Dirgahayu Republik Indonesia ke-81

Huni RTLH 6 Tahun Warga di Tuban Terancam Tak Terima Bansos

- Reporter

Kamis, 10 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rusmiati, warga Desa Pongpongan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, menunjukkan rumah bantuan RTLH yang telah dihuni keluarganya selama enam tahun. Meski hidup dari penghasilan suami sebagai tukang becak, keluarganya kini masuk Desil 6 DTSEN dan khawatir kehilangan bantuan sosial. (Aji Swasto/Liputansatu.id).

Rusmiati, warga Desa Pongpongan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, menunjukkan rumah bantuan RTLH yang telah dihuni keluarganya selama enam tahun. Meski hidup dari penghasilan suami sebagai tukang becak, keluarganya kini masuk Desil 6 DTSEN dan khawatir kehilangan bantuan sosial. (Aji Swasto/Liputansatu.id).

Tuban – Terhitung sudah selama enam tahun menghuni rumah bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), tidak serta-merta membuat keluarga Rusmiati aman dari persoalan data kesejahteraan sosial.

Warga Desa Pongpongan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban itu justru mendapati keluarganya tercatat dalam Desil 6. Kondisi tersebut membuatnya kaget, dan khawatir tidak lagi masuk dalam sasaran sejumlah bantuan sosial pemerintah.

Kehidupan sehari-hari keluarga Rusmiati menunjukkan kondisi ekonomi yang masih terbatas. Perempuan berusia 52 tahun tersebut tinggal bersama suaminya, Sukri (64), dan seorang anak yang masih bersekolah. Mereka menempati rumah sekitar 36 meter persegi yang diperoleh melalui program RTLH pemerintah. Bangunan tersebut hanya memiliki satu kamar dan satu kamar mandi.

Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, Sukri masih bekerja sebagai tukang becak. Di usia yang sudah 64 tahun, penghasilannya tidak menentu, hanya sekitar Rp30 ribu hingga Rp50 ribu per hari. Penghasilan itu menjadi tumpuan keluarga untuk memenuhi kebutuhan makan sekaligus biaya sekolah anak.

Tak hanya itu, Rusmiati sendiri tidak memiliki pekerjaan tetap. Ia sehari-hari mengurus rumah tangga dan memelihara beberapa ekor ayam di pekarangan rumah. Ia mengaku keluarganya juga tidak memiliki sawah, sapi, maupun aset lain yang dapat menjadi sumber penghasilan utama.

Kondisi tersebut yang kemudian membuat Rusmiati mempertanyakan perubahan status keluarganya dalam data kesejahteraan. “Kami berharap data kami bisa diperbaiki karena kondisi kami memang seperti ini,” ujar Rusmiati.

Perubahan kategori desil ternyata tidak hanya dialami keluarga Rusmiati. Pemerintah Desa Pongpongan mengakui terdapat sejumlah warganya yang mengalami pergeseran kategori setelah pendataan menggunakan instrumen Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Kasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Desa Pongpongan, Kiswanto, mengatakan perubahan tersebut terjadi pada sejumlah warga. Ada yang sebelumnya berada pada desil 1 kemudian bergeser menjadi desil 2. Bahkan, terdapat warga yang sebelumnya masuk kategori desil 1 hingga 4 kemudian berubah menjadi desil 6. Perubahan tersebut berdampak pada status penerimaan bantuan sosial sebagian warga.

“Memang benar mas sesuai dengan data yang ada. Satu warga kami kemarin Bu Rastumi yang semula masuk dalam kategori desil 1 yang seharusnya mendapatkan bansos BPNT namun berubah menjadi desil 2 sehingga menyebabkan bansosnya itu tidak cair,” tutur Kiswanto kepada Liputansatu.id melalui sambungan telepon, Kamis (10/09/2026).

Menurut Kiswanto, pendataan tersebut berkaitan dengan sistem DTSEN yang dikelola melalui pemerintah pusat. Karena itu, perubahan kategori desil tidak serta-merta dapat ditentukan oleh pemerintah desa.

Kiswanto juga mengungkap adanya persoalan lain dalam data bantuan sosial di Desa Pongpongan. Ia menyebut terdapat puluhan warga yang mengalami penghapusan data bansos karena terafiliasi dengan aktivitas judi online.

Ketika ditanya mengenai adanya warga yang diduga gagal mendapatkan bantuan setelah memasang listrik, Kiswanto mengaku belum mengetahui persoalan tersebut. “Kalau yang terkait pemasangan listrik itu saya belum tahu,” ujarnya.

Di sisi lain, pemerintah desa menyatakan perubahan kategori tersebut berasal dari hasil pendataan dalam sistem DTSEN. (Aj)

Berita Terkait

Bupati Lindra: Pantai Boom Akan Ditata Ulang 2027
Epilepsi Kambuh Warga Gununganyar Tewas Tenggelam di Embung
Operasi Patuh Semeru 2026 Dimulai, Kapolresta Tuban : Jangan Cari-cari Kesalahan Pengendara
Warga Tuban Keluhkan BPJS Bantuan Pemerintah, Kenapa?
Kukuhkan DPC PKB Tuban, DPW Targetkan Tambah Kursi DPRD
Pekerja Vendor Curi Forklift Milik SIG Tuban
PT SBI Tuban Ingatkan Bahaya Tambang
Ruangan Masih Terkunci, Kubu Go Tjong Ping Terpaksa Buka Paksa Kantor Klenteng

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Bupati Lindra: Pantai Boom Akan Ditata Ulang 2027

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:52 WIB

Epilepsi Kambuh Warga Gununganyar Tewas Tenggelam di Embung

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:05 WIB

Operasi Patuh Semeru 2026 Dimulai, Kapolresta Tuban : Jangan Cari-cari Kesalahan Pengendara

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:07 WIB

Warga Tuban Keluhkan BPJS Bantuan Pemerintah, Kenapa?

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Kukuhkan DPC PKB Tuban, DPW Targetkan Tambah Kursi DPRD

Berita Terbaru

Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky (kanan) didampingi Wakil Bupati, Joko Sarwono (kiri) di depan ruang rapat Paripurna DPRD Tuban (27/10/2026) (gambar : Assa Annazili)

Pemerintah

Bupati Lindra: Pantai Boom Akan Ditata Ulang 2027

Selasa, 27 Okt 2026 - 18:59 WIB

Jenazah Mat Sahir (37) saat dievakuasi warga (gambar : ist.)

Peristiwa

Epilepsi Kambuh Warga Gununganyar Tewas Tenggelam di Embung

Senin, 26 Okt 2026 - 18:52 WIB

Ilustrasi warga yang pusing karena kartu BPJS-nya non-aktif (gambar : ilustrasi AI)

Pemerintah

Warga Tuban Keluhkan BPJS Bantuan Pemerintah, Kenapa?

Sabtu, 24 Okt 2026 - 18:07 WIB

Prosesi Pengukuhan DPC PKB Tuban dan DPAC PKB se-Kabupaten Tuban di Ballroom Hotel Lynn (24/10/2026) (gambar : Assa Annazili)

Politik

Kukuhkan DPC PKB Tuban, DPW Targetkan Tambah Kursi DPRD

Sabtu, 24 Okt 2026 - 17:56 WIB

Banner Liputansatu
Banner Liputansatu
Banner Liputansatu