Ibadah Imlek 2025 di Surabaya: Ribuan Umat Tri Dharma Doakan Kesejahteraan

- Reporter

Selasa, 28 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menyambut Tahun Baru Imlek 2025 atau 2576 Kongzili, umat Tri Dharma di Klenteng Pak Kik Bio-Hian Thian Siang Tee, Surabaya(Ist).

Menyambut Tahun Baru Imlek 2025 atau 2576 Kongzili, umat Tri Dharma di Klenteng Pak Kik Bio-Hian Thian Siang Tee, Surabaya(Ist).

SURABAYA, JATIM – Menyambut Tahun Baru Imlek 2025 atau 2576 Kongzili, umat Tri Dharma di Surabaya memulai rangkaian ibadah dengan penuh khidmat. Mereka berdoa untuk kebaikan, kesejahteraan, dan kedamaian.

Ketua Klenteng Pak Kik Bio-Hian Thian Siang Tee, Nanang Wirjanto Limantoro, menyampaikan bahwa ibadah Imlek di klentengnya berlangsung dari 28 hingga 29 Januari 2025. “Umat melaksanakan sembahyang secara individu, yang dikenal sebagai sembahyang Guan Tan. Klenteng kami buka selama 24 jam,” ujarnya saat ditemui, Selasa (28/1/2025).

Rangkaian Ibadah Imlek dan Simbolisme

Nanang menjelaskan bahwa pengurus klenteng telah memulai ibadah lebih awal dengan mengenakan pakaian serba hitam. “Warna hitam ini simbol dari yang mulia Kongco, malaikat bintang utara, yang dipercaya dapat menangkal aura negatif,” tambahnya.

Ia memperkirakan ribuan umat Tri Dharma akan hadir pada malam hingga esok hari. “Umat tidak hanya dari Surabaya, tetapi juga dari luar kota. Mereka datang bergantian, baik secara individu maupun bersama keluarga,” ungkap Nanang.

Baca juga: Polda Jatim Siapkan Pengamanan Libur Imlek 2025

Refleksi dan Harapan Tahun Ular Kayu

Rohaniawan Konghucu, Jsthe Siu Lian, menuturkan bahwa ibadah Imlek juga diisi dengan menyanyikan kidung. “Kidung ini mengingatkan kita untuk selalu berbuat baik, karena Tuhan pasti berkenan dengan kebaikan. Kita harus menjauhi iri hati dan kebencian,” jelasnya.

Pada Tahun Ular Kayu ini, Lian berharap seluruh umat dapat hidup sejahtera, bangsa tetap dalam kebaikan, dan kerukunan antarumat beragama terus terjaga. “Kita harus memanusiakan manusia, menghormati sesama tanpa memandang perbedaan agama. Toleransi adalah kunci utama,” tegasnya.


Untuk memastikan keamanan selama pelaksanaan ibadah, petugas gabungan dari kepolisian hingga Satpol PP berjaga di area klenteng. Hal ini dilakukan untuk menciptakan suasana yang aman dan nyaman bagi umat yang beribadah.(Said/Din)

Editor : Mukhyidin khifdhi

Berita Terkait

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban
Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat
Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026
Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan
Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo
Kasus Burung Cendet Baluran: Kakek Masir Bebas Setelah 5 Bulan 20 Hari Ditahan
Alih Fungsi KUD Jadi Dapur MBG di Senori Disorot, Pemerintah Desa dan Forkopimcam Mengaku Tak Tahu
Sesosok Mayat Mr X Ditemukan Mengapung di Sungai Sampean Lama Situbondo

Berita Terkait

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:55 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:03 WIB

Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 07:54 WIB

Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:45 WIB

Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:06 WIB

Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo

Berita Terbaru

Pembeli solar bersubsidi menggunakan drum 200 liter diduga tanpa surat rekom dan abaikan konsumen kendaraan pribadi, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Jan 2026 - 23:55 WIB

Advertisement
Promo Shopee