TUBAN – Sebuah video yang memperlihatkan aktivitas sejumlah orang berseragam kejaksaan di rumah dinas Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tuban pada Senin (29/6/2026) malam memicu beragam spekulasi di media sosial. Video tersebut disertai narasi yang menyebut rumah dinas Kajari digeledah oleh tim dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur.
Dalam video yang beredar, tampak sejumlah orang memasuki area rumah dinas Kajari sekitar pukul 21.00 WIB. Narasi yang menyertai video menyebut kedatangan mereka merupakan bagian dari penggeledahan yang dilakukan Kejati Jawa Timur.
Namun, hingga berita ini ditulis, klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Di tengah beredarnya video itu, muncul pula informasi mengenai dugaan adanya pemeriksaan internal terhadap sejumlah pejabat di Kejaksaan Negeri Tuban. Informasi yang diterima Liputansatu.id menyebut pemeriksaan tersebut diduga berkaitan dengan isu permintaan uang dalam penanganan salah satu perkara pidana.
Nama yang disebut dalam informasi itu antara lain Kajari Tuban Supardi, Kepala Seksi Pidana Umum Akhmad Akhsan, serta jaksa penuntut umum yang menangani perkara dugaan tambang ilegal dengan terdakwa berinisial CN.
Hingga kini, informasi tersebut belum mendapat konfirmasi dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.
Kasi Intelejen Kejari Tuban: Bukan Penggeledahan
Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Tuban, Stephen Dian Palma, membantah kabar bahwa rumah dinas Kajari digeledah oleh Kejati Jawa Timur.
“Tidak, bukan penggeledahan,” kata Stephen saat dikonfirmasi Liputansatu.id, Selasa (30/6/2026).
Stephen menjelaskan, aktivitas yang terjadi di rumah dinas Kajari pada malam itu merupakan kegiatan biasa dan bukan bagian dari tindakan hukum.
Menanggapi kabar mengenai dugaan pemeriksaan terhadap Kajari beserta sejumlah pejabat Kejari Tuban, Stephen mengatakan keberangkatan Kajari ke Surabaya merupakan agenda inspeksi rutin ke Kejati Jawa Timur.
“Pak Kajari ke Surabaya itu untuk inspeksi rutin di Kejati,” ujarnya.
Ketika dimintai tanggapan mengenai isu mutasi maupun dugaan permintaan uang dalam penanganan perkara, Stephen mengaku belum memperoleh informasi terkait hal tersebut.
“Mohon maaf, kami belum monitor,” katanya.
Menunggu Klarifikasi Kejati Jawa Timur
Hingga Selasa (30/6/2026), belum ada pernyataan resmi dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur terkait video yang beredar maupun informasi mengenai dugaan pemeriksaan internal terhadap pejabat Kejaksaan Negeri Tuban.
Karena itu, status informasi mengenai dugaan penggeledahan maupun dugaan permintaan uang dalam penanganan perkara masih sebatas isu yang belum terkonfirmasi. Kepastian mengenai ada atau tidaknya pemeriksaan internal hanya dapat diperoleh melalui keterangan resmi dari Kejati Jawa Timur.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena menyangkut integritas aparat penegak hukum. Transparansi dari institusi terkait dinilai penting untuk memastikan informasi yang berkembang di masyarakat tidak menjadi spekulasi berkepanjangan serta menjaga kepercayaan publik terhadap proses penegakan hukum. (Az/Kiev).
Editor : Mukhyidin Khifdhi