Tuban – Suasana khusyuk peringatan Haul Sunan Bonang yang digelar di kompleks Masjid Agung Tuban pada Rabu (10/07/2025) mendadak terganggu oleh aksi kriminal yang memanfaatkan keramaian. Enam orang komplotan copet diketahui menjalankan aksinya secara terorganisir dan berhasil menggondol sejumlah telepon genggam milik jama’ah.
Aksi Licik Komplotan Copet di Tengah Keramaian Haul
Menurut keterangan dari Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Tuban, AKP Dimas Robin Alexander, para pelaku menyusup dan membaur di tengah ribuan jama’ah yang hadir dalam acara keagamaan tersebut. Mereka memanfaatkan momen padat pengunjung untuk melancarkan aksinya.
“Dari hasil pemeriksaan, satu pelaku berhasil kami amankan, dan dari keterangan yang bersangkutan, diketahui bahwa pelaku tidak bekerja sendirian. Mereka merupakan bagian dari komplotan yang berjumlah enam orang,” jelas AKP Dimas saat dikonfirmasi oleh Liputansatu.id pada Kamis (11/07/2025).
Empat Pelaku Perempuan, Aksi Terencana dengan Mobil Berplat Jogja
Dari enam pelaku yang diduga terlibat, empat di antaranya adalah perempuan. Para pelaku diduga memiliki peran masing-masing dan telah menyusun rencana sebelum menjalankan aksinya.
“Pelaku yang tertangkap mengaku bahwa mereka sudah mengatur titik kumpul di utara masjid setelah beraksi. Ini jelas bukan kejahatan spontan, melainkan sudah direncanakan,” imbuhnya.
Pelaku yang telah diamankan berinisial J, diketahui merupakan warga Karanganyar, Jawa Tengah. Ia bersama komplotannya menggunakan kendaraan berpelat nomor Jogja sebagai sarana untuk keluar masuk Tuban.
Penyelidikan Masih Berlanjut, Polisi Kejar Lima Pelaku Lain
Saat ini, pelaku J telah diamankan di Mapolres Tuban dan tengah menjalani pemeriksaan intensif. Kepolisian juga terus melakukan pengembangan guna memburu lima pelaku lainnya yang masih buron.
“Kami sedang melakukan pengembangan terhadap kasus ini. Identitas rekan-rekan pelaku sudah kami kantongi, dan kami pastikan akan ada penangkapan berikutnya,” tegas AKP Dimas.
Polres Tuban mengimbau kepada masyarakat agar lebih waspada, terutama saat menghadiri acara-acara yang melibatkan keramaian. Para pelaku kejahatan kerap memanfaatkan situasi padat untuk melancarkan aksi pencopetan.(Az)
Editor : Mukhyidin Khifdhi












