Tuban – Keterbatasan anggaran tidak menyurutkan semangat Karang Taruna Kecamatan Merakurak. Dengan modal swadaya dan semangat kebersamaan, organisasi kepemudaan ini berhasil menggelar acara istighosah dan doa bersama memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di halaman Kantor Kecamatan Merakurak, Selasa malam (09/09/2025).
Pemuda Bergerak, Masyarakat Tergerak
Ketua Karang Taruna Kecamatan Merakurak, Sahlan, menegaskan bahwa acara ini merupakan bentuk komitmen pemuda untuk menghadirkan kegiatan positif bagi masyarakat meski tanpa dukungan anggaran khusus.
“Peringatan Maulid Nabi ini bertepatan dengan pengajian rutin bulanan kami. Kami kemas lebih istimewa, dengan swadaya dan dukungan masyarakat. Semangatnya adalah memperkuat persaudaraan dan mendoakan bangsa agar tetap damai,” jelasnya.
Menurut Sahlan, keterbatasan dana justru menjadi pemicu kreativitas pemuda dalam mengorganisir acara. Gotong royong menjadi kunci sukses terselenggaranya kegiatan.
Apresiasi dari Camat Merakurak
Camat Merakurak, Mustakim, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif Karang Taruna. Ia menilai, apa yang dilakukan para pemuda ini bisa menjadi teladan bagi organisasi lain.
“Meski tanpa anggaran khusus, Karang Taruna mampu menghadirkan kegiatan positif untuk masyarakat. Ini contoh nyata peran pemuda yang berdaya dan bermanfaat,” ungkapnya.
Ia berharap semangat swadaya ini terus dijaga, karena menjadi modal sosial penting dalam pembangunan masyarakat.
Kebersamaan Lebih Berarti
Acara istighosah dan doa bersama ini dihadiri ratusan warga, tokoh agama, dan staf kecamatan. Suasana religius terasa kuat saat KH. Sholahul Umam, S.Pd.I, menyampaikan tausiah tentang pentingnya meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW.
Masyarakat yang hadir larut dalam doa dan shalawat, membuktikan bahwa nilai kebersamaan lebih berarti daripada besarnya anggaran. Bagi warga Merakurak, acara ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah.
Peran Nyata Karang Taruna
Kegiatan ini menegaskan bahwa Karang Taruna tidak hanya hadir secara administratif, melainkan juga mampu bergerak nyata di tengah masyarakat. Dengan semangat swadaya, pemuda bisa menjadi motor kegiatan sosial, keagamaan, dan kebersamaan tanpa harus menunggu kucuran dana pemerintah.
Semangat itu pula yang membuat acara sederhana ini terasa istimewa. Dari pemuda untuk masyarakat, dari masyarakat untuk bangsa. (Aj)
Editor : Kief












