Guru PPPK Paruh Waktu Datangi Disdikbud Melawi, Tuntut Kejelasan Gaji dan Dana BOS

- Reporter

Selasa, 9 Juni 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Perwakilan guru PPPK Paruh Waktu Kabupaten Melawi berfoto bersama jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan usai audiensi terkait kepastian mekanisme pembayaran gaji yang dikabarkan akan bersumber dari Dana BOS. Dalam pertemuan tersebut, para guru menyampaikan aspirasi dan meminta kejelasan regulasi dari pemerintah, (Nurul Hidayatullah/Liputansatu.id).

Melawi – Sejumlah Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu berstatus guru yang telah mengantongi sertifikat pendidik mendatangi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Melawi untuk melakukan audiensi, Senin (08/06/2026).
Kedatangan para tenaga pendidik tersebut bertujuan mencari kejelasan terkait mekanisme pembayaran gaji PPPK Paruh Waktu yang dikabarkan akan bersumber dari Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Guru Pertanyakan Mekanisme dan Kepastian Gaji

Dalam audiensi tersebut, para guru menyampaikan berbagai pertanyaan terkait penggunaan Dana BOS sebagai sumber pembiayaan gaji PPPK Paruh Waktu.
Mereka mempertanyakan kepastian nominal gaji, pola penyaluran anggaran, hingga dasar hukum yang akan digunakan apabila kebijakan tersebut diterapkan.
Menurut para peserta audiensi, hingga saat ini masih beredar berbagai informasi yang berbeda terkait skema pembayaran gaji sehingga menimbulkan kebingungan di kalangan tenaga pendidik.

Khawatir Hak dan Penghasilan Belum Jelas

Perwakilan guru PPPK Paruh Waktu, Petrus, mengatakan audiensi dilakukan agar para guru memperoleh penjelasan resmi dari pemerintah daerah dan tidak lagi menerima informasi yang simpang siur.
“Kami datang langsung bersama kawan-kawan untuk mendapatkan penjelasan resmi agar tidak terjadi simpang siur informasi. Kami ingin mengetahui bagaimana mekanisme pembayaran gaji ke depan dan apakah Dana BOS dapat digunakan untuk membiayai gaji PPPK Paruh Waktu yang sudah tersertifikasi,” ujarnya.
Ia menambahkan kepastian mengenai status dan hak-hak guru sangat penting karena berkaitan langsung dengan kesejahteraan serta semangat kerja tenaga pendidik dalam menjalankan proses belajar mengajar.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Disdikbud Melawi menyatakan menerima seluruh aspirasi dan pertanyaan yang disampaikan para guru PPPK Paruh Waktu.
Dinas menegaskan bahwa persoalan pembayaran gaji tenaga pendidik harus dilaksanakan sesuai ketentuan dan regulasi yang berlaku sehingga memerlukan kehati-hatian dalam pengambilan kebijakan.

Disdikbud Tunggu Regulasi Resmi Pemerintah Pusat

Kepala Disdikbud Kabupaten Melawi, Yussenno, menjelaskan bahwa hingga saat ini pihaknya masih menunggu petunjuk teknis dan regulasi resmi dari pemerintah pusat terkait mekanisme pembayaran gaji PPPK Paruh Waktu melalui Dana BOS.
“Kita masih menunggu aturan dari pusat terkait gaji para guru PPPK Paruh Waktu ini lewat Dana BOS. Namun semuanya tetap kita perjuangkan. Kami dari Dinas Pendidikan juga akan menyurati pemerintah pusat,” jelasnya.
Menurut Yussenno, pemerintah daerah memahami hak-hak tenaga pendidik, namun di sisi lain juga harus mempertimbangkan kondisi fiskal daerah yang masih terbatas.

Pemkab dan Guru Berharap Ada Kepastian Regulasi

Disdikbud Melawi menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan kepentingan tenaga pendidik dan akan melakukan koordinasi dengan kementerian maupun instansi terkait.
Pihak dinas berharap pemerintah pusat segera menerbitkan regulasi yang jelas sehingga daerah memiliki dasar hukum yang kuat dalam menentukan kebijakan pembayaran gaji PPPK Paruh Waktu.
Audiensi berlangsung dalam suasana kondusif dan penuh dialog. Para guru diberikan kesempatan menyampaikan pandangan, masukan, serta harapan terkait masa depan PPPK Paruh Waktu di Kabupaten Melawi. (Nh/)

Berita Terkait

Audiensi Dugaan Debu SIG Tuban Buntu, Warga Kecewa Pejabat Pengambil Keputusan Tak Hadir
Kejari Tuban Benarkan Staf yang Diperiksa Terkait Polemik Rp600 Juta Sedang Umrah
Audiensi Dugaan Pencemaran SIG Digelar Tertutup, Transparansi DLHP Tuban Dipertanyakan
Akses Tambang SIG Tuban Diblokade, Warga Bertahan di Tengah Dingin Demi Menuntut Udara Bersih
H-1 Kontrak Berakhir, PT Waskita Karya Masih Bungkam Soal Proyek Sekolah Rakyat Tuban
Jadwal Tender April Terlewati, Revitalisasi Taman Kapur Rp16,6 Miliar Belum Bergerak
Kirana Wedding Tuban Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp400 Juta
Polresta Tuban Perkuat Sinergi dengan Media Lewat PIRAMIDA, Siapkan Kolaborasi Sosial

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 13:05 WIB

Audiensi Dugaan Debu SIG Tuban Buntu, Warga Kecewa Pejabat Pengambil Keputusan Tak Hadir

Sabtu, 25 Juli 2026 - 15:45 WIB

Kejari Tuban Benarkan Staf yang Diperiksa Terkait Polemik Rp600 Juta Sedang Umrah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:41 WIB

Audiensi Dugaan Pencemaran SIG Digelar Tertutup, Transparansi DLHP Tuban Dipertanyakan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:15 WIB

Akses Tambang SIG Tuban Diblokade, Warga Bertahan di Tengah Dingin Demi Menuntut Udara Bersih

Jumat, 24 Juli 2026 - 22:18 WIB

H-1 Kontrak Berakhir, PT Waskita Karya Masih Bungkam Soal Proyek Sekolah Rakyat Tuban

Berita Terbaru

Exit mobile version