tepat sasaran.
“Kami masih mengumpulkan data di beberapa desa terdampak. Pendataan harus valid,” jelas Puriyono yang akrab disapa Ipong.
Ia menyebutkan, kerusakan rumah warga bervariasi. Ada yang hanya mengalami retakan ringan, namun tidak sedikit pula yang roboh total.
“Kerusakan ada yang retak, ada yang roboh. Sementara ini kami membawa kebutuhan awal seperti makanan dan logistik darurat untuk warga terdampak,” imbuhnya.

Warga Diminta Tetap Waspada

Hingga Kamis malam, petugas BPBD bersama aparat desa masih bersiaga di beberapa titik yang dilaporkan terdampak cukup parah. Warga juga diimbau untuk tetap waspada, terutama bagi mereka yang rumahnya mengalami kerusakan struktural dan berpotensi roboh.
Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, gempa ini menimbulkan kepanikan di kalangan masyarakat. Sejumlah warga memilih mengungsi ke rumah keluarga maupun tempat aman, sembari menunggu informasi resmi terkait kondisi gempa susulan dari BMKG. (Az)

Editor : Kief

Berita Terkait

Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang
Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban
Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat
Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat
Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026
Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan
Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo
Kasus Burung Cendet Baluran: Kakek Masir Bebas Setelah 5 Bulan 20 Hari Ditahan

Berita Terkait

Minggu, 11 Januari 2026 - 18:42 WIB

Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:55 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Januari 2026 - 21:49 WIB

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:03 WIB

Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 07:54 WIB

Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026

Berita Terbaru

Pembeli solar bersubsidi menggunakan drum 200 liter diduga tanpa surat rekom dan abaikan konsumen kendaraan pribadi, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Jan 2026 - 23:55 WIB

Rekan dan keluarga nelayan Tuban yang berhasil diselamatkan setelah dilaporkan hilang, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Peristiwa

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Jan 2026 - 21:49 WIB

Advertisement
Promo Shopee