Promo
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 1447 H 2026 M Pemerintah Kabupaten Tuban

Kasus MBG Terulang, DPRD Tuban Desak Evaluasi Total Usai Belasan Siswa Jatuh Sakit

- Reporter

Rabu, 28 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Belasan siswa SMP Negeri 1 Montong mengalami gejala mual, pusing hingga gatal-gatal usai makan menu MBG, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Belasan siswa SMP Negeri 1 Montong mengalami gejala mual, pusing hingga gatal-gatal usai makan menu MBG, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban – Insiden siswa jatuh sakit usai menyantap makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di Kabupaten Tuban. Kali ini, sejumlah siswa di Kecamatan Montong harus mendapatkan penanganan medis dan dilarikan ke puskesmas pada Selasa (27/01/2026) setelah mengonsumsi menu MBG yang dibagikan di sekolah.
Peristiwa ini menambah daftar kasus serupa yang sebelumnya terjadi di Kecamatan Tambakboyo dan Kecamatan Palang. Dengan demikian, insiden di Montong menjadi kasus ketiga dalam rangkaian pelaksanaan Program MBG di Tuban, yang memicu perhatian serius dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat.

DPRD Nilai Ada Persoalan Pengawasan dan Keamanan Pangan

Anggota Komisi III DPRD Tuban, Lukmanul Hakim, menyampaikan keprihatinannya atas kejadian berulang yang diduga berkaitan dengan konsumsi makanan MBG. Ia menegaskan, insiden ini tidak bisa lagi dipandang sebagai peristiwa biasa.
“Ini peringatan serius. Ada persoalan dalam pengawasan, standar higienitas, dan keamanan pangan yang harus segera dibenahi,” tegas Lukman, Selasa (27/01/2026).
Menurutnya, terjadinya insiden berulang mengindikasikan adanya dugaan kelalaian dalam tata kelola, pengawasan, hingga penerapan standar keamanan pangan pada pelaksanaan Program MBG di lapangan.

Pelaksanaan Program MBG Jadi Sorotan

Meski mengkritisi pelaksanaan, Lukman menegaskan bahwa persoalan ini tidak boleh dijadikan alasan untuk melemahkan, apalagi menghentikan Program MBG. Ia menilai MBG merupakan kebijakan strategis nasional yang penting untuk pemenuhan gizi anak dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Masalahnya bukan pada konsep programnya, tetapi pada pelaksanaannya di lapangan yang belum disiplin terhadap standar kesehatan, higienitas, dan rantai distribusi makanan,” jelasnya.
Ia menambahkan, program yang menyasar anak-anak tidak boleh mengandung risiko sekecil apa pun.
“Ini menyangkut keselamatan publik. Kelalaian sekecil apa pun tidak bisa ditoleransi. Harus ada evaluasi menyeluruh agar kejadian seperti ini tidak terulang,” imbuhnya.

Kodim Akui Peran Terbatas dalam Pengawasan Mitra Dapur

Sementara itu, Pasi Teritorial Kodim 0811/Tuban, Kapten Dodi Anang Kustiawan, saat ditemui di kantornya pada Rabu (28/1/2026), mengakui bahwa pihaknya memiliki keterbatasan dalam mengetahui kondisi teknis mitra dapur MBG.
“Kami hanya menjadi pendamping dan pengawas. Kami tidak dilibatkan dalam pengadaan bahan baku, penentuan menu, maupun distribusi. Mitra berjalan sendiri, bahkan selama ini minim koordinasi. Kalau sudah ada masalah, baru kami dilibatkan,” ungkap Kapten Dodi.
Ia menjelaskan, kewenangan pemberian sanksi terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bermasalah sepenuhnya berada di tangan Badan Gizi Nasional (BGN).

Rencana Evaluasi Menyeluruh Mitra MBG

Meski tidak memiliki kewenangan penindakan, Kodim 0811/Tuban menyatakan akan mengambil langkah perbaikan dengan memperkuat koordinasi dan pengawasan. Dalam waktu dekat, seluruh SPPG, kepala dapur, serta mitra MBG akan dikumpulkan untuk dilakukan evaluasi menyeluruh.
Evaluasi tersebut akan mencakup penegakan aturan, kepatuhan terhadap standar operasional, hingga penguatan aspek kebersihan dan keamanan pangan.
“Program ini sebenarnya bagus karena menyerap ribuan tenaga kerja lokal. Tapi kalau pengawasan dan koordinasi tidak diperbaiki, masalah seperti ini akan terus berulang,” pungkas Kapten Dodi. (Az)

Editor : Kief

Berita Terkait

Bidan RSUD Besuki Ditemukan Tewas di Drainase Pantura Situbondo
IMM Tuban Periode 2026-2027 Resmi Dilantik, Isu Perempuan Jadi Prioritas
Meski Damai, Oknum Polisi Terduga Pemukul Badut di Tuban Tetap Diperiksa Propam
Gelombang 1,5 Meter Terjang Pesisir Tuban, Dua Kapal Nelayan Hancur Dihantam Ombak
SE Sekda Tak Digubris, Jalan Bancar–Jatirogo Masih Dipenuhi Ceceran Pasir Silika
Viral Dugaan Penganiayaan Badut Oleh Anggota Propam Tuban, Polisi Sebut Kasus Sudah Dimediasi
19 Dapur MBG Disuspend, Pemkab Situbondo Minta Disikapi Sebagai Evaluasi
Jelang Operasi Patuh Kapuas 2026, Polres Melawi Bidik Balap Liar dan Knalpot Brong

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 23:55 WIB

Bidan RSUD Besuki Ditemukan Tewas di Drainase Pantura Situbondo

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:48 WIB

IMM Tuban Periode 2026-2027 Resmi Dilantik, Isu Perempuan Jadi Prioritas

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:36 WIB

Meski Damai, Oknum Polisi Terduga Pemukul Badut di Tuban Tetap Diperiksa Propam

Sabtu, 6 Juni 2026 - 20:07 WIB

Gelombang 1,5 Meter Terjang Pesisir Tuban, Dua Kapal Nelayan Hancur Dihantam Ombak

Sabtu, 6 Juni 2026 - 19:33 WIB

SE Sekda Tak Digubris, Jalan Bancar–Jatirogo Masih Dipenuhi Ceceran Pasir Silika

Berita Terbaru

Petugas mengevakuasi jenazah Murtafia Rafika Devi (34), seorang bidan RSUD Besuki yang ditemukan meninggal dunia di saluran drainase Jalur Pantura Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, Situbondo, Sabtu (06/06/2026) malam, (Fia Rahma/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Bidan RSUD Besuki Ditemukan Tewas di Drainase Pantura Situbondo

Sabtu, 6 Jun 2026 - 23:55 WIB

Advertisement
Promo Shopee
Berita Terbaru Hari Ini LiputanSatu.id
Ilustrasi LiputanSatu
Berita Tuban Terkini LiputanSatu.id
Gambar Berita LiputanSatu
Kabar Tuban Hari Ini - Klik Selengkapnya di LiputanSatu.id