Dirgahayu Republik Indonesia ke-81

HMI Geruduk Disdik Tuban, Desak Penanganan Kasus Dana BOS, dan Jabatan Kepsek

- Reporter

Rabu, 28 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Masa HMI melakukan aksi di depan Dinas Pendidikan Tuban (28/10/2026) (gambar : Assa Annazili)

Masa HMI melakukan aksi di depan Dinas Pendidikan Tuban (28/10/2026) (gambar : Assa Annazili)

Tuban – Ditengah lamanya penanganan kasus korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dan banyaknya kepala sekolah yang tidak diduduki pejabat definitif, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tuban gelar aksi di Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban siang tadi (28/10/2026).

Dimulai dengan longmarch, para mahasiswa berjalan dari Asrama Haji menuju ke depan gedung Disdik Tuban. Sesampainya di sana mereka menggelar orasi sambil melakukan aksi teatrikal dengan mengenakan baju Korpri dengan membawa sepedah pancal dan beban sebagai simbol beban berat yang dialami guru dalam mengajar.

Selang beberapa waktu mereka melakukan orasi, akhirnya Plt. Kepala Disdik Tuban, Raden Mohammad Dani Ramdhani menemui mereka. Akhirnya mereka melakukan dialog membahas tuntutan dari para mahasiswa.

Setelah melakukan dialog, para aktivis HMI meminta untuk Plt. Kepala Disdik untuk menandatangani pakta integritas sebagai bentuk komitmen tindak lanjut. Namun, karena merasa masih belum memiliki wewenang akhirnya terjadilah perdebatan panjang.

Hingga akhirnya terdapat beberapa poin untuk direvisi. Dan selanjutnya para mahasiswa berangsur meninggalkan lokasi aksi.

Ditemui pasca aksi, Ketua HMI Cabang Tuban, Agus Siswanto kepada awak media menyampaikan aksi ini pihaknya menuntut pengangkatan kepala sekolah yang definitif. Lalu menolak penugasan ganda guru yang mengganggu pembelajaran.

Pihaknya juga mendesak untuk pengangkatan PPPK guru di tahun 2027. Juga transparansi dana Bos.

“Kami mendesak transparansi dan akuntabilitas dana BOS,” ujarnya.

Dia juga mendesak penanganan kasus perundungan, dan penanganan anak putus sekolah. Selain itu juga mendesak evaluasi untuk Kepala Bidang SMP karena bertanggungjawab atas pengawasan pada kasus dana BOS di SMP Negeri 2 Rengel.

“Kami minta Kabid SMP untuk dievaluasi,” ujar Agus.

Ditanya apa yang menyebabkan alot dalam dialog dengan Kepala Dinas, pihaknya menyampaikan hal ini dikarenakan kepala Dinas yang masih Plt. Sehingga pihak dinas merasa belum memiliki kewenangan.

“Lha ini jika masih Plt., ya akan mengelak seperti itu,” ucapnya.

Dia juga menegaskan akan terus mengawal kasus penilapan dana BOS tersebut. Dan menyampaikan jika kasus ini terus mandek akan juga menggeruduk Inspektorat dan Polresta Tuban supaya segera ditindaklanjuti.

“Jika kasus ini terus mandek, kami akan menggeruduk Inspektorat dan Polresta Tuban, karena ini kerugian bagi masyarakat, makanya akan terus kami kawal,” ujarnya.

Sementara itu Plt. Kepala Disdik Tuban, menanggapi tuntutan dari para mahasiswa pihaknya akan menindak lanjuti tuntutan tersebut. Termasuk banyaknya kepala sekolah yang masih Plt.

“Yang jelas kami sudah berproses, jadi kami sudah mengusulkan di BKPSDM, yang punya wewenang di sana,” ujarnya.

Sejauh ini beberapa guru telah didiklat untuk bisa menjadi kepala sekolah. Hal ini dilakukan sebagai syarat untuk menjadi kepala sekolah. Namun, pihaknya menegaskan hal ini tidak berkaitan dengan anggaran, akan tetapi karena masih dalam proses Diklat para calon kepala sekolah.

Setidaknya terdapat 541 Kepala Sekolah Dasar yang masih Plt, dan 42 Kepala Sekolah Menengah Pertama yang masih Plt. Saat ini masih dalam proses dalam pengajuan Plt.

Berkaitan dengan penyelewengan dana BOS, pihaknya menyampaikan jika dana BOS ini diturunkan dari pusat. Hal ini telah memiliki petunjuk teknis dari pelaksanaannya.

“Kami akan terus mengawasi, kita sudah punya tim untuk mengawasi hal,” ujarnya.

Dia menyebutkan akan melakukan rekomendasi dari Inspektorat bagi pihak terkait. Selain itu juga akan melakukan pengawalan bagi sekolah-sekolah sehingga hal seperti ini tidak terulang kembali. (Az/Kiev)

Editor : Mukhyidin Khifdi

Berita Terkait

Anggaran 2027 Tuban Dipangkas Rp300 Miliar
Bupati Lindra: Pantai Boom Akan Ditata Ulang 2027
Epilepsi Kambuh Warga Gununganyar Tewas Tenggelam di Embung
Operasi Patuh Semeru 2026 Dimulai, Kapolresta Tuban : Jangan Cari-cari Kesalahan Pengendara
Warga Tuban Keluhkan BPJS Bantuan Pemerintah, Kenapa?
Kukuhkan DPC PKB Tuban, DPW Targetkan Tambah Kursi DPRD
Pekerja Vendor Curi Forklift Milik SIG Tuban
PT SBI Tuban Ingatkan Bahaya Tambang

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:19 WIB

Anggaran 2027 Tuban Dipangkas Rp300 Miliar

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:05 WIB

HMI Geruduk Disdik Tuban, Desak Penanganan Kasus Dana BOS, dan Jabatan Kepsek

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Bupati Lindra: Pantai Boom Akan Ditata Ulang 2027

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:52 WIB

Epilepsi Kambuh Warga Gununganyar Tewas Tenggelam di Embung

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:05 WIB

Operasi Patuh Semeru 2026 Dimulai, Kapolresta Tuban : Jangan Cari-cari Kesalahan Pengendara

Berita Terbaru

Dari kanan ke kiri Joko Sarwono, Aditya Halindra Faridzky, Sugiantoro, Miyadi, Andi Hartanto, Lutfi Firmansyah (gambar : Assa Annazili)

Pemerintah

Anggaran 2027 Tuban Dipangkas Rp300 Miliar

Rabu, 28 Okt 2026 - 19:19 WIB

Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky (kanan) didampingi Wakil Bupati, Joko Sarwono (kiri) di depan ruang rapat Paripurna DPRD Tuban (27/10/2026) (gambar : Assa Annazili)

Pemerintah

Bupati Lindra: Pantai Boom Akan Ditata Ulang 2027

Selasa, 27 Okt 2026 - 18:59 WIB

Jenazah Mat Sahir (37) saat dievakuasi warga (gambar : ist.)

Peristiwa

Epilepsi Kambuh Warga Gununganyar Tewas Tenggelam di Embung

Senin, 26 Okt 2026 - 18:52 WIB

Banner Liputansatu
Banner Liputansatu
Banner Liputansatu